Blody Deathly(Novel Broken)

Blody Deathly(Novel Broken)
Setidaknya Kalian Punya Otak


__ADS_3

"Bagus" Ucap Ling Xinyu yang melihat Fortaz dan Diana sudah mulai berkoodirnasi serangan nya, dilain sisi Diana yang ahli dalam menghindar dan menahan serangan musuh, Fortaz juga ahli dalam hal memberikan serangan, tentunya ini merupakan sebuah peningkatan yang tak bisa diremehkan.


Ling Xinyu segera mengambil kuda-kuda mencoba melumpuhkan Fortaz terlebih dahulu, ia dengan cepat berada di hadapan Diana kemudian tersenyum menghantam Diana dengan kepalan sekuat kuat mungkin


Duarrr....


Suara Diana yang menghantam dinding castil itu


Namun, disaat saat terakhir Diana dengan susah payahnya bisa menahan serangan Ling Xinyu dengan kedua tangan nya, meskipun Fisik nya terbilang lemah jika dibandingkan dengan Ling Xinyu setidaknya ia berhasil menimalisir serangan Ling Xinyu


Ling Xinyu tersenyum menunjukkan deretan giginya, sepertinya tujuan nya tercapai, memisahkan mereka berdua itu tujuanya, Ling Xinyu yang masih berdiam ditempat segera melesat ke arah Fortaz yang masih melihat Diana yang tertanam di dinding itu.


"Hei, kenapa kau mengalihkan pandanganmu" kata Ling Xinyu yang langsung berbisik di samping telinga Fortaz.


Fortaz yang terkaget akan kehadiran Ling Xinyu yang berada di samping nya itu, segera melesatkan pukulan berupa tonjokan menuju wajah Ling Xinyu, bukan Ling Xinyu namanya jika harus terkena serangan itu, ia sedikit memiringkan kepalanya membiarkan serangan fortas melewati udara kahampaan, setelah itu ia segera menggemgam erat tangan Fortaz mengangkatnya ke udara kemudian membantingkan nya, itu terlalu mudah seperti membalik kan tahu bagi Ling Xinyu yang selalu melatih fondasi Fisiknya.


Jduakkkk...


Suara Fortaz yaang tertanam kedalam tanah sekalian dengan suara 'doble kill'


Pertanda Ling Xinyu mengalahkan kedua lawan nya dengan berturut turut


"Pelajaran ke empat, gunakan otak kalian ketika sedang bertarung" Jelas Ling Xinyu yang membiarkan mereka berdua mencoba berdiri dari kubangan bekas hantaman masing masing tubuh mereka itu, layaknya seorang mayat yang mencoba kluar dari liang lahat dalam drama Azab.


Ling Xinyu merasa iba melihat keadan mereka, lagipula seorang Heaven mana mungkin tumbang semudah itu, setidaknya disamping luka luka mereka yang menghasilkan rasa sakit yang lumayan, karena Ling Xinyu sama sekali tak menahan kekuatan nya, luka itu juga menghasilkan sebuah pengalaman dan wawasan untuk mereka berdua kedepan nya.


Ling Xinyu yang sudah melihat mereka berhasil berdiri segera melesat kembali sekali lagi mencoba mempermainkan mereka, namun tak seperti yang diharapkan, Diana segera maju menahan pukulan Ling Xinyu, mencoaaba mengunci tangan musuh dihadapan nya itu,


'Ugh' ......

__ADS_1


Erang Diana yang terdorong ketika harus menahan serangan kuat Ling Xinyu


Ling Xinyu yang menyadari seorang Diana mencoba menahan tangan nya, ia dengan sengaja tak mencoba melepaskan tangan itu, segera ia membating tubuhnya berputar se arah jarum jam, mencoba menendang tengkuk Diana.


Diana yang melihat sebuah tendangan mengarah ke lehernya segera menunduk tanpa melepaskan tangan Ling Xinyu, belum Ling Xinyu menyetabilkan pijakan nya ia berteriak


"Fortaz sekarang"


Segera Fortaz berlari ke arah mereka kemudian mencoba menghujani Ling Xinyu dengan tendangan yang di arahkan langsung menuju punggungnya.


Segera Ling Xinyu menarik Diana yang sedang menahan tangan nya itu tuk digunakan sebagai perisai.


'Ughh,


Kembali erang Diana yang terkena serangan Fortaz


"Kakak, apakah kau baik-baik saja" kata Fortaz yang merasa bersalah akan kejadian yang menimpa kakaknya barusan.


"Apakah kau bodoh, jika kau terus menuruti peraturan kesratia bodohmu itu didalam sebuah pertarungan, maka sudah di pastikan saat itu juga kau segera menjadi mayat" Jawab Ling Xinyu yang memincingkan salah satu matanya


Fortaz berkedut mendengar itu, 'memang benar, tapi bukun nya berlebihan jika dilakukan dalam pelatihan seperti ini ?' Fikir nya.


"Sudahlah, yang dia katakan itu benar, didalam sebuah pertarungan tak ada aturan bahkan banyak juga yang menggunakan kecurangan" Kata Diana yang sudah mencoba bangkit sekali lagi.


"Pelajaran terakhir, musuk takkan pernah membirakan kata seperti kesempatan kepada musuhnya sendiri "


Ling Xinyu dengan cepat mencoba mengakhiri semua ini, namun ada hal yang tak terduga terjadi, Fortas yang sebelumnya hanya menyerang, sekarang ia menahan serangan Ling Xinyu.


"Bagus" Ucap singkan Ling Xinyu.

__ADS_1


Ia kembali mencoba menggempur siapa saja yang menghalangi serangan nya, tak peduli itu Fortaz maupun Diana, mereka kini bertarung dengan sengitnya, dengan tekad yang menggebu gebu Diana melakukan bermacam rencana kecil yang menjadikan sosok Fortaz sebagai pengesekusi rencana tersebut, sesekali Ling Xinyu hampir terjebak kedalam rencana mereka karena kekompakan di antara keduanya patut di akui oleh Ling Xinyu sendiri


"Hah.... hah..... hah..." Suara deruan nafas tak karuan di dalam sengitnya pertarungan antara ketiga mahluk kuat ini.


"Kita sudahi saja latihan hari ini, dan jangan lupakan apa yang aku katakan barusan" Ucap Ling Xinyu yang melihat keduanya sudah bernafas tak karuan, sebelum ia membuka teleportasu ia mengucapkan sesuatu lagi


"Oh ya Diana Setelah ini, kau Latihlah Liliana dalam hal bertahan dan menghindar, aku mengantuk, sebaiknya kalian juga segera berlatih meningkatkan fisik lemah kalian itu"


"Gate" satu kata yang di ucapkan dengan uapan Ling Xinyu


Setelah ketiganya, Sampai di suatu ruangan yang biasanya di sebut ruangan pribadi ini, Ling Xinyu kembali lagi meghilang bagaikan jalangkung, memang ia sedikit mengantuk, tapi itu bukan alasan utamanya, sebenarnya ia sedikit ingin mencari sesuatu di dalam Cincin milik huanran yang nantinya bisa berguna bagi pelatihan Liliana.


Di dalam sebuah kamar terdapat seorang bocah dengan tumpukan berbagai macam tumbuhan dan kita kitab di sekeliling nya,


"Agrrrrrrh, apa yang harus ku berikan padanya"


Dia mengobrak abrik mengeluarkan semua isi Cincin spasial milik Huanran,


"Apa ku berikan saja Cincin ini kepadanya"


Ling Xinyu menggelengkan kepalanya melihat Cincin bermotif bunga berwana merah di jari manis nya, Cincin ini salah satunya peninggalan Huanran tidak mungkin jika ia harus memberikanya kepada orang lain.


'Ah aku harus mencari sesuatu yang bermanfat baginya saat ini'


Desah Ling Xinyu yang ingin memberikan sedikit bantuan untuk meningkatkan pelatihan Liliana


Dia dengan sabar menjelajahi isi cincin Huanran yang lumayan luas, dari setumpukan emas sampai berbagai macam sumberdaya, tak luput di keluarkan nya


"Ah ini bukan nya Apel perak"

__ADS_1


Ling Xinyu menemukan beberapa buah apel yang berwarna perak, apel yang memiliki takstur kulit yang keras tapi tidak dengan isinya, cara mengelupasnya pun harus menggunakan energy, apel ini berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dari otot, daging, hingga tulang.


Menurutnya apel ini sangan berguna bagi Liliana yang sekarang, mungkin dengan mengonsumsi apel ini Liliana memiliki kualitas fisik yang bisa di andalkan.


__ADS_2