
Hah.... hah... hah....
Suara nafas Liliana tersenggal senggal
"Bukan nya hanya sebentar saja kutinggal ?
kenapa dia sudah kelelahan" tanya Ling Xinyu kedalam benaknya sendiri, dia merasa sangat kasian dengan kondisi Liliana sekarang, dia ingin menghentikan nya sekarang juga !
tapi dia kembali teringat akan tujuan Liliana, dia ingin menjadi kuat.
dia terus memandangi Liliana dari kejauhan, dibawah pohon yang rindang, dia melihat tubuh indah Liliana yang semakin terpoles ketika berhadapan dengan rintikan keringat nya, dia kemudian menggelengkan kepalanya menghilangkan fikiran kotor itu dengan segera.
"hei.. apa yang dilakukan olehnya ?"
tanya Ling Xinyu kepada seorang Prajurit yang kebetulan lewat disampingnya tanpa permisi
"Oh anda......an anda tuan pahlawan, maafkan kelancangan hambamu ini" timpal dia dengan terbata-bata ketakutan menyadari sosok yang telah ia lewati begitu saja adalah sosok yang menjadi pembincangan hangat di dalam istana akhir akhir ini.
"Sudahlah .. cepat jawab saja"
"Bukan nya hamba tidak menjawab tuan, hamba sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan tuan putri !
sedari tadi dia berlari larian sekuat tenaga mengelilingi istana"
"cih.... sudahlah, lanjutkan pekerjaanmu"
"baik tuan..." balas sang prajurit yang menundukan kepalanya kemudian beranjak pergi menuju tempat pelatihan nya, baru baru ini para tetua meminta para jendral untuk melatih para prajurit, setidaknya agar mereka mempunyai pengalaman dalam berhadapan dengan musuh, Ling Xinyu juga berfikir demikian setidak nya dengan begitu, mereka tidak memakan gaji buta, bisa saja dia melatih beberapa prajurit, tapi!
dia yang sekarang masih terlalu malas melakukan hal itu mengingat sebentar lagi dia akan menerobos ke tahap selanjutnya, setidaknya paling lambat seminggu lagi kalau saja dia bermalas malasan.
Di bawah pohon rindang ini Ling Xinyu mencoba memikirkan kebodohan Liliana, seharus nya dia berlari secara pelan terlebih dahulu, dia yang sudah muak dengan kebodohan gadis itu segera menghilang dari bawah pohon, meninggalkan jejak rerumputan pertanda telah digunakan alas oleh seorang pemalas yang sedang merebahkan dirinya.
Ling Xinyu muncul tepat 30 cm dibelakang tubuh Liliana.
__ADS_1
jduakk...
suara Liliana yang terjatuh secara tiba-tiba karena tarikan yang diberikan Ling Xinyu ke pundaknya.
"Liliana, ingat!
tak peduli dalam ke adaan apapun, kau harus menjaga kewaspadaan mu itu, dan bukan nya aku sudah bilang kau harus menghemat energy mu itu, lantas kenapa sedari tadi kau berlari sekuat tenaga" Pirangatan Ling Xinyu terhadap Liliana
Liliana hanya tertunduk di atas rerumputan mendengarkan ceramah Ling Xinyu, dia selalu merasa salah ketika dihadapan bocah di hadapannya itu.
"Aku hanya ingin secepatnya menjadi kuat" jawab Liliana yang masih menundukan wajah nya
"Huh.... semua itu butuh usaha, bukan memaksa" Lanjut Ling Xinyu yang kemudian merangkul memasukkan Liliana kedalam gendongan tubuh kecilnya.
Ling Xinyu sengaja tidak ingin berteleportasi, dia ingin Liliana bersantai di pelukan nya, itung-itung olahraga, lagipula ia juga mendapatkan imbalan dari pemandangan badan Liliana yang sangat menggairahkan.
tak terasa ia berjalan jalan di lorong Istana sembari menggendong sosok Liliana, kini dihadapan nya adalah sebuah pintu menuju kamar Liliana
Ling Xinyu yang tak segera mendengar jawaban dari Liliana, mencoba melihatnya, ternyata dia sudah tertidur didalam pelukan hangatnya.
"Kamu sudah berusa" ucap Ling Xinyu dengan pelan di lanjutkan dengan langkah kakinya kedalam kamar, dia kemudian meletak kan gadis itu dengan pelan di atas ranjang, dia mencoba menari kursi ke arah jendela, mencoba melihat keindahan langit di sore hari.
Dia memikirkan kedepan nya, semua terasa begitu berat baginya, membayangkan kekuatan Drack Witch sudah meningkat sepesat itu, bahkan meskipun mereka masih belum bisa keluar dari sebuah Dungeon mereka sudah bisa menggunakan para Zhoul
untuk menyerang sekitarnya, sedangkan dari pihak ke Empat Ras ?
mereka sangat lemah ?
Ntahlah, meskipun nantinya ia akan menjadi yang terkuat, tetapi tetap saja semua merasa berat jika ia lakukan sendirian,
apa yang harus ia lakukan ?
melatih mereka semua ?
__ADS_1
jangan bodoh, dia takkan pernah sanggup melakukan hal itu, apalagi mungkin belum tentu mereka mau.
perjalan nya masih panjang, dia tidak tau apa yang akan ia hadapi kedepan nya, mengalahkan Jendral Drack Witch itu saja sudah membuat ia kuwalahan, memang ia cepat kuat, tetapi tetap saja itu butuh proses,
kesampingkan itu dulu, ia masih harus mencari orang tua pemilik tubuh ini, mungkin setelah keadaan dari Ras Elf ini membaik.
mungkin liliana saat itu juga ingin memaksa ikut, yah lagipula pada saat itu juga Liliana pasti memiliki sedikit kekuatan untuk menjaga diri, itung-itung ada teman perjalanan
itu dia !
teman perjalan !
bukan nya mereka nantinya juga menjadi kuat?
dengan begitu seridaknya ada yang bisa membantu ia mengurangi beban di pundak kecilnya itu.
tapi siapa ?
selain Liliana, ia sama sekali tidak memiliki teman lagi, ia kemudian teringat akan Seven Treasure
Ah bagaimana jika aku mencari mereka?
menurutnya lebih baik dia mencari ketujuh pengguna Seven Treasur, karena jika ia menjadikan pemilik dari Seven Treasure sebagai teman perjalanan nya, disamping itu tidak mungkin pemilik Seven Treasure bisa menghianatinya, lagipula di masing-masing
senjata itu terdapat roh yang akan mengetahui siapa itu Ling Xinyu, tentu saja dengan hanya sebuah perintah ringan, roh-roh itu akan setuju tanpa berberat hati kepada Ling Xinyu, bahkan meskipun itu perintah untuk membunuh pemiliknya sendiri, ini dikarenakan di mata mereka Ling Xinyu merupakan sosok yang mutlak ketika memberikan sebuah perintah, Ling Xinyu sendiri masih belum sempat berbicara kepada sosok roh yang berada di dalam busuh Liliana, banyak hal yang lebih penting yang harus dia utamakan, seperti pelatihan Liliana sekarang, entahlah dia juga tidak tau apakah liliana pernah berkomunikasi dengan roh di dalam senjatanya itu.
dia kembali memikirkan masalalunya, ketika ia masih memegang pedang pemberian para dewa itu, pedang itu ia beri Nama Oath, Oath juga merupakan sosok roh pedang yang sudah mengejarinya berbagai hal, dari bertarung, berfikir, dan banyak hal lain nya, bersama Oath pula ia mengalami situasi hidup dan mati yang tak terhitung jumlahnya, ia merindukan sosok Oath yang merupakan sosok sepuh berambut putih yang sangat dingin, bahkan kepada dirinya.
tapi ia tak mungkin bertemu kembali dengan Oath di kehidupan ini, karena dengan adanya Seven Treasure, Jiwa Oath juga terpecah menjadi Tujuh bagian, dia bisa saja menyatukan Seven Treasure dan kemudian membangkitkan jiwa Oath lagi, tapi Ling Xinyu sangat tak ingin menuruti ke egoisan nya itu, bagaimanapun Seven Treasure adalah harapan terakhir dunia ini ketika suatu saat nanti ia benar benar lenyap dari dunia yang disebut Bumi ini.
Tanpa Ling Xinyu sadari, ia tertidur dengan setetes air mata yang mengalir dari sudut mata kecilnya itu, ia sangat merindukan sosok Oath, ia ingin bertemu kembali sekali dengan nya walaupun cuma di dalam mimpi.
Kemudian ia benar benar bertemu dengan Oath di mimpi panjangnya disitu ia mendapati Oath yang hanya menatap nya dengan raut wajah pilu....
__ADS_1