Blody Deathly(Novel Broken)

Blody Deathly(Novel Broken)
Kemenangan Dan Awal Dari Kehancuran


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang bernuasa bersih dan rapi terdapat seorang yang tertidur diatas ranjang dengan ditemani seorang wanita yang duduk disamping ranjangnya wanita itu terus menatap kosong wajah Ling Xinyu,


Sudah seminggu lamanya Ling Xinyu terbaring di ranjang perawatan dia cukup menerima luka yang lumayan serius, dia mengalami pendarahan hebat seminggu yang lalu, dan seminggu juga Liliana slalu berada disampingnya tanpa menghiraukan orang orang yang menyeruhnya tuk beristirahat dan makan, dia merasa sangat terpukul melihat keadaan Ling Xinyu yang berada di gendongan Fortaz seminggu lalu, Dia melihat seorang anak kecil berlumuran darah sigendong oleh Fortas, awalnya dia mencoba berfikir positif karena menurutnya mustahil orang sekuat Ling Xinyu terluka separah itu, tetapi semakin dia mencoba mendekat semakin dia merasakan ke khawatiran, hingga dia melihat langsung sosok yang di gendong paman nya itu


dia menjerit memaki maki ibunya serta memaki maki dirinya sendiri karena ia lemah,


namun jeritan itu harus puas terhentikan ketika dia pingsan, semuanya terasa masuk akal baginya perasan ke khawatiran yang dia rasakan dari pagi itu dan juga perasaan gelisah, gundah dari dalam lubuk hatinya


Tanpa ia sadari sang ibunda sudah berada tepat dibelakang gadis itu melihat wajah anak nya yabg terlihat sangat sedih,


"Hei Liliana" ucap Diana yang langsung di acuhkan oleh Liliana entah dia mungkin sedang merajut atau tidak dengar.


sang ibu yang tak melihat adanya reaksi dari anaknya itu, segara mengambil kursi dan duduk disebelahnya


"Liana, apakah kau tahu !


sebelumnya aku juga tidak mengijinkan nya tapi dia sangat memaksa, pada saat ibunda memerintahkan para prajurit istana dia berkata (berhentilah menyia menyiakan nyawa orang yang lemah)"


kata Diana sembari menundukan kepalanya


dia juga merasakan rasa yang amat bersalah dengan kondisi Ling Xinyu yang sekarang


"Hei diana mungkin, jika ibunda atau paman fortaz yang memeriksa dungeon itu ! ,maka bisa di pastikan jasadlah yang hanya bisa dibawa pulang "Lanjutnya


sontak Liliana yang mendengar itu kaget ! bagaimana tidak seorang sekuat ibundanya bisa mati dengan mudah di dalam dungeon itu!


dia segera menepis fikiran itu karena menurut dia pribadi Ling Xinyu sendiri bisa selamat bahkan meratakan dungeon itu kenapa ibunya yang lebih kuat bisa berkata demikian ?


Diana yang melihat apa yang difikirkan anaknya itu melanjutkan


"Hei apakah kau tahu pada saat itu sebenarnya ibunda bertarung dan kalah dari bocah kecil ini"


sekali lagi Liliana dikejudkan oleh Ling Xinyu, sepertinya Hukum dunia tidak berlaku bagi bocah yang sedang terbaring dihadapan nya itu.


Diana juga tak luput menceritakan pertarungan pertarungan dirinya dengan Ling Xinyu kemudian dia menyimpulkan


"Siapa yang bisa membuat bocah ini terluka hingga sedimikian rupa? "

__ADS_1


kata kata dari mulut Diana menyebabkan atsmosfer menjadi Dingin, Fortaz yang juga berniat menjenguk Ling Xinyu diam terpaku di pintu mendengar apa yang dikatakan adiknya itu.


"Huft ... lupakan itu kita akan tahu disaat bocah ini bangun, dan kau Liliana segeralah makan dan istirahat, biarkan ibunda yang menjaga bocah ini " Hela Diana


"Kakak cepat kau bilang kepada para tetua agar siap jika terjadi rapat dadakan"


"baik" kata Fortaz yang bahkan belum melangkahkan kakinya kedalam ruangan


Setelah keduanya beranjak dari Ruangan ini, tersisalah dua sejoli yang sedang memadu asmara, Diana menatap Ling Xinyu dengan ekspresi Welas asih karena menurutnya sikap yang ditunjukan Ling Xinyu sama dengan sikap pahlawan yang sering diceritakan turun temurun oleh kakek neneknya


dia sudah menganggap Ling Xinyu lebih dari anaknya sendiri , meskipun Ling Xinyu sangat arogan tetapi dia akan berusaha melindungi siapapun yang ada disampingnya bahkan seperti sekarang dia hampir mengorbankan nyawanya. mungkin jika Ling Xinyu bukanlah seorang anak anak dia akan segera meminang Ling Xinyu dan memadu kasih dengan nya.


"Apa yang aku fikirkan"


keluh Diana yang merasa bodoh terhadap dirinya sendiri


Ling Xinyu mencoba membukakan matanya yang terasa berat semakin matanya terbuka dia hanya melihat warna putih yang merupakan atap dari ruang kesahatan


"Apakah aku disurga "


"Sepertinya betul, aku disurga dan sedang ditemani bidadari Besar"


pletak....


Diana Langsung memukul kepala Ling Xinyu


"Apakah kamu bodoh, seharusnya orang sepertimu ditungu tunggu oleh yama di nereka"


"Ah ah ah "Erang Ling Xinyu yang merasakan sakit di kepalanya


"Maafkan aku" Lanjut Diana yang segera mengelus ngelus kepala Ling Xinyu


"Apakah ini terhitung sebagai kasih sangang mertua "


pletak....


pada akhirnya kepala Ling Xinyu menumbuhkan dua benjolan yang sedang bertumpang tindih , dia kemudian mengambil posisi bersila menatap Diana dengan tajam

__ADS_1


"Ada apa dengan wajahku"


"aku tidak yakin jika kau adalah se ekor janda"


jawab Ling Xinyu secara langsung


"hah... sepertinya aku berlebihan dengan mengkhawatirkan mu " Desah diana mencoba menahan emosi yang kini sudah siap mledak kapan saja.


"aku baik baik saja cuma kehilangan sedikit darah karena menggunakan teknik yang besar"


"sukurlah Liliana sangat menghawatirkanmu sampai lupa dengan kondisi dirinya sendri"


"berapa lama aku pingsan "


"sekitar satu minggu"


"apa !" spontan Ling Xinyu beranjak dari tempat tidurnya sebab dia merasa bersalah karena membuat Liliana khawatir terhadap dirinya


Diana yang melihat itu tak tinggal diam dia segera mendekap Ling Xinyu dan merobohkan nya...


"Jangan bodoh, dia sedang istirahat, daripada melakukan hal bodoh lebih baik kau ceritakan mahluk apa yang kau hadapi"


Ling Xinyu kemudian menceritakan dari awal pertarungan nya yang kemudian dilanjutkan dengan cerita dia disaat menghadapi salah satu jendral Drack witch yang kekuatanya setara dengan Diana bahkan mungkin lebih besar dia kemudian menceritakan bahwa dia berniat kabur sejak awal tapi sang jendral menggunakan trik licik sehingga ia tidak bisa mengeluarkan sihirnya dan ini yang menyebabkan kondisinya separah sekarang


Diana yang mendengar cerita itu dari awal kaget ! dia sangat merasa tertekan disamping dihantui oleh kekuatan dari klan demon para mahluk sialan itu sudah mempunyai kecerdasan bahkan kekuatanya sudah tak bisa diremehkan, dia tak berani membayangkan jika terjadi perang besar lagi ,


disamping itu kekuatanya dan rakyatnya sekarang benar benar lemah di hadapan mereka para Drack Witch yang sudah mulai menampakkan dirinya pertanda perang sudah akan dimulai sekali lagi entah itu berapa tahun kemudian ....


dia mencoba menenangkan dirinya sendiri setidaknya salah satu jendral sudah dikalahkan oleh Ling Xinyu setidaknya itu sudah cukup untuk mengurangi kekuatan mereka yang sekarang


"Apakah kau tau disaat saat terakhir Jendral itu hampir berhasil selamat karena ada seseorang dari klan demon menggunakan gulir teleportasi , tapi sayangnya dia harus meninggal karena ledakan yang kupaksakan "


tubuh Diana segera bergetar hebat mendengarkan penjelasan Ling Xinyu.


ini sudah gawat !


bagaimana mungkin mereka berdua beraliansi

__ADS_1


__ADS_2