Blody Deathly(Novel Broken)

Blody Deathly(Novel Broken)
Bertemu Sang Mertua Besar


__ADS_3

Kini mereka berdua sedang menikmati kecanggung an antara Ling Xinyu dan gadis itu mereka sedang bersantai di bawah pohon,


Ling Xinyu yang sudah mulai tidak tahan dengan keaadan canggung ini ingin memulai pembicaraan, ya dia sudah membulatkan tekad nya,


"Ekhemmmm"


seru Ling Xinyu


"SSIS ....Siapa namamu Elf cantik, dan mengapa kamu bisa di hajar kucing besar itu" kata Ling Xinyu dengan terbata bata menyembunyikan rasa malunya bagaimanapun Ling Xinyu jarang berhubungan dengan seorang wanita, dia hanya bisa menggoda saja


" mmmnnn.... Namaku Liliana, biasanya aku di panggil Lili" kata wanita itu sambil merunduk menahan malu, kemudian dia menceritakan semuanya.


dari awal dia sedang disuruh berlatih di pinggiran hutan ini oleh ibunya dan kemudian di temani pengawal pengawal nya, tapi karena Liliana sangat malas berlatih dia hanya mengejar kupu kupu yang indah sampai masuk ke dalam hutan dan kemudian bertemu Kucing tadi


Ling Xinyu yang mendengar penjelasan nya mengerutkan kening, bukan nya gadis ini terlalu bodoh, pikir Ling Xinyu.


Ling Xinyu mengetahui bahasa mereka karena setelah adanya dekrit perdamaian dulu kesemua ras sepakat untuk menggunakan bahasa seperti yang di gunakan Ling Xinyu sekarang.


"hahh..... untung saja ada aku di sekitar sini tadi kalau tidak mungkin sekarang kamu di temani dua malaikat untuk pergi ke surga" kata Ling Xinyu sambil menghela napas nya


"em em" jawab Liliana dengan singkat


"Kalo boleh tau siapa namamu dan bagaimana kamu bisa ada di hutan ini "kata Liliana yang mencoba membuang rasa malunya .


"hahah..... sungguh tidak sopan aku ini, namaku Ling Xinyu, dan aku ada di hutan ini sudah sejak kecil, kata guruku dia menemukan ku di gua sana "


kata Ling Xinyu sambil mengarahkan telunjuk nya ke gua yang ada di bukit sebrang .


Liliana yang mendengar Ling Xinyu sudah lama ada di hutan ini membalak kan matanya,


kenapa dia masih hidup sampai sekarang?


dan siapa guru nya ? murid nya saja sudah sehebat ini bagaimana dengan gurunya?


pikir liliana.


"ngomong ngomong dimana guru mu saat ini, dan kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi " Liliana berkata sambil menatap wajah Ling Xinyu erat erat, bukan nya dia terlihat seperti anak kecil? .


"ah mengapa kamu memandangiku seperti itu, oh pasti wajahku yah emang begini bertahun tahun terakhir aku sama sekali tidak mengalami pertumbuhan kecuali bagian bawah pusar hahah..... dan Guruku sudah meninggal dua tahun yang lalu, dia memberikan sebagian kekuatan nya kepadaku, dan satu lagi aku sebenarnya masih berumur 9 tahun tetapi sifat dan cara berfikirku berubah setelah Guru memberikan sedikit kekuatan nya" kata Ling Xinyu yang berbohong, karena akan jadi masalah jika dia jujur.


Liliana yang mendengar itu melotot tak percaya bahwa anak di depan nya memang lah bocah tetapi kekuatanya saja sudah melebihi orang dewasa, dan apalagi maksudnya barusan, di bawah pusar ?


Liliana yang menyadari itu mukanya kian memerah, entah kenapa meskipun dia di goda oleh seorang bocah tapi rasanya seakan akan di goda oleh pangeran suatu kekaisaran


Ling Xinyu yang melihat Liliana memerah mencoba bertanya


"oh ngomong ngomong aku bagian dari Klan Ashura " kata Ling Xinyu dengan santainya


"em itu aku sudah tau dari sihirmu tadi, tapi bolehkah aku sedikit bertanya" Liliana memiringkan kepalanya sambil menatap lekat Ling Xinyu


"oh silahkan.. asalkan jangan Lamar aku"


ucap Ling Xinyu


Liliana yang sudah tidak tahan lagi mencubit pinggang Ling Xinyu hingga Ling Xinyu menjerit kesakitan


"Berhenti menggodaku lagi bocah nakal, dan kenapa tadi kamu bisa mengeluarkan sihir tanpa matra " Kata Liliana yang sedang mengembungkan pipinya

__ADS_1


"ahhahaha,,,itu adalah kelebihan calon suamimu ini "


Liliana yang semakin menjadi jadi mendengarkan omong kosong Ling Xinyu beranjak meninggalnya tapi tiba tiba Ling Xinyu muncul di hadapan nya sambil berkata


"Kemana Tujuan mu cantik biarkan suamimu ini menemani, bahaya bagi se ekor wanita besar sepertimu berjalan di hutan yang seram ini"


Liliana yang sudah mulai terbiasa dengan Kekonyolan Ling Xinyu cuma menghentak kan kakinya dengan raut wajah kesal


"aku mau pulang " kata liliana


Ling Xinyu termenung mencoba memikirkan cara agar bisa mengantarkan gadis di depan nya itu, tapi dia sama sekali tidak paham akan peta dunia yang sudah berubah sejak ratusan taun silam.


"emm aha "Ling Xinyu yang sudah menemukan caranya segera menyuruh Liliana berfikir seperti apa rumah yang mau di datanginya ....


"buat apa "kata liliana dengan penasaran akan hal yang di lakukan Ling Xinyu


"sudahlah cepat "


"baiklah " Liliana menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya mencoba berfikir seperti arahan Ling Xinyu,


setelah itu Ling Xinyu menyentuh kening Liliana.


"apa yang mau kau lakukan"Liliana yang merasa kening nya tersentuh bertanya tanya


"Diam lah "Bentak Ling Xinyu yang mulai merasa emosi akan kebodohan liliana


"Gate"


blinkk.....


mereka menghilang bagaikan ketiadaan


jdakkkkk.......


scene romantis di drama drama korea terjadi Ini karena Ling Xinyu lupa menyetabilkan Laju alur Waktu, mereka saling bertindihan di atas Ranjang yang sangat besar, Ling Xinyu berada di atas Liliana dengan muka yang polos karena selamat mendarat di kasur, sementara Liliana hanya diam terkejud karena sudah berada di kamar nya, bukan nya ini teleportasi ?


Ling Xinyu segera terkejut dari lamunan nya, tunggu kamar mengapa orang bodoh ini membayangkan kamar ?


pikir Ling Xinyu yang sudah mulai gelisah


tak lama setelah itu terdengar suara Pintu yang di buka .......


kriiieeeekkkk.......


sepertinya yang Ling Xinyu Khawatirkan benar benar terjadi


sementara dia dan liliana masih dalam posisi bertindihan


sosok di balik pintu nampaknya sangat shock melihat pemandangan yang indah ini


"ibuuuuu... "kemudian liliana memanggil dia ibu?


tunggu, Ling Xinyu merasakan dingin di sekujur tubuhnya ...


"Liliana ibu sangat meng khawatirkan mu, dan sedangkan kamu bermain di sini dan kau siapa bocah nakal" kata wanita yang liliana panggil ibu, dia parasnya tak kalah indah dari Liliana sendiri namun menyeramkan


"ibu mertua tunggu ini kesalah pahaman

__ADS_1


tolong biarkan yang mulia ini menjelaskan" kata Ling Xinyu yang merasakan aura yang bocor dari Ranah Heaven Spirit seorang ibu mertua


"hahaha salah paham katamu ? " Lingkaran sihir berwar biru muncul di tangan kirinya


"ibu mertua katamu " dia mulai berkomat kamit melatunkan mantra


"dan yang mulia " ..........


"Magic Art Thundher Blaz"


muncul ular ular kecil berwarna biru chian dari dalam Lingkaran sihir Kemudian Ular ular itu melaju dengan kecepatan suara ke arah Ling Xinyu


Ling Xinyu yang mengetahui serangan yang begitu besar dari sang mertua mengarah padanya, tak tinggal diam,


dia merangkul Liliana dan bersiap ..


"void canceled "


jduarrr ......


ledakan yang mengguncang seisi kamar


terjadi karena Lingxinyu Membatalkan sihir itu namun karena kesenjangan ranah bukan nya hilang malahan sihir itu meledak paksa.......


untung saja kamar tersebut tercipta dari batu bata anti sihir yang bisa meredam sihir sehingga tidak terjadi kerusakan yang parah


"Gate"


kata Ling Xinyu yang menghilang sebelum kepulan asap lenyap dia kemudian muncul dibelang mertua dan sudah siap menggunakan sihirnya


"Frozen cloud " Ling Xinyu langsung membekukan sang mertua yah bagaimanapun terdapat kesenjangan Ranah Ling Xinyu hanya bisa membekukan nya sementara dan itu sudah cukup baginya


"Hei ibu mertua... apa kau berencana membunuh Liliana, setidaknya dengarkan penjelasan kami " Kata Ling Xinyu yang melihat es abadinya mulai sedikit demi sedikit retak


ckraaaakkk...


suara es hancur


tetapi sang mertua masih diam menatap tajam ling Xinyu,


Siapa bocah ini?


kenapa dia begitu hebat di umurnya yang terbilang dini?


apa itu tadi kenapa dia bisa meledak kan paksa sihirku?


bagaimana dia bisa mengilang begitu saja tanpa menggunakan item sihir?


dan sejak kapan Seorang Heaven Spirit di tekan oleh seekor Saint spirit?


pikir nya.


"ah jangan kaget, apakah kau tau tadi itu Es abadi setidaknya kalau aku berada di ranah saint puncak, itu sudah bisa membuatmu merasa sangat kedinginan, dan merindukan pelukan yang mulia ini"


Liliana yang mendengar itu segera mencubit pinggang Ling Xinyu sekeras kerasnya


"ampun ampun tuan putri " teriak Ling Xinyu.

__ADS_1


sedangkan sang mertua cuma menatap kosong ke arah mereka dia berfikir sangat keras


"bukan nya Liliana pendiam"


__ADS_2