Blody Deathly(Novel Broken)

Blody Deathly(Novel Broken)
Sekumpulan Daging Tua


__ADS_3

Hari ini, Ling Xinyu sedang melatih se orang Liliana sekarang adalah hari kedua setelah kesembuhan nya.


untuk kemarin Liliana sama sekali tidak mau berlatih dia terus melekat dan memegangi Ling Xinyu, tak peduli bahkan jika itu di depan umum, Ling Xinyu yang deperlakukan dengan demikian sama sekali tidak merasa risih, jujur dia sangat merasa bersalah karena telah membuat Liliana mencemaskan nya.


Sekarang Liliana sudah mulai mahir dengan Kontrol Elemen nya dia sering memecahkan botol dengan cara memasukan Angin kedalam botol tersebut kemudian


Cklang......


Suara botol ke sekian yang berhasil dipecahkan Liliana.


"Lumayan kau memiliki kemajuan yang pesat, dan ingat gunakan energymu seminimal mungkin, barusan kau terlalu banyak menggunakan Kynergi untuk sebuah botol kaca" Ling Xinyu mencoba memperingatinya


"Baik" jawab Liliana singkat


"Apakah Xinyu gege yakin? sudah merasa baikan"


"Lihatlah, Aku sehat, bahkan tidak pernah sesehat sekarang" jawab Ling Xinyu yang melihat ke Khawatiran Liliana


"Sudahlah, Liliana sekarang aku akan mengajarimu sebuah teknik bertarung dengan tangan kosong"


Liliana yang mendengar itu mencoba bertanya namun tidak berani mengungkapkan nya


"Katakanlah !" kata Ling Xinyu yang melihat raut muka Liliana


"Bukankah aku seorang Mage ?


kenapa aku harus belajar seni bertarung? "


Platak....


suara jentikan jari Ling Xinyu yang mendarat di dahi Liliana.


"Ugghhhh..." Erang Liliana sembari mengusapi keningnya yang memerah.


"Apakah kamu bodoh ?


Kelemahan terbesar seorang Mage terletak di pertarungan jarak pendeknya, jika kau sama sekali tidak memahami pertarungan jarak pendek, apa yang kamu lakukan" jelas Ling Xinyu yang kemudian tiba-tiba muncul di depan Liliana


"Ughrrr" lagi-lagi Liliana memegangi dahinya

__ADS_1


"apa salah dahiku ini" Kesal Liliana


"Sekarang kau segera lah berlari kelilingi istana ini, dan jangan berhenti sebelum aku bilang berhenti"


Liliana yang ingin membantah Ling Xinyu, tak bisa karena Ling Xinyu sudah menghilang dari hadapan nya, kemudian ia beranjak melakukan penasan dan segera melakukan apa yang di perintahkan.


Ling Xinyu sendiri segera berada di dalam ruangan yang berisi banyak sekali para tetua, seperti kata Diana kemarin, dan mereka semua sedari tadi sudah menunggu Ling Xinyu seorang, meskipun Ling Xinyu datang telat mereka sama sekali tidak berani berkata sepatah kata pun mereka semua jelas tidak bodoh yang mengetahui kekuatan sosok bocah kecil dihadapan mereka sekarang.


"Ekhem" suara Diana memecah keheningan


"Untuk mempersingkat waktu kita langsung memulai rapat ini"


"Seperti yang kalian tau beberapa minggu yang lalu muncul sebuah dungeon di dekat Hutan Fores, dan untuk kelanjutan nya silahkan kepada Ling Xinyu untuk menjelaskan detailnya"


Ling Xinyu menjelaskan detail seditail mungkin tentang apa yang sudah ia alami sepertihalnya yang dia ceritakan ke Diana kala itu.


mereka para tetua tentu saja sudah mendengar desas desus cerita Ling Xinyu, tapi ketika mendengar cerita itu langsung dari bocah kecil di hadapan nya mereka sama sekali tidak berani tidak terkejut.


mereka akhirnya tau seberapa besar kekuatan nyata bocah di hadapan nya.


"Setelah kalian mendengar penjelasan itu, tentunya kalian tau bahaya yang sedang menghantui dunia, oleh karena itu dibentuk nya rapat ini untuk membahas beberapa hal "


setelah menetahui hal itu apa yang sebaiknya kita lakukan" tambah Diana dengan penuh wibawa


"Sepertinya kita harus menghimpun kekutan dari generasi muda" jawab tetua satu yang merupakan se orang Elf dengan rambut berwana putih kehijauan, jawaban dari tetua itu langsung di balas dengan anggukan para tetua lainnya.


"Hahahhahah, apa kalian bodoh" tawa Ling Xinyu yang seketika disambut kerutan dahi dari para tetua


"Jangan lancang kau bocah, meskipun kau kuat, kau takkan sanggup melawan kami semua" Kata tetua yang berambut putih kehijauan tersebut yang mulai mengeluarkan auranya


"setidaknya aku bisa membunuh di antara kalian tanpa terluka" balas Ling Xinyu dengan angkuhnya


"Cukup !" bentak Diana


"Ling Xinyu segera berikan alasan yang sesuai dari perkataanmu tadi"


Ling Xinyu mengangkat kakinya mengambil posisi ternyaman di atas kursinya


"Huh... bukanlah sudah jelas ?

__ADS_1


bahkan putrimu yang berbakat itu hanya mengharap kematian ketika bertemu Zhoul ?


apalgi monster menjijikan itu? " jawab Ling Xinyu dengan sinis


"Itu bukan jawaban, melainkan hanya ejekan" Balas Diana yang agak kesal dikarenakan anak semata wayang nya di remehkan.


"tidak berani, tidak berani "


"Untuk generasi muda lebih baik kalian melatihnya sebaik mungkin, banyak di antara mereka yang kekurangan pengalaman"


jawaban Ling Xinyu sangat tidak terduga, kelemahan yang selama ini mereka coba cari ternyata adalah itu, generasi muda


"Mungkin dari mereka kalangan bawah memiliki banyak pengalaman karena mereka harus bertarung untuk satu suapan makanan, sedangkan dari kalangan Bangsawan?


Apa yang dilakukan cucu kalian?


dan kenapa malah orang orang bodoh seperti cucu kalian yang kalian jadikan pondasi negri ini bukan nya mereka tidak berpengalaman"


"Karena dunia sedang damai bukan berarti kalian harus mengabaikannya, tanpa kekuatan dan pengalaman bagaimana kalian akan melindungi orang orang di sekitar kalian" tambah Ling Xinyu


perkataan Ling Xinyu berhasil membuat seisi ruangan membeku karena keterkejutan akan fakta yang Ling Xinyu katakan, mereka mulai merenungkan kata kata itu meskipun sebuah kata yang terdengar dari seorang bocah tetapi dibalik kata itu tersimpan banyak kesan, mereka mulai memandangi Ling Xinyu dengan tatapan penuh hormat, sebelumnya mereka hanya mengira kalau saja Ling Xinyu sangat arogan karena kekuatan nya kini pandangan mereka berubah setelah mendengar kata-kata orang dewasa yang tidak seharusnya di ucapkan anak seumuran Ling Xinyu


"bukan kah kalau begitu kita harus membuat regu elit dari para prajurit" kata tetua kedua yang merupakan seorang Elf berambut hitam legam dengan pupil mata berwana putih menandakan ia mengalami kebutaan.


"Hmmm.. bukan kah dengan begitu didepan dunia kalian terlihat seperti sosok yang mau memulai perang "


"Ternyata kalian hanya sekumpulan daging tua, apa guna nya perjanjian kelima ras, karena klan demon mengingkarinya bukan berarti perjanjian itu sudah terlenyapkan"


"Diana segera beritahu informasi ini ke Tiga Ras lainnya, dan tunggu mari kita lihat tanggapan mereka"


"Mereka tidak mungkin mengabaikan nya, karena menurutku mereka mungkin juga mengalami kejadian yang sama" Perintah Ling Xinyu yang kemudian menghilang dari hadapan mereka semua.


perkataan Ling Xinyu berhasil membuat para tetua kembali lagi terlihat bodoh, sedangkan Diana dia juga mengetahui apa yang dimaksud Ling Xinyu, meskipun dia pernah kalah dari Ling Xinyu, tetap saja kekuatan nya tidak bisa diremehkan, dia samar samar juga merasakan sedikit aura yang hampir sama saat kemunculan Dungeon itu di sudut dunia yang berbeda.


"Kalian sudah dikalahkan dalam segi pemikiran oleh bocah berumur sembilan tahun" desah Diana yang segera meninggalkan tempat pertemuab


"Apa" para tetua melotot hampir mengeluarkan bola matanya mereka tidak menyangka sama sekali bahwa ada seorang bocah yang masih berumur sembilan tahun memiliki kekuatan yang bahkan membuat Ratu mereka yang sangat Arogan tunduk di hadapan nya.


"Tl : Masih dalam tahap refisi, sebelumnya autror Berduka dan sekarang malam ketujuh harinya, Autor juga minta do,a kalian semua semoga dia kakek author tenang di alam sana"

__ADS_1


__ADS_2