
Hari sudah mulai petang Liliana beranjak berjalan ke arah kamarnya berniat membangun kan Ling Xinyu tetapi dia mengurungkan niatnya setelah melihat Ling Xinyu tertidur pulas bahkan tak menyadari Liliana ketika dia mencubit cubit pipi Ling Xinyu "andaikan Xinyu gege sering tersenyum, pasti akan terlihat menggemaskan" pikir Liliana yang melanjutkan kegeitan nya ..........
Tok... tok.... tok...
Suara ketukan pintu
"Putri apakah anda ada didalam"
tanya seseorang yang ada di balik pintu
"Iya"
Jawab Liliana dengan pelan karena takut membangunkan Ling Xinyu
"Makan malam sudah siap yang Mulia Ratu menunggu anda di meja makan dan Beliau berpesan agar Putri membangunkan calon suami putri " Kata sang pelayan yang dilanjutkan dengan Langkah kakinya yang semakin menjauh
"Ah apa apaan ibu" pikir Liliana yang wajahnya merona
Liliana kemudian berniat membangunkan Ling Xinyu dia menoleh ke belakang tempat Ling Xinyu Tidur ......
"Ah, calon Suami ya ! "Sambung Ling Xinyu
Liliana yang melihat Ling Xinyu terbangun sangat terkejut
"Ss ss sejak kapan Xinyu gege bangun" kata Liliana terbata bata
"Um sejak kamu mencolek colek mukaku, emang ada yang aneh? "Tanya Ling Xinyu dengan muka polosnya.
"Xinyu gege bodoh, "kata Liliana sambil berlari mencoba menutupi rasa malunya
Jbuakkk..... suara pintu tertutup
Ling Xinyu yang melihat itu hanya tersenyum
"Lihat lah Huanran dia sangat mirip dengan mu" dia kemudian beranjak berdiri dari kasur dan menuju meja makan
.......
Sementara itu di meja makan
"Oh Liliana ....! Apakah dia sudah bangun "kata Diana yang melihat Liliana mendekat ke arah mereka.
"Iya " jawab Liliana singkat kemudian tertunduk menahan malu mengingat kejadian tadi
Diana yang melihat itu mengerti dan mencoba menggoda Liliana karena dia merasa Lucu terhadap anaknya yang pemalu
"Heeeeeeh ... sepertinya telah terjadi sesuatu yang menarik" Goda diana
__ADS_1
Liliana yang mendengar itu semakin memerah
Sedangkan Fortaz yang ada di samping adiknya merasa bertanya tanya
"Apakah kau sakit Liliana, Lihatlah mukamu memerah" Tanya Fortaz dengan bodohnya ...
Liliana sudah tak kuasa menahan malu ingin rasanya dia menggali lubang kemudian menanamkan wajahnya itu
"Hehhh yo kalian .... maaf yang mulia ini sedikit terlambat" teriak Ling Xinyu dari kejauhan membuyarkan Kebodohan mereka
Ling Xinyu kemudian duduk mengambil kursi di samping Liliana
"Selamat makan" sambungnya
Sungguh aneh Seharusnya yang mengatakan kata kata itu adalah Ibu Liliana yang merupakan tuan rumah, sedangkan Ling Xinyu?
Ah... Mereka sudah mencoba terbiasa dengan tingkah Ling Xinyu mencoba mengabaikan nya di lanjutkan dengan makan tanpa bicara sepatah kata pun karena peraturan keluarga istana sangat menjunjung sopan dan santun di depan makanan, mereka pun melanjutkan makan dengan bahagia layaknya keluarga kecil yang di isi oleh Ling Xinyu, Diana, Liliana, dan Fortaz
Setelah selesai makan mereka membahas hal hal kecil seperti turnamen yang di adakan sebulan kedepan dan tentang rencana pelatihan Liliana yang akan dilakukan mulai besok,
Sebenarnya Ling Xinyu sangat ingin mengikuti Turnamen itu tapi dilarang keras oleh Ibu mertua
Menurutnya Ling Xinyu yang sekarang bahkan bisa dengan mudah mengalahkan jendral jendral Elit di kerajaan nya apa lagi generasi muda?
Ngajak ribut*
"Liliana tolong antarkan dia Ke Kamarnya "Sambung diana yang merasa waktu sudah mulai malam
Setelah sampai di ruangan yang di maksud Liliana Langsung berpamitan ke Ling Xinyu
"Xinyu gege Tidur lah, Aku tinggal dulu ya ?Aku mengantuk" Kata Liliana yang melangkah kan kakinya pergi di susul dengan aupan tanda Kantuk
Ling Xinyu melihat sekeliling kamar, kamar ini Lumayan mewah bahkan lebih besar daripada kamar Liliana, Ling Xinyu yang sudah tidak mengantuk lagi Dia mengambil kursi Lalu duduk di dekat jendela kamarnya sembari melihat keindahan kupu kupu malam
(Ah maksud author adalah bintang :v )
Dia kemudian mengingat ngingat kegiatan nya di hutan dulu
Dari sering melihat ke indahan alam ke ajaiban gunung kecil dan tentunya Sihir yang membuatnya terbang, Ling Xinyu yang ingat akan peri peri kecil itu kemudian merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh dia kemudian menjoba menjelajahi logika nya mendadak dia tercerahkan ternyata disaat dia dan Liliana beranjak dari ruangan makan mereka sempat melihat peri kecil yang bermain main dengan bahagianya di taman
"Tunggu aku harus memastikan, kenapa mereka ada disini " Pikir Ling Xinyu yang berencana bertanya kepada Liliana agar sesuata yang tak di inginkan terulang lagi
Ling Xinyu langsung membatalkan niatnya mentah mentah, karena menurutnya Liliana sangat kelelahan .....
Hufff ... Ling xinyu menghela nafas mencoba melupakan segalanya kemudian dia memikirkan latihan macam apa yang harus liliana lakukan
"Sepertinya lebih baik aku mengajarinya Magic art serta beberapa teknik jarak dekat" pikir Ling Xinyu karena sejatinya kelebihan Elf ada di pengendalian Sihirnya.
__ADS_1
Seperti dulu Xyuruyu leluhur pertama klan elf yang bertarung bersamanya dia membabi buta mengeluarkan sihir sihir yang sangat luarbiasa memikirkan sihir Ling Xinyu teringat dirinya selama ini dia hanya melatih sihir dia melupakan sesuatu yang penting dia lupa berlatih pertarungan jarak dekat akan bahaya jadinya jika seseorang penyihir tidak bisa sedikitpun bertarung jarak dekat kelemahan itu hanya akan menguntungkan musuhnya, Ling Xinyu sendiri mempunya pengalaman yang sangat banyak tentang martial dan sword art di kehidupan dulunya tetapi tetap saja dia harus berlatih agar tubuhnya yang sekarang terbiasa.
Ling Xinyu menyadari sesuatu dia bisa menciptakan sihir dengan imajenasinya didukung dengan keralita an Fikiran itu tersendiri jadi bagaimana jika aku menciptakan teknik berpedang tanya Ling Xinyu di dalam kebodohan nya.
"Ah lupakan besok sajalah" kata Ling xinyu yang mencoba membuyarkan fikiran nya
Dia masih bingung dengan sifat nya knapa bisa berubah begitu derastis dulu dia adalah orang yang dingin dan pendiam tapi sekarang?
Dia mencoba menebak nebak" apakah ini karena tubuh anak ini"
Tidak .... kalau andai saja itu merupakan pengaruh pemilik tubuh ini pasti dia sekarang bertingkah layaknya anak kecil
"Ah semakin memikirkan semakin membuatku pusing "kata Ling Xinyu yang sudah mulai kerasukan seperti orang gila karena kebanyakan pikiran
Dia mencoba menenangkan dirinya sendiri menerawang melihat sekitar .....
Istana yang lumayan bagus gumam nya
Namun pandangan nya terhenti ketika melihat sosok wanita berparas cantik sedang mengganti pakaiannya, terlihat sebuah karya yang sangat indah dari ujung rambut sampai ujung kaki wanita tersebut seakan akan tubuhnya di ukir dengan indah oleh para dewa
Ling Xinyu sudah termakan pikiran kotornya sendiri sampai sampai dia lupa bahwa dia sekarang kekurangan banyak darah karena banyak darah yang mengalir deras dari kedua lobang hidung nya
Diana yang merasa ada yang mengawasinya dia menoleh kenan ke kiri tapi tidak menemukan apa pun hingga matanya terbalak melihat jendalanya terbuka dia sangat lupa menutupnya apakah ada yang mengintip ?
Pikirnya.
Dia kemudian berjalan ke arah jendela mencoba menutupnya tapi dirinya mendadak menjadi kaku dan bergetar ketakutan seakan akan pernah di nodai se ekor siluman dia melihat Ling Xinyu yang berdarah hidung nya menatap nya dengan muka berbunga bunga bisa dilihat ada gambar hati di dalam matanya
"**** bocah mesum mati saja kau" teriak diana yang tersadar dari keterjutan nya
Dia...... badan ...nya .... sudah dilihat ....
Oleh bocah kecil itu...
Diana yang semakin merasa memarah memikirkan Ling Xinyu
Tanpa sadar dia merapalkan mantra yang sangat dahsyat ke arang Ling Xinyu
"Lighting dragon trap"
Mendadak ada gemuruh di langit yang cerah
Kilataan kilatan kuning menari di atas awan.
Kemudia awan awan itu terbelah memunculkan sosok naga petir yang agung dan perkasa naga itu menukik kebawah ke tempat Ling Xinyu yang masih belum sadar dari pikiran bejjat nya
Jduaaaaarrrrr.....
__ADS_1
Terjadi ledakan besar yang menciptakan kubangan besar dan meratakan sebagian isana tentu hal itu menjadi kepanikan massal di dalam istana ....
(Tl: sepertinya akan terjadi hal yang menarik)