
Ling Xinyu melangkahkan kakinya pergi tanpa tujuan, dia bingung harus memulai dari mana petualangannya dia melamun sepanjang perjalanan, bingung karena tidak punya tujuan.
"kemana arah aku pergi ?" tanya Ling Xinyu kepada kebodohan nya sendiri
"ah sebaiknya aku selatan setauku di sekitar sana adalah rumah bagi klan Ashura"
pikir Ling Xinyu sambil mempercepat langkahnya, dia sengaja tidak berteleportasi karena dia ingin melihat keindahan keiindahan alam setelah dia mati ratusan tahun silam.
Klan asura sendiri merupakan pejuang yang sangat mencintai peperangan, lebih tepat nya gila perang, mereka biasanya menggunakan sihir yang menggunakan darah sebagai imbalan, entah itu darah musuh atau darahnya sendiri, dan ada sebagian dari mereka yang menggunakan kynergi atau menggunakan keduanya, tapi tetap saja mereka lebih cocok menggunakan darah entah hal ini mengapa tak berlaku bagi Ling Xinyu, yah dia juga tidak tau kenapa ini bisa terjadi, Ling Xinyu sebarnya bisa saja berekspirimen menggunakan sihir dengan bayaran darah atau yang biasa mereka sebut (Blody Art), Tapi ntah kenapa dia sangat malas melakukan nya, mungkin nanti saat dia sedang bertarung.
Ling Xinyu yang berjalan dengan santainya mendadak berhenti karena mendengar suara pertarungan yang agak jau dari tempat nya
"ah ada mainan baru" kata Ling Xinyu dengan seringai yang sangat manis
"gate"
blinkkk .......
Ling Xinyu menghilang dari tempatnya tanpa sedikitpun jejak.
sementara itu 4 Kilo Meter jauhnya dari tenpat Ling Xinyu menghilang....
jduakkkkk.....
"argggghhhhh" erangan dari seorang wanita bertelinga runcing dan berparas indah
sepertinya mereka sedang berhadapan dengan se ekor kucing raksasa yang berada di Ranah Saint Spirit Tahap Awal,
sedangkan Wanita itu berada di Ranah Master Spirit Tahap Menengah.
"Aku harus bertahan hidup, aku tidak boleh mengecewakan pengorbanan mereka "kata gadis berparas cantik itu dengan penuh tekad, kemudian mencengkram busurnya erat erat. yang dia maksud mereka adalah pengawal pengawal nya yang telah berguguran disekitar nya jumlah nya mencapai puluhan orang dan mereka dibantai habis Oleh Zhoul imut yang berbentuk kucing ini, mayat, dan darah berserakan dimana mana.
sementara gadis itu dia mulai melantunkan mantra mantranya dengan sekuat tenaga sepertinya ini adalah usaha terakhir nya.
dia berteriak
"Magic Art Rainbow Slash"
dia kemudian mengarahkan busur ke arah sang monster, dia menariknya seketika muncul anak panah yang berwarna pelangi kemudia dia melepaskan nya begitu saja
swoossssh......
suara desingan anak panah.
tiba tiba muncul lingkaran sihir di sekitar anak panah, dan mendadak pula anak panah tersebut menjadi puluhan bagian
swosss....
semantara Zhoul itu Menatap sang wanita dengan bertanya tanya seakan melihat pertunjukan....
jduarrrr.....
puluhan anak panah itu berhasil mengenai sang Kucing besar yang sedang asik melamun.
kepulan asap dan pohon pohon tumbang dimana mana.
__ADS_1
namun betapa terkejutnya sang wanita ketika dia melihat sosok dibalik kepulan asap masih baik baik saja tanpa tergores sedikitpun karene terlalu senjangnya perbedaan Ranah sesambil memandanginya penuh amarah,
Wanita itu kaku diam ditempat tatapan matanya kosong seolah olah tak percaya jika malaikat maut ada di depan nya.
grrrrrrlllllll....
teriak sang Zhoul berbentuk Kucing tersebut penuh amarah.
dia mengambil posisi seakan akan menerkam sang wanita, di ke empat kakinya mulai terbentuk Lingkaran lingkaran sihir yang sebesar pohon raksasa.
swossss.....
dia melesat mengangkat rahang nya Seakan akan ingin memangsa sang Wanita
"ah apa aku akan mati disini "kata wanita itu sambil mengatup kan giginya karena takut
"maafkan aku ibu karena putrimu ini jarang mau berlatih, Putrimu ini sangat menyesal tidak mendengarkan perkataan ibu, andaikan aku diberi kesempatan kedua, dan maaf kan aku
" kata sang Wanita itu dengan lirih, air mulai menetes dari sudut matanya dia secara pelan menutup kedua matanya seakan akan pasrah akan Ketiadaan
"selamat Tingg" sebelung sang wanita selesai berbicara Ling Xinyu Langsung muncul di belakangnya kemudian mendekapnya dan berkata.
"Bukan nya kau bilang mau kesempatan kedua Wanita cantik "
sungguh ini pemandangan sangat memalukan coba kalian bayangkan seorang bocah yang masih berumur sekitar 9 tahun dengan tinggi 120 meter menggendong Wanita dewasa dengan tinggi hampir dua meter, dan parahnya lagi Ling Xinyu menggodanya.
TL :( "tuhan author kalah ama si Ling Xinyu bochil ini:"( .... ")
Momen menjijikan mereka tidak bertahan lama Ling Xinyu kemudian dikagetkan dengan kehadiran sang kucing raksasa yang sudah siap menerkam dihadapan nya.
"cih mengganggu saja "kata Ling Xinyu yang risih sambil menggendong sang Wanita
ledakan energy yang besar terjadi karena Ling Xinyu menahan terkaman monster tersebut dengan satu tangan yang sudah dia lapisi dengan kynergi murni, sementara tangan lain nya dia gunakan untuk merangkul sang Wanita dengan erat.
"kau pikir dengan kekuatan sekecil itu bisa menerkamku, jangan bodoh kucing sialan"
kata Ling Xinyu dengan senyum terornya
Tiba tiba tangan Ling Xinyu yang memegangi kepala sang kucing mengeluarkan hawa dingin yang sangat amat mencekam
"hehe ....."
tawa Ling Xinyu
"Frozen cloud"
ckraaakkk....
entah kenapa si Kucing mendadak terdiam kemudian terdengar bongkahan bongkahan es yang menjulur ke seluruh badan nya ,dan kemudian membekukan nya.
Ling Xinyu yang ingin menghancurkan nya teringat akan "Blody Art"
perlahan darah darah yang berserakan menggumpal membentuk sebuah tombak
"Blody Art Spear of judgement"
__ADS_1
gumam Ling Xinyu dengan santainya
kemudian
swosss...
tombak itu melesat ke arah sang kucing
menghantamnya kemudian meledak
jduarrrr........
serpihan serpihan es bercampur darah berterbangan membasahi mata merah Ling Xinyu.
Ling Xinyu tersenyum sambil berkata
"Bagaimana pertujukkan ku, sangat indah bukan?"
sementara gadis itu hanya bisa menatap Ling Xinyu dengan penuh tanya
siapa anak ini?
kenapa dia begitu kuat?
yah wajar saja karena Ling Xinyu bisa dengan mudahnya membunuh Zhoul itu, bahkan mungkin Zhoul sekelas Kucing tadi Harus dihadapi oleh 2 jendral elite Di Ranah Saint Spirit Tahap Awal sedangkan Ling Xinyu dengan mudahnya menumbangkan nya pikir gadis tersebut.
semakin lama gadis itu memandangi Ling Xinyu semakin Lama dia tenggelam akan pikiran pikiran nya sendiri, dia melihat mata Ling Xinyu mata yang penuh dengan teror mata yang penuh dengan kehausan akan darah sangat tidak cocok di wajah Ling Xinyu yang sangat imut.
sementara Ling Xinyu dia terus memandangi 2 buah gunung yang sangat indah, sangat besar, dan sangat ingin rasanya dia melihat lebih jauh dan dalam lagi .
sang gadis yang tidak sadar akan kebiadaban Ling Xinyu hanya menatap Ling Xinyu dengan polosnya karena menurutnya
"tidak mungkin seorang anak kecil berfikiran kotor"
"wah besar sekali "
kata Ling Xinyu yang kebla blasan
gadis itu baru sadar akan lamunan nya dia kemudian menatap Ling Xinyu dengan tatapan yang seolah olang menganggap Ling Xinyu sangat hina
image nya tentang Ling Xinyu yang merupakan malaikat kecil nan menggemaskan sudah hancur seketika
"plaakkkkk"
suara tamparan yang mengenai pipi Ling Xinyu
"ah bukan bigeitu coba lihat gunung disana sangat besar kan,? kenapa anda menampar saya "
tanya Ling Xinyu dengan wajah pokernya .
Gadis itu yang tak tega dengan tatapan polos Ling Xinyu dan juga tentunya ditambah keimutan nya tak kuasa melihat, kemudian dia segera meminta maaf kepada pahlawan nya itu.
sementara Ling Xinyu tertawa dengan jahat di dalam hatinya
"hahahahahh, memang wajah imut ini sangat berguna"
__ADS_1
Entah kenapa setiap Ling Xinyu melihat wajah gadis itu dia teringat akan Huanran
"ah sudahlah "