Blody Deathly(Novel Broken)

Blody Deathly(Novel Broken)
Dua Tikus Kecil


__ADS_3

'Huh...huh...huh....'


Suara sosok dari kejauhan yang terengah engah, menggendong batu besar sosok itu mencoba mengelilingi Istana, mencoba membangunkan se isi istana dengan erangan nya di pagi hari


"Sungguh anak yang pekerja keras" kata setiap orang yang melihat sosok itu, bahkan para tetua terperanjat melihat kerja keras yang Ling Xinyu lakukan.


Gdebukkk...


Suara batu yang di hantamkan ke tanah dengan kerasnya hingga membuat ruangan di depan nya sedikit terguncang.


Ling Xinyu menyetabilkan nafasnya menghirup ke sejukan udara di pagi hari


"Hei Liliana.....bangunlah !


Jika kau ingin bersantai, kembalilah ke kehidupanmu yang dulu, sebagai sosok putri dari seorang Ratu yang sangat manja"


Teriak Ling Xinyu di depan kamar Liliana, yang merupakan tempat ia menghatamkan batunya, dia dengan sengaja melakukan itu agar Liliana terbangun


Liliana tentunya yang sedikit terganggu dengan guncangan akibat batu besar yang menindih lantai istana itu terbangun, ia mendengarkan teriakan sosok pangeran yang selalu di impikan setiap malam oleh dirinya, ia beranjak mencoba menguatkan diri


'Aku tidak boleh bermalas malasan, demi menjadi kuat dan demi berada di samping Xinyun gege' Fikir Liliana


"Lakukan kegiatanmu, setelah itu kita akan berlatih tanding" kembali teriak Ling Xinyu, ia kemudian melepas baju yang sudah terbasahi oleh keringatnya, ia mencoba melangkah kan kakinya yang sedikit terasa berat, Terlihat badan seorang anak kecil yang begitu Atletis di tambah tampang Imutnya yang bisa membuat siapapun yang melihatnya akan terbunga bunga


Seperti pelayan wanita yang dilewatinya baru saja, pelayan itu Langsung terpana ditempat membiarkan image Liarnya menguasai dirinya itu.


"Heh ... baru pagi pagi sudah membuat kehebohan, cepat !


Bersihkan dirimu itu, setelah itu pergi ke ruangan pribadiku, ada yang ingin aku, dan Fortaz bicarakan denganmu " kata Diana yang sedari tadi mengamati Ling Xinyu, ia mengirim suara berupa telepati yang tentunya bisa dilakukan oleh mereka yang berada di ranah Heaven, bukan karena apa, Ling Xinyu sendiri sebenarnya bisa melakukan nya itu mudah hanya membutuhkan kekuatan jiwa, sedangkan kekuatan jiwa biasanya di budidayakan oleh mereka yang berada di ranah Heaven, Ling Xinyu sendiri meskipun berada di ranah Saint tentu saja bisa membudidayakan kekuatan Jiwa, banyak kegunaan kekuatan Jiwa, tapi ia masih terlalu malas melakukan hal itu, ia tak ingin latihan nya harus terpecah pecah, ia ingin dengan sangat menguatkan pondasinya yang berbekal pengetahuan nya itu.


.....


Tok...tokk


"Masuklah" kata Diana dari dalam ruangan


"Langsung saja, apa yang ingin kau bicarakan" ucap Ling Xinyu yang langsung menuju titik poin utama, pembicaraan ini


"Santailah, bukan kah teh dihadapan mu masih panas"


Lanjut Diana


"Kau tau bukan, setelah pertarungan ku denganmu itu banyak hal yang telah aku pelajari tentunya disini aku dan Fortaz ingin melakukan hal itu lagi"


"Jujur saja, bukan kah itu seperti lelucon jika kalian meminta pendapat dengan seorang anak kecil sepertiku" jawab Ling Xinyu yang kembali mengambil teko untuk mengisi tehnya yang sudah habis

__ADS_1


"Huf..kau memang masih bocah, tapi kami ragu kalau pengetahuan kami lebih banyak dari pada dirimu itu" Tambah Fortaz yang ikut menyesap tehnya


"Bukan kau saja yang ingin bertambah kuat, melihat musuh di hadapan kita yang semakin kuat tentu saja itu membuat diri kami ini sadar, bahwa masih ada Langit di atas Langit" Selang Diana


"Tentunya suatu saat, aku adalah batas Langit itu sendiri"


Ukhuk.....


Mereka berdua segera tersedak mendengarkan apa yang di katakan Ling Xinyu barusan


'Sampai mana batas ke Aroganannya' itulah pertanyan yang tergiang di masing masing kepala mereka berdua.


"Untuk kau sendiri, aku sudah mengetahui kekuranganmu, sedangkan Fortaz aku tidak mengetahuinya sama sekali" Imbuh Ling Xinyu yang sedang memainkan gelas di pegangan nya itu.


"Fortaz sendiri memiliki elemen kayu, sedangkan sisanya mungkin sama saja seperti diriku ini, karena sedari kecil kita memang selalu berlatih di bawah bimbingan guru yang sama" Ucap Diana


"Oh, hmm aku tidak tau berapa banyak benda-benda aneh yang sudah bermunculan di dunia ini, mengingat pertarungan ku beberapa minggu yang lalu, mungkin hari ini kalian berlatih tanding denganku tanpa menggunakan sedikitpun sesuatu yang berbentuk Energy" Ucap Ling Xinyu dengan santainya


"Apa kau bercanda" balas mereka serempak


"Tidak "


Blinnkk


Mereka segera berada di hamparan hutan yang luas


"Frozen castle"


Ckrakkkk.....setelah teriakan Ling Xinyu,


Tanah mulai menunjukan retakan yang dimana dari dalam retakan itu mencul tiang tiang es yang besar hingga beberapa detik kemudian, muncul sebuah Castil besar yang mengurung mereka bertiga, Diana yang melihat Ling Xinyu duduk dengan santainya di atas singgasana Castil itu segera menyuruh Fortaz siaga, tentunya ia sangat kesal jika harus berda di Castil yang sangat dingin ini


"Tenang saja, aku juga takkan menguarkan sihir apapun" Kata Ling Xinyu dari atas singgasananya.


Hufff.


Hela nafas mereka berdua


Sring.....


Muncul sebuah pedang yang langsung berada di hadapan leher mereka, secara reflek mereka menghindarinya dengan melompat mundur.


"Pelajaran pertama, jangan pernah alihkan perhatian kalian dari musuh, ngomong ngomong tadi itu kecepatanku" kata Ling Xinyu yang kembali berjalan menuju singgasananya


Mereka berdua segera mengerutkan keningnya, sejak kapan seorang Mage mempunyai kecepatan yang hampir mirip seorang sword master. Itulah yang mereka fikirkan sekarang

__ADS_1


Belum sampai Ling Xinyu duduk di singgasananya, kembali dia melesat dengan pedang di tangan kirinya dia meliuk, menekuk berputar putar seakan menari menyerang Fortaz dan Diana yang sedari tadi cuma menghindar, mereka sama sekali tak bisa membalas seni berpedang yang Ling Xinyu lancarkan terlebih mereka tidak boleh menggunakan segala sesuatu yang berbentuk energy.


"Kalian boleh mengandalkan reflek, tapi itu masih kurang"


Kata Ling Xinyu yang menghunuskan pedangnya ke arah perut Diana, Sontak diana dengan reflek mencoba melindungi perutnya dengan kedua lengan nya, sayang sekali ketika pedang itu hampir menyentuh Diana pedang tersebut menhilang menggantikan lengan Ling Xinyu yang meraih pergelangan tangan Diana kemudian membantingnya


Jduak...


"Bukan nya aku sudah bilang"


Kata Ling Xinyu yang tersenyum manis


Segera ia kembali berjalan menjauhi mereka berdua mencoba memberikan waktu mereka untuk bernafas, ketika harus bertarung tanpa sihir dihadapan Ling Xinyu mereka seperti tikus dihadapan sosok Harimau.


"Pelajaran kedua, sebagai seorang mage, tentunya guru kalian pernah mengajarkan cara bertarung dengan tangan kosong bukan" tanya Ling Xinyu


Mereka berdua segera menyiapkan kuda kuda mereka sendiri


"Kelihatan nya kalian tak sebodoh yang ku kira"


Setelah mengatan itu Ling Xinyu melesat menuju mereka berdua menggunakan tangan kosongnya, ia menghantam tengkuk Diana yang kemudian berhasil dihindari oleh lawan nya, dilanjutkan serangan kejut Fortaz yang mengarah kewajahnya,


Sayangnya Ling Xinyu hanya menahan serangan itu dengan satu tangan


"Inilah manfaat latihanku di pagi hari"


Teknik tubuh, One punch


Ling Xinyu mencoba memusatkan tenaganya di kaki bagian depan setelah sentakan tenaga yang terjadi melewati setiap ototnya ia menghantam telak Fortaz yang tangan nya masih berada di kepalan Ling Xinyu,


Fortaz yang terkena hantaman itu segera terpental dengan kecepatan kedipan mata


Jduakkk.....


Suara Fortaz yang menghantam dinding es dibelakang nya.


Ughhh...


Dia memuntahkan seteguk darah, kemudian


Sroootttt


Suara jarum es yang mendesing di udara


"Fortaz awas" teriak Liliana dari kejauhan, membuat Fortaz dengan susah payahnya menghindari jatuhan Jarum es akibat hantaman Fortaz ke dinding tadi

__ADS_1


"Pelajaran ketiga, Lihatlan medan pertarungan, agar kau tidak masuk kedalam perangkap musuh" kata Ling Xinyu lagi yang memberikan mereka waktu untuk bernafas


__ADS_2