BOCIL MENIKAHI CEO TAMPAN

BOCIL MENIKAHI CEO TAMPAN
GOOD NIGHT


__ADS_3

Seteleh melakukan acara pernikahan,kini pasangan baru itu sedang membersihkan dirinya di kamar mandi yang beda.


"Dimana kamar ku?" Tanya Rara pada Lim.


"Biar saya antar nona!"


Lim mengerahkan jalan pada Rara, hingga ia sampai di sebuah kamar yang sangat luas dan indah, kasur yang di hiasi mawar merah berbentuk love.


"Baiklah nona, saya tinggal dulu!"


Lim meninggal kan Rara sendirian di kamar, Rara bingung apa yang harus ia lakukan di kamar yang luas itu.


"Kamar ini mengingatkan ku dengan kamar papa!" Ucap Rara sambil melihat sekitarnya.


"Sungguh!" Jawab seseorang yang tiba tiba masuk ke dalam kamar, tak lain itu adalah Zayn.


" Aaaa!!!''


"Knp kau teriak!".


"Aku terkejut karena tatapan seram mu itu!!''


Zayn tersenyum kecil, tiba tiba ia menarik tangan Rara ke pelukannya..


" Eeh!".


"Ada apa?".


"lepasin!"


"Knp?".


"Lepasin, aku ga mau di peluk sama kamu!".


"Benarkah kah?"


Rara lalu menginjak kaki Zayn hingga ia mendesah kesakitan.


"Aahhhh!, kau kasar sekali!"


"Bodo Amat!!"


Zayn kesal dengan kelakuan Rara, ia pun menjalankan rencana kecil nya, ia mengangkat tubuh Rara dan melemparnya ke kasur.


"Mau apa Lo!!''


"Tidak ingin apa apa, hanya ingin meminta hak ku saja" Ucap Zayn sambil melepas kancing bajunya.


" Gua ga mauu!!!".


"No no no!"


"Gua masih sekolahh ayingg!!''


"Gua bisa pakai ******!"


"Hiks..hikss..hikss..!"


Zayn menghentikan kegiatan nya yang sedang membuka baju, ia mendudukkan Rara dan mengusap air matanya.


"Knp kau menangis?"


Rara terus menangis dan itu membuat hati Zayn sakit, entah kenapa Zayn selalu luluh dengan tangisan Rara, itu mengingatkan Zayn pada sosok ibu nya.


Zayn kemudian diam perlahan ia menundukkan wajahnya, Rara berhenti menangis kemudian ia melihat ke arah zayn.


"HEYY!!".


"Hmmmm"


"Ada apa dengan mu?"


Zayn kemudian menatap balik Rara, tiba tiba ia memeluk Rara dengan erat.

__ADS_1


"He..y ...ak..ku.mmm" Rara memberontak karena ia tidak bisa bernafas.


Zayn pun melepaskan pelukannya dan mencium kening Rara,Zayn kemudian bermanja di pangkuan Rara hingga ia lelap tidur.


"Kau sepertinya sangat lelah, tidurlah,good night"


_________________________


Pagi yang indah, matahari memancarkan sinar cerah dan menawan menerpa wajah Rara.


"Hmmmmm...hoahhhh.." Suara Guam Rara yang baru bangun dan duduk.


"Hmmmm.... dimanaa diaa?"


Rara melihat sekelilingnya, ia mencoba mencari Zayn tapi tidak ada.


" Selamat pagi nona, saya di perintahkan tuan Zayn agar memastikan nona baik baik saja!" Ucap seorang pelayan yang baru saja datang ke kamar nya.


"Hmmm baiklah,!"


"Nona silahkan mandi dulu!"


Rara beranjak dari tempat tidur nya dan pergi ke kamar mandi.


" Ehhhh,, mau NGAPAIN!!!" Bentak Rara pada pelayan itu yang mengikuti nya sampai masuk ke kamar mandi.


"Saya akan membantu nona mandi!"


"Apa maksudmu!! tidakkk kau tidak boleh masukk!!"


"Tapi nona..."


"Aku bisa mandi sendiri, tunggu saja di luar!!"


Setelah beberapa menit Rara mandi, ia pun keluar dengan memakai handuk, ia pun membuka lemari, ia terkejut saat melihat tidak ada satu baju pun di situ.


"Eh baju nya kok ga ada?" Ia pun memanggil pelayan dan bertanya.


"Knp tidak ada baju?"


"Baiklah"


Tak lama kemudian pelayan lain datang membawa satu set baju padanya.


"Hmmm tidak bisakah aku memakai baju yang agak tertutup?" Tanya nya pada pelayan.


"Tapi baju ini tuan Zayn yang meminta nona!"


"Tapi aku tidak nyaman dengan baju ini, tolong yah aku ingin memakai jins dan kaus saja?" Ucap Rara memohon pada pelayan itu.


"Baiklah nona!".


" eh tunggu..!!"


"Ya ada apa nona, ada yang bisa saya bantu lagi?"


"Jangan panggil aku nona dong, ga nyaman banget, hehehehe!"


"Tapi itu sudah menjadi kebiasaan nona!"


"Katakan itu padaku saja,nama ku Rara siapa nama mu?" Ucap Rara sambil mengulurkan tangannya pada pelayan itu.


"Ahh maaf nona, saya merasa tidak pantas!".


"Tolong lahh aku tidak nyaman di panggil nona terus!!"


"Baiklah nona, nama saya Jian" jawab Jian membalas uluran tangan Rara.


Rara tersenyum saat ia berjabat tangan dengan Jian


"Baiklah Jian, mulai sekarang kita adalah teman,ok!!".


"Hehe baiklah nona, eh maksud saya Rara"

__ADS_1


Jian lalu meninggalkan Rara di kamar untuk mengambil kan baju untuknya.


Tak lama kemudian ia datang membawa baju pesanan Rara.


"Rara, ini baju nya!"


"Terima kasih Jian!".


Rara Menganti baju nya, lalu ia di ajak Jian untuk breakfast.


"Jian, berapa lama kau bekerja di sini?" Tanya Rara sambil berjalan.


"Ahh itu saya bekerja di sini sudah 3 tahun!".


"Hmmmm"


"Rara ..... boleh aku mengatakan sesuatu!"


"Katakan saja!"


"Sejujurnya saya merasa malu karena baru kali ini saya akrap dengan majikan saya sendiri bahkan nyonya besar!".


"Apa maksudmu nyonya besar!".


"Kau kan istrinya tuan zayn!"


"Hmmmm tidak usah begitu,kita kan teman lagian kita kayaknya seumuran hanya saja kau lebih tua dariku! iyakan hehehhe!".


" Hmm iya".


" Selamat datang nona, makanan sudah siap silahkan anda nikmati breakfast anda!" Ucap seorang pelayan pria di depan nya, Rara membalas dengan senyuman murah nya.


Rara menghabiskan makanannya dengan lahap, sebenarnya ia sangat lapar dari kemaren ia tidak makan.


"Jian!!"


"Ya ada apa Rara?".


Semua pelayan terkejut saat mendengar Jian memanggil rara dengan namanya.


" Knp si Jian itu dia bicara pd nyonya besar dengan namanyaa!!"


"Hei berani sekali diaa!!".


"Heh nama nona di sebut!!"


Jian yang mendengar komentar pelayan yang lain menunduk kan wajahnya.


Rara juga sadar dengan apa yang terjadi.


"Ahh maaf nyonya, pelayan kami yang satu ini sudah kurang ajar kami akan memecat nya!!" Ucap pelayan pria tadi.


"Maaf!!" Jawab Jian.


"Heyy kurang ajar sekali kau!! berani nya kamu menyebutkan nama nyonya!!" Bentak pelayan pria itu.


"Jangan marah padanya aku yang menyuruh nya memanggil ku dengan nama, karena kamu adalah teman!" Ucapan rara membuat semua pelayan terkejut.


"Tapi nyonya!".


"Untuk kalian jugaa, aku minta maaf aku hanya tidak nyaman jika kalian memanggil ku nyonya atau nona, itu terlihat terlalu canggung!".


"Nyonya rasanya kami tidak pantas begitu kepada nyonya!" Ucap seorang pelayan tua di belakangnya.


"Aku mengerti maksud kaliann, tapi bukankah jika penghuni sebuah rumah itu adalah keluarga,aku hanya ingin kita sebagai keluarga,aku tidak memandang status kalian atau apalah, bagiku kita adalah keluarga." Ucapan rara membuat semua pelayan tersenyum haru.


"Mulai sekarang panggil aku Rara,jika ada yang lebih tua dari ku panggil saja aku nak Rara, kita bisa saling bekerja sama kan?"


"Nyonya memang murah hati!" Ucap pelayan tua itu.


"Terimakasih!"


Semua pelayan merasa senang karena mempunyai majikan yang sangat baik.

__ADS_1


SEE YOU NEXT EPISODE GUYSSS 🌜


__ADS_2