
"Blody Spear Of Judgement"
swoosh ...
suara mendesing
jduar.......
Tombak itu langsung meledak ketika mengenai lawan nya, namun sayang sekali lawan nya itu masih terdiam mematung tanpa sedikitpun luka gores,
"Sudahlah serangan mu hanya menggelitiku saja! " ejek jendral Drack Witch yang kemudian langsung muncul dihadapan Ling Xinyu berniat menghatam tubuh bocah kecil tersebut,
jduakk.....
ughhhhh...
Ling Xinyu yang mencoba menahan serangan yang mengarah tepat ke dadanya, terpental satu tombak kebelakang .
dia kemudian kembali mengambil posisi bersiaga menatap lekat kearah sang jendral dihadapan nya.
" jika ini dilanjutkan maka !
tetap saja aku akan kalah "
pikir Ling Xinyu, sekarang dia hanya mempunyai dua pilihan kabur atau mengalahkan lawan dihadapan nya dengan cara mencari tahu segel yang menyegel sihirnya di dalam ruangan ini, sayangnya baik pilihan pertama atau yang kedua sama sama sulit dilakukan
"Sepertinya ini akan melelahkan " Desah kembali Ling Xinyu
dia kemudian melesat kedepan tanpa pikir panjang sepertinya pilihan nya sekarang hanya satu yaitu bertempur habis habisan dan kemudian setelah itu tinggal menentukan pembantaian atau melarikan diri.
Trang..
suara pedang Ling Xinyu yang berbenturan dengan cakar Diablo, dia kemudian mundur selahkah dan kembali menyerang Diablo
Ling Xinyu menghujani Diablo dengan seni pedangnya yang mematikan
sementara di sisi Diablo dia sama sekali tidak kesulitan menangani serangan demi serangan dari Ling Xinyu, karena sedari dulu dia sudah berlatih keras di dalam Lost Abys banyak pertempuran yang telah ia lewatkan demi posisinya yang sekarang
Sword Art gerakan ketiga Shadow
tubuh Ling Xinyu tepecah menjadi empat bayangan, kemudian ke empat bayangan itu segara menghujani Diablo dengan serangan yang cepat dan sangat sulit dihindari
srattt......
"hampir saja" keluh diablo yang kepalanya hampir terpisah dengan anggota badan nya se andainya dia tadi terlambat sedetik saja !
" huft .. aku, harus serius dengan bocah ini"
sbelum dia dapat bereaksi
jduar....
terjadi ledakan karena goresan di tenggorokan Diablo, Ling Xinyu meninggalkan esensi darahnya di luka itu kemudian meledakkan nya berniat menghancurkan kepala Diablo.
setelah kabut darah efek ledakan mereda disana ada sosok Diablo yang masih berdiri dengan separuh kepalanya yang perlahan beregenerasi
"Hahahaha, Aku terlalu meremehkanmu mahluk rendahan " ucap Diablo yang segera mengibaskan tangan nya kembali menerjang Ling Xinyu
sementara itu didalam istana tepatnya di dalam ruangan singgasana ada sosok wanita berambut hitam ikal berlari menuju ke arah ibunya.
"Ibu, apakah ibu melihat Xinyu gege" ucap Liliana yang bersenyum sembari berlari kecil
__ADS_1
"Uh, jangan berlari lari anaku, tenanglah"
"Tidak, dari pagi hari aku mencarinya , ibu pasti taukan dia kemana " tambah Liliana yang memasang tampang cemberutnya
"Dia sedang memeriksa Dungeon yang baru muncul didekat hutan Nak"
"Ibu, kenpa tidak memberitahu ku?
aku mau menyusul Xinyu gege" bentak Liliana yang mencoba berlari keluar
Diana yang geram langsung menahan tangan anaknya
"Jangan !
Disana bukan tempat untuk bermain " bentak diana kepada Putrinya itu
"Kalau berbahaya kenapa ibu tidak menghentikan Xinyu gege"
"ibu jahat " Ucap Liliana diantara tangisan nya
dia kemudian melepaskan pegangan tangan dari ibunya dan berlari keluar istana
"Fortaz pastikan dia berada di dalam kamarnya" perintah sang ratu
Fortaz Langsung mengejar Liliana yang sudah hilang dari pandangan nya, dia kemudian langsung melesat ke pintu gerbang istana mencoba bertanya ke prajurit yang berjaga namun hasilnya nihil, dia kembali melesat dengan kecepatan cahaya ke arah kamar Liliana
tok...tok...tokkk..
"Liliana, ini paman "
Fortaz menjadi panik karena tidak ada jawaban dari dalam sana
dia segera mendobrak pintu kamar Liliana namun hanya kekosongan yang dia dapatkan.
Fortaz yang panik segera melesat mencoba mencari Keponakan nya itu ke sudut demi sudut istana.
Fortaz langsung menghentikan langkahnya Ketika ia lewat di depan kediaman Ling Xinyu, dia secara perlahan mendengar tangisan seorang wanita yang tak asing menurutnya , segera dia mengetuk pintu dan memastikan nya
"Liliana ini paman"
ucap Fortaz yang langsung membuka pintu kamar Ling Xinyu , dilihatnya pemandangan seorang remaja yang menangis bersimpuh di atas ranjang
"Liliana, sudahlah Percayalah pasti bocah itu kembali dengan selamat, bukan nya kamu yang tau sendiri kehebatan nya " Tambah Fortaz yang ingin menenangkan Liliana
"Tapi paman bagaimana jika ada kecelakaan" Jawab segera terucap dari mulut Liliana
"Sudahlah nak, Lagian dia bersama beberapa jendral Elit istana"
Meskipun Liliana tahu itu tapi tetap saja tak mengubah tampang murungnya karena dari pagi hari tadi dia merasakan perasaan yang sangat tidak mengenakan
"tetap saja paman aku Khawatir !
paman tolong susul Xinyu gege pastikan dia baik baik saja" Mohon Liliana kepada pamannya itu
"huf.... baiklah paman akan segera menyusulnya" Desah Fortaz yang Dilanjutkan pelukan hangat dari Liliana
"Paman yang terbaik"
Agrhhh....
Ling Xinyu memuntahkan seteguk darah karena hantaman sihir dari Diablo
__ADS_1
"Hahahhah, sensasi ini sangat menyenangkan" teriak Ling Xinyu yang mulai dibutakan kehausan darahnya
Dia tidak mempedulikan kondisi tubuhnya segera melesat menyerang Diablo lagi ! dia hanya menuruti naluri Hewan nya yang liar.
sudah hampir 3 jam lamanya mereka berdua bertukar serangan namun tetap saja belum ada pihak yang menang dan kalah.
sementara Diablo mulai mengerutkan keningnya karena merasa mahluk didepan nya ini tidak normal, semakin lama bertarung bukan nya lelah Ling Xinyu malah semakin agresif dan tak peduli sekitarnya.
Ling Xinyu mengeluarkan esensi darahnya secara besar besaran dia sudah tak peduli lagi, dia sudah dikuasai hasrat membunuhnya
"Blody Body"
Ling Xinyu langsung berubah seperti sosok Power Rangers ,dia kemudian mencoba sedikit menguasai fikiran nya
Trang....
Ling Xinyu mundur selangkah karena serangan kejut yang dilancarkan pihak musuh
"Cih"
"Sword Art Blody Inspire"
tercipta ratusan pedang darah di atas Ling Xinyu pedang pedang itu menghadap tepat ke arah lawan nya yang kemudian melesatkan serangan bertubi tubi berupa tusukan tajam
Trank...
entah sudah berapa kali Diablo menahan serangan Ling Xinyu ,dia sangat fokus benar benar tidak ingin terluka bahkan sedikitpun ,bagaimanapun dia belajar dari kesalahan pertamanya tadi, kalau tidak kepalanya akan benar benar menghilang sekarang
krak....
lapisan pelingdung sihir Diablo mulai retak karena menahan serangan bertubi tubi yang mengarah ke satu titik yang sama
" sial " gerutu diablo
Ling Xinyu yang melihat kesempatan emas di depan nya segera tak menyia nyiakan nya
dia langsung Menciptakan sihir terakhirnya setidaknya sihir ini mampu menghancurkan ruangan ini pikir dia
"Blody Ashura Decimate"
Duar....
terjadi hepasan mini aura merah darah yang kemudian menyatu di telapak tangan Ling Xinyu, Aura itu menyatu menggumpal membentuk Sebuah Lotus
Ling Xinyu bagaikan Power Rangger rangger yang bersiap mengeluarkan ultimatenya dia melanjutkan dengan membuang lotus itu ke arah Diablo yang masih Menahan serangan sebelumnya, Ling Xinyu tersenyum tipis kemudian.
Jduarrrr.......
Fortaz yang mau menghampiri Dungeon tempat Ling Xinyu berada berhenti ,karena merasakan ledakan energi yang luarbiasa hingga membuat tanah dibawahnya bergetar hebat dengan kerasnya, dia kemudian melesat menggunakan kecepatan maksimalnya.
setelah sampai di tempat yang ia tuju ia segera dikejudkan dengan pemandangan didepan matanya
"Apa, ini"
Fortaz sudah tak melihat dungeon disitu hanya melihat kawah besar yang melintang 10 km Diameternya,
disamping kawah terlihat para jendral yang tertunduk lemas sedangkan di tengah tengah kawah terlihat seorang bocah yang berlumuran darah, bocah itu masih berdiri menyandarkan tubuhnya ke tanah di belakangnya bocah itu tersenyum simpul ke arah Fortaz kemudian
bruakk ...
Ling Xinyu terjatuh pingsan
__ADS_1