
keesokan harinya, Zayn dan Lim pergi ke rumah Rara untuk menemuinya...lebih tepatnya untuk mengajaknya ke butik.
"Lim, apa kau bisa memeriksa dokumen di atas mejaku nanti seteleh kita dari rumah wanita itu?"
" Sesuai perintah tuan!"
Sesampainya di rumah Rara, Zayn dan Lim masuk ke rumahnya dengan sembarang,tanpa mengetok pintu dan memencet bel.
Sasa yang menyadari kedatangan mereka langsung menunduk kan badannya dan memanggil ibu dan kedua saudara laki lakinya.
"Tuan silahkan duduk," Ucap ibu nya Rara sambil membungkuk kan badannya.
"Saya tidak ingin berlama lama, tolong panggil dia!" titah Zayn.
Sementara itu Andri dan roni yang baru saja bergabung di suruh ibunya memanggil Rara.
Andri dan Roni pergi berjalan menuju kamar Rara, kamar yang terletak di pojok belakang rumah, sebenarnya dulu kamar Rara ada di atas dan merupakan kamar terbesar yang husus di buat ayah nya untuknya. Namun setelah meninggal nya ayah Rara,semua itu di ambil alih oleh Sasa kakak tiri nya.
Kini ia harus tidur di kamar kecil tanpa aksesoris, kasur yang keras dan hanya memiliki lemari dan meja belajar kecil.
Andri lalu membuka pintu dengan kunci yang terpajang di pintu itu.
"Rara keluar!! calon suami Lo datangg!!" Ucap Roni sambil memasuki kamar nya.
"Raaa!!"
"Rara Lo dimana!!"
"Ron dia kemana?"
"Ga tau!"
Andri dan Roni terkejut saat melihat tidak ada sosok Rara di dalam kamar itu, malah yang mereka lihat adalah lemari yang berantakan dan jendela kamar yang terbuka.
Andri lalu berlari ke ruang tamu untuk memberi tahu mereka.
"Maaaaa!!!"Teriak Roni.
"Mamasa!!" Lanjut Andri.
"Ada apa sih, kalian sungguh tidak sopan berteriak di depan pak Zayn!" Bentak ibunya.
"Ada apa si kak!" Tanya Sasa kemudian.
"Gawat maaaa!! gawatt!! raraa ga ada di kamar!!" Ucap andri sambil memukul mukul tangan ibu nya.
"Ngaco kamu !!" lanjut Sasa.
"Lo ga percaya liat aja lemari baju Rara berantakan dan jendela kamar ke bukaaa!!"
Zayn terkejut saat mendengar penjelasan Andri dan Roni.
" Apa maksudmu!!" Ucap zayn.
"Tuannnnn!!"
"Bagaimana ia BISA kabuurrr!!! ceroboh sekali kaliann!!"
Zayn lalu menghubungi seluruh bodyguard nya dan memerintah kan untuk mencari Rara.
Sasa,ibu dan saudara nya takut melihat wajah seram Zayn yang sangat marah.
"JIKA DIA DALAM BAHAYA!! KALIAN YANG AKAN KU SALAH KANN!!!" Ucap Zayn lalu meninggalkan rumah Rara.
_____________
"Hmmm knp Rara ga masuk sekolah ya!!"
" Ga tau jugaa, apa dia di keluarin!!"
" Ahh masa sih, kok dia ga cerita ke aku!"
" Ke rumah nya aja yu!"
Sepulang sekolah Dina dan Amel pergi ke rumah Rara untuk memastikan keadaan Rara, sejak pagi sekolah perasaan Dina selalu tidak senang, dia sangat khawatir pada Rara.
" BRAKK!!"
"Aduhh sakit!!" Rintih Dina.
"Din Lo gpp!"
" Siapa sih yang nabrak guee!!"
Dina lalu melihat orang yang menabraknya dan ia terkejut saat melihat om yang menolong Rara, sekaligus yang mencium rara.
__ADS_1
"Tuuuuannn zaynnn!!" Ucapnya rerbatah batah.
Zayn yang mengenal Dina karena ia adalah teman Rara.
"saya minta maaf!"
"Ahh tidakk tuann!!"
Zayn lalu meninggalkan kedua nya, tanpa berkata kata lagi.Dina dan Amel bodo amat dengan kejadian tadi karena mereka memang tau sifat dingin Zayn.
"Tanteee, Rara kemana?"Tanya Dina diikuti oleh Amel
" Nak dina!! Tante baru aja mau ke rumah kamu!"
"Ngapain Tan!".
"Rara hilangg!! Tante pikir dia ke rumah kamu!!"
" Hah !! ILANG TANN!! KOK BISAAA!!"
"Panjang ceritanya!"
Ibu Rara pun mencaritakan kejadiannya dari A-Z.
" Tante ko jahat banget sih!!"
"maksud Lo apa bilang mama gue jahat!!" Ucap sasa yang tiba tiba memotong pembicaraan.
"Dina!! Tante gini tuh karena Rara nya yang bandell!!"
" Tante emang jahat!! Tante ga punya hatii!!".
Dina pun berlari sambil menangis di susul oleh Amel.
__________________
"Raraaaa dimnaaa kamuu!!" Zayn terus saja khawatir dengan hilangnya Rara.
Lim yang memerhatikan tuannya itu mengerutkan keningnya ia baru sadar bahwa tuannya sedang jatuh cinta.
" Apakah tuan sangat khawatir?"
"Apa maksudmu!"
"Tidakk!"
"Apa tuan yakin?".
"Diamlah!"
Kini pencarian Rara sudah di lakukan selama seharian tapi tidak ada hasil sama sekali, terlihat wajah frustasi pada Zayn.
"Tuan...'' Ucap seorang gadis yang tiba tiba menghampiri nya.Tapi Zayn tidak menanggapi sama sekali.
"Apa tuan ingin tau dimana Rara!'' Ucap gadis itu yang membuat Zayn terkejut dan menatap dirinya.
"Kamuu!!!"
"Y tuann, saya sahabatnya Rara, saya sudah mengetahui ceritanyaa dan seperti nya saya tau dimana dia berada!"
"DIMANAA!!! DIMNAAA DIAA!!"
"Sebelumnya saya ingin bertanya,apakah tuan sungguh sungguh ingin menikah Rara?"
"Apa maksudmu!"
"Saya hanya ingin tau! saya tidak ingin dia sedih teruss!''
"Jelaskan lebih detail saya tidak mengerti!"
Dina menceritakan kehidupan Rara, hari hari dimana ia tidak mendapatkan kebahagiaan.
Zayn yang mendengar itu memukul tangannya ingin sekali ia menghabisi ibu dan saudara Rara, tapi Dina melarang karena itu akan berbahaya untuk Rara.
"Saya berjanji akan membahagiakan nya!! kamu bisa pegang janji saya!!"
"Baiklah!! Rara ada di pantai kota ke dua dari kota ini, tempat itu adalah kenangan terakhir ia bersama kedua orang tuanya!"
"Baiklah terimakasih,kamu sangat baik!"
"Ini hanya untuk kebaikan dan kebahagiaan temenku!".
Zayn lalu tersenyum dan pergi meninggalkan Dina, ia langsung menaiki mobil sedan hitam tanpa di supiri siapapun. Kini hari sudah semakin gelap, Zayn mengebut tanpa memikirkan keselamatan nya.
______________
__ADS_1
Di pantai yang sangat indah, ombak berjalan dengan biasanya, burung burung mulai berterbangan.
"Sunset yang indah" Gumamnya.
Seorang wanita berjalan menelusuri tepi pantai, ia bermain air, mengambil kerang dan berlari lari.
"Aku rindu suasana ini!"
Ya dialah Rara, Rara Austin.
Ia duduk di sebuah baruu besar dan menatap sunset yang begitu indah.
"Indah sekali....hiks hikss...."
"Kapan kehidupan ku akan indah seperti sunset ini!!" Ucapnya sambil meneteskan air mata.
"DARI SEKARANG!!''
Rara kaget saat ia mendengar perkataan nya di balas oleh seseorang,ia melihat bayangan pria di belakangnya, Rara langsung menoleh kebelakang yang tak lain itu adalah Zayn.
" Om!!".
"Knp kamu pergi!"
Rara hanya diam tak membalas pertanyaan Zayn.
"KNP KAMU PERGII!!!"
Zayn lalu mendekati Rara dan menatap wajahnya yang di tiba tiba di banjiri Air mata.
"Jangan menangis!!" Zayn mengusap wajah Rara yang mulus.
"Kumohon jangan menangis!!"
"Knp om datang ke sinii!!".
" Untuk mencarimuu!!"
"Untuk apaa!! apa kau juga akan menambah beban ku!!''.
"Tidakk!!".
"Lalu untuk apa kau mencarikuu!"
"Kau tidak bisa jauh dariku,, karna kau adalah calon istri ku!"
Suara tangis Rara semakin kencang, ia tidak bisa menahan sakit yang ia rasakan.
"Kau tidak perlu takut padaku! ceritakan jika kau ada maslah!!"
"hiks...hikss..."
"Rara!! Rara !! dengarkan akuu!!!"
Zayn menggoyang goyangkan tubuh Rara, sontak Rara terkejut saat melihat Zayn yang ikut menangis karena nya.
"Ke...kenapaa om..menangiss!".
"Karena dirimu!!".
"Jangan begitu.. aku jadi semakin berslahh!!"
"Rara aku berjanji akan memberikan kenyamanan dan kebahagiaan pada muuu!"
"Tidak kau bohong!!"
"Tolongg percaya padaku!!'.
"Aku sudah muak dengan kehidupan ini!!".
"Dengarkan akuu akuu berjanji padamu kau bisa memegang janjiikuu!!''
Rara yang melihat sendiri Zayn mengakan akan memberikan kebahagiaan padanya luluh karena Zayn menangis dan itu sangat indah.
Rara memeluk Zayn, tanpa berpikir panjang Zayn membalas pelukannya.
"Berikan aku satu kesempatan,akan ku buktikan bahwa aku bisa membahagiakan mu!"
" Sungguh!!"
"Kau bisa memegang kata kataku!"
Kini pelukan itu semakin kuat, karena mereka sudah terbawa ke dalam suasana haru yang menyedihkan.
OKEY SEE YOU NEXT EPISODE GUYSSS 🌜
__ADS_1