
Kini Ling Xinyu dan Diana sedang berjalan di lorong lorong istana dengan baju yang sedikit terbuka, Keadaan mereka berdua sangat tidak epic seolah olah telah mengalami pergulatan yang hebat, sementara itu dari kejauhan terlihat Sosok anggun berlari kecil mendekati mereka berdua
ibu.....
Teriak sosok itu
"Darimana saja kalian, Xinyun gege aku mencarimu selesai berlatih tadi" keluh Liliana dengan cemberutnya.
"ah kebetulan aku punya sedikit hadiah untukmu" Ling Xinyu mengibaskan tangan nya dan kemudian muncul setumpuk pakaian wanita, itu adalah pakaian Diana yang berada di cincin spasialnya lagipula pakaian itu tak berguna baginya.
Liliana langsung mengambil pakaian pakaian itu dengan gembiranya namun setelah dia menyadari sesuatu dia mengerutkan kening nya
"Xinyun gege, bukan lah ini pakaian ibu? ,
dan mengapa ada cincin ibu di tangan mu" tatap Liliana curiga akan keduanya
"Sudahlah aku lelah gara gara ibumu itu, Tanyakan saja padanya" kata Ling Xinyu yang segera menjauh menuju kamarnya dia merasa bersemangat untuk melihat isi cincin Spasial dari seorang Ratu.
"ibu bisa di jelaskan secara detail dan terperinci"
"ini .... tidak seperti yang kamu bayangkan putriku" Diana mulai panik tidak mungkin baginya yang arogan menceritakan segalanya dan kekalahan nya
sementara itu di dalam sebuah kamar yang lemuyan besar terlihat se ekor bocah sedang bermeditasi
huffffff....
Bocah itu mengeluarkan nafas berat setelah memulihkan kondisinya ,
Sepertinya sebentar lagi aku menerobos ke Ranah Saint Spirit Tahap menengah, dipertarungan sebelumnya Ling Xinyu memang memaksakan Kynerginya agar segera habis kering tak tersisa, metode ini sebenarnya sangat berbahanya Disamping merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut metode ini juga bisa menyebabkan kelumpuhan jika orang tersebut menghabiskan seluruh Kynerginya dan tak segera memulihkan nya.
"Mari kita lihat isi cincin wanita arogan ini"
Ling Xinyu kemudian langsung memasuki demensi cincin itu, Dimensi itu lumayan besar kira kira se ukuran Lapangan disana ada banyak sumberdaya dari pil pil dan bahkan ada yang masih dalam bentuk aslinya, Ling Xinyu sangat enggan jika di suruh mengonsumsi pil dia lebih memilih menyerapnya secara langsung meskipun itu membutuhkan waktu yang lumayan,
disana juga ada berbagai macam senjata yang Unik menurut ling Xinyu seperti Pistol, yang merupakan senjata utama para Manusia sebelum adanya era yang di sebut era Kekacauan.
Ling Xinyu kemudian keluar dari Dimensi itu, Dia mencoba mencari tujuan selanjutnya , dia sebenarnya ingin cepat kuat tapi dia tidak ingin terburu buru, karena Berburu hanya dilakukan mereka yang kelaparan, hahaha....
Ling Xinyu sekarang sudah memahami 2 kata dalam kitab itu tinggal Tiga Kata lagi yang belum dipahaminya, karena dia tau dia pasti akan menerobos setiap memahami satu Kata maka karena itu dia mencoba memahami sisa Kata kata itu setiap kali dia mau menerobos ke Ranah selanjutnya bukan Tahap selanjutnya.
__ADS_1
Ling Xinyu yang sedang asik dalam dunianya kemudian mendengar langkah para prajurut yang berlarian di luar istana, dia merasa terheran ?
ada apa?
pikirnya
dia langsung keluar dari Kediaman nya mencoba menanyakan hal itu kepada prajurit di luar sana
"Hei ... kenapa kau berlarian seperti itu"
"ituu.... tuan... kita di suruh berkumpul oleh Jendral karena kemunculan dungeon secara tiba tiba di Desa Yuna "Balas Prajurit itu sambil terengah engah kemudian langsung melanjutkan Langkah menuju teman teman nya.
Blinkk......
Ling Xinyu menghilang seketika
Di ruangan Singgasana nampak sang ratu Duduk di atas Singgasana mengerucutkan Dahinya.
"Jendral Libram cepat kau ambil alih dua ratus prajurit untuk membersihkan Dungeon itu dengan segera"
"baik sang Ratu" balas jendral dengan anggukan tanda hormatnya.
Ling Xinyu langsung berteriak keras membuat seisi Istana menoleh ke arah nya
"Biarkan Yang mulia ini yang membersihkan dungeon itu dengan segera " Kata Ling Xinyu yang segera mengejutkan mereka semua
"Lancang kau bocah "
Diana Segera mengibaskan tangan nya pertanda dia tidak menyukai sikap Jendralnya tersebut
"heh.... apakah kau pikir mengorbankan Nyawa mereka setara dengan kegagalan nya"
Celoteh Ling Xinyu yang merasakan aura berbahaya sejauh Lima kilometer dari istana, mungkin ini yang di sebut Dungeon oleh mereka, dan Ling Xinyu merasakan Aura samar dari Drack Witch yang cukup besar dan mencengkam dari arah itu, mungkin Diana dan para tetua mengetahui hal itu pikirnya.
Diana dan para tetua di buat mengangguk oleh perkataan Ling Xinyu mereka juga mengetahui hal yang sama.
"bocah Sombong berani sekali nyalimu tidak menghormati ratu" teriak salah satu Jendral yang kemudian menyerang Ling Xinyu....
ngung......
__ADS_1
Ling Xinyu mengeluarkan semua Auranya
membuat seisi istana hampir membeku,
para Jendral menekuk lutut mereka tak kuasa menahan Aura dingin Ling Xinyu yang seakan akan langsung membekukan Ulung Hati mereka, hanya para tetua yang berada di tahap saint puncak keatas yang bisa menahan Aura dingin Ling Xinyu itupun dengan segala kemampuan nya,
"Hei paman, bukan kan kau yang tidak sopan berbicara kotor dihadapan yang mulia ini" Ling Xinyu berjalan perlahan ke arah Jendral yang tertunduk lemas itu terlihat mimik Wajahnya yang berkeringat dingin yang hanya menatap lantai istana
"Cukup" cegah Diana Yang merasa Ling Xinyu keterlaluan
se isi istana kembali merasa lega setelah Ling Xinyu menarik kembali Auranya.
"Hei ibu mertua ! kau juga merasakan nya bukan Aura kegelapan yang sangat besar itu "
"Kuharap kau tak mengorbankan nyawa Kroco Kroco ini dengan sia sia " Sambung Ling Cinyu yang langsung melangkah kan kakinya untuk keluar dari Aula singgasana
"Tunggu ! " cegah Diana
"Baiklah, tapi setidaknya kau membawa beberapa jendral untuk berjaga jaga"
Diana merasa khawatir karena menurutnya dungeon ini Tidak sama dengan dungeon dungeon pada Umunya.
"mungkin Hanya sebagai penunjuk arah dan penjaga Pintu " Sambung Ling Xinyu,
dibalik sifat arogan nya sebenarnya Ling Xinyu sangat menolak jika harus mengajak Para Jendral maupun Prajurit karena dia benar benar merasakan Bahaya yang luar biasa, dan juga dia tidak ingin ada pertumpahan darah apalagi korban nya sepihak.
"Cepat siapkan kuda, Tiga Jendral dan juga sepuluh Prajurit Elit untuk menjaga pintu Labirin"
para Jendral yang mendengar perintah Ling Xinyu hanya terdiam mereka ragu untuk menerima perintah itu karena tidak ada konfirmasi dari Diana sang Ratu mereka
"Apakah kalian tuli, Perintahnya adalah perintahku" Bentak Diana membangunkan mereka dari Keraguan nya.
"Baik yang Mulia " balas mereka dengan serentak dan kemudian bubar menyiapkan Pasukan sesuai perintah Ling Xinyu.
"Apakah ini baik baik saja Ratu" Kata salah satu tetua Drak Elf yang berada disamping Diana
"Bocah itu mempunya banyak rahasia, dan asal kalian tau, kekuatan nya yang di Ranah Saint itu Hampir sama dengan kekuatanku"
Sontak pernyataan dari Diana Ini, membuat para tetua Kini kembali terkejut. bagaimana tidak setau mereka perbedaan antara Saint Spirit dan Heaven Spirit bagaikan langit dan bumi. pernyataan Diana membuat meragukan tentang hukum Rimba Dunia.
__ADS_1