BIARKAN SAJA

BIARKAN SAJA
04


__ADS_3

Perjuangan dan deritaku belom berakhir ternyata, sepertiĀ  saat ini sungguh aku sangat malas untuk menghadapi sebuah kenyataan yang sudah lama aku hindari namun waow penyihir tiri sudah sangat memaksa untuk mendapat kabar kelulusannku sepertinya penyihir tiri itu sudah sangat jenuh karena segala alasanku yang tidak kunjung mendapatkan gelar itu jadilah aku di kirim kembali ke makassar dan meranalah aku di kampus ini.


dengan keterpaksaan akhirnya aku harus berdiri didepan ruangan pembimbing akademik, ini akan menjadi pertemuan kesekian kalinya kami setelah aku melakukan ujian proposal beberapa tahun lalu, iya beberapa tahun lalu, aku seharusnya sudah mendapat gelar dibelakang namaku jika saja rasa malas menghadapi wajah orang itu.


pintunya tertutup rapat, pintu itu telah kuketuk namun memang sepertinya didalam ruangan itu tak berpenghuni jadi kutunggu i tepat diruangannya.


aku sudah duduk beberapa jam disini tapi batang hidungnya tak kunjung nampak padahal sudah silih berganti orang lain yang memperhatikan aku juga silih berganti menanyai keperluanku.


hampir tiga jam aku duduk disana tak jelas! hingga seseorang yang salah satu teman angakatanku yang kini telah bergelar mahasiswa S2 datang.


bayangkan teman seangkatanku saja sudah S2 dan sebentar lagi proposal penelitian untuk tesisnya sedangkan aku, sarjana S1 saja ngak kelar-kelar gaysss!! bisa rasain ngak sih ini, dia pembunuhan secara tak kasat matakan??. mana dia dengan santainya duduk di sampingku dan berkata


"weee apa kau bikin disini?"


"tunggu prof" tunjukku pada pintu didepanku yang terkunci rapat."


"eddd begitu memang kalo pernah pensiun di kampus, pergi mo dulu tar balik lagi kalo dah mau selesai jam kantor"


"logh kenapa?"

__ADS_1


"prof itu sekarang lebih banyak diluar dibanding di kampus itu juga balik tuk apsensi doang" katanya santai sambil membuka kunci gadgetnya.


"jadi gua nunggu kayak tokek mati disini ngak guna dong?"


"jelaslah, egh udah makan belum makan yuk" ajaknya mengalihkan pembicaraan.


"iya boleh, tapi gua mau makan orang boleh ngak?"


"ahahaha habis pensiun lo jadi kanibal ternyata" katanya menggejek sambil tertawa jahat.


"aghh lo kenapa ngak bilang dari tadi monyong" kataku sambil melayangkan cubitan-cubitan kecil di pahanya.


"tapi setidaknya lo peka keg, nanya pensiunan kayak gue ngapaen kekampus gitu?" kataku sewot.


"udah-udah" katanya mencoba membuatku sabar lalu dia kembali berkata "makan yuk, aku teraktir deh"


"auuu agh malas aing"


"ayolah, dikantin banyak dedek memeess yuk"

__ADS_1


"dasar tante girang" kataku sarkis walau begitu tetap membiarkannya menyeretku sesuka hati.


"tar lu juga girang kalo udah dikantin"


"maksud lo?" tanyaku heran


"udah ayooo" paksanya sambil terus melangkah melewati lorong-lorong menuruni tangga dan berbelok disamping kantor staf akademik barulah kami sampai.


kantin terlihat ramai apa lagi memang jam makan siang. entah sudah berapa angkatan kulalui, banyak wajah-wajah baru kini yang ku jumpai sekali ada yang kenal mereka udah S2 boghh!!!


salah satunya laki-laki berbadan kentong disudut sana. saat aku telah melangkahkan kaki memasuki kantin, dari jauh dia telah berteriak dengan girang dan berkata


"weee kerdil ingat jalan kampus jo pade, ku kira mati moko weee" (wee kerdil, kamu masih ingat jalan ke kampus ternyata, ku pikir kamu dah mati)


"diam lo kong, gua ngak guna gue ngehirauin setan gentayangan kayak lo" kataku sembari melemparinya bakwan jualan mace.


"cieee yang masih panggil pake panggilan sayang iheeeiiidehh" teriak salah satu teman angkatanku yang kuingat bernama wahyu.


seketika kantin ramai dengan sorak-sorak ejekan tentangku dan lelaki yang sangat ingin kulupakan itu.

__ADS_1


namanya Muh. Alfarizi, usianya beberapa tahun diatasku. dia adalah salah satu seniorku. walaupun tidak ingin kuakui tapi alfa itu mantan teman mesra pertama sekaligus musuh bebuyutanku.


__ADS_2