BOCIL MENIKAHI CEO TAMPAN

BOCIL MENIKAHI CEO TAMPAN
Kemeja Zayn


__ADS_3

Ketika semua pelayan sedang memuji dan senang terhadap Rara, rupanya tampak seorang pria yang dari tadi berdiri di pojok dan menyaksikan kejadian itu tak lain dia adalah Zayn.


"Tuan Zayn!!" Teriak seorang pelayan yang melihat Zayn yang sedang berdiri,sontak semua pelayan takut dan tunduk.


Rara yang mengetahui nya langsung menoleh ke arah zayn.


Zayn berjalan ke arah Rara dan menarik tangan Rara ke kamar.


"Heii ss.. sakit!!!!"


Ketika sampai di kamar Zayn menutup pintu dan ia duduk di sofa.


"Ada apa sih!'' Tanya Rara kesal.


"Tidak ada!".


"HAH!! JADI KAU MENARIK TANGAN KU DARI BAWAH TAPI TERNYATA KAU !!!!!".


"Memang nya knp? ada masalah? aku tidak Melihat msalah di situ?!"


"Ishhhhh!!! menyebalkan!!".


Suasana hening seketika, Rara yang sedang membaca buku dan Zayn melihat lihat ponsel nya. Tidak ada percakapan antara keduanya.


"Aku mau mandi dulu!" Ucap Rara sambil beranjak pergi dari tempat duduknya.


Zayn tidak menjawab sama sekali,ia lebih pokus dengan ponselnya.


"Menyebalkan,ia bahkan tidak menoleh,ia lebih pokus dengan ponselnya!! huuuh apa urusanku!!! biarkan sajaa diaa!! dia kan bos jadi TERSERAH dia mau ngapa ngapain!!"


Ucap Rara dalam hati.


Beberapa menit saat Rara sedang mandi,Zayn masuk tiba tiba ke dalam.


"AAAAAAAAAAA!!!!!!!"


"Hei diam!! aku bisa congek kau Buatt!!".


"Kau mau ngapain?!!! keluar gakk!!"


"Mau mandilah,memang kenapa ? apa kau malu?"


"Aku bilang keluar,!!"


Rara mengambil handuk dan menutupi tubuhnya ia mendorong Zayn keluar dan mengunci pintunya.


"heyy!! apa masalahmu jika kita mandi berdua!! kita kan udahhh sah!!" Teriak Zayn sambil mengedor pintu kamar mandi.


Rara bodo amat dengan teriakannya ia melanjutkan kegiatan nya.


Sesaat kemudian Rara pun keluar dari kamar mandi mengenai pakaian handuk, ternyata ia baru sadar bahwa tidak ada baju di lemari nya.


Ia melihat Zayn sudah tertidur pulas di kasur,mungkin ia kecapean sampai ia tidur,Rara ingin membangun kan tapi ia tidak enak, alhasil ia memakai kemeja Zayn.


30 menit,ya Rara menunggu Zayn bangun hingga setengah jam.


"Bangunnlahhh!!!!" Ucapnya Sambil menarik tangan Zayn.


"Hmmmmmmmm!"


"Kau akan bangun atau aku akan kabur dan lari dari istana ini!!"


Zayn lalu memegang tangan Rara dengan erat,dan menatap wajahnya.

__ADS_1


"Knp kau memakai kemeja ku?!"


"Aku baru ingat kalo aku belum mempunyai baju di sini!"


"Baiklah,suruh pelayan membawakan baku untukmu!".


"Aku sudah menyuruh nya".


Zayn lalu beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.


"Nyonya Rara ini baju anda!" Ucap seorang pelayan .


"Ah terima kasih"


Pelayanan itu langsung pergi,Rara juga segera mengganti bajunya.


"Sudah selesai!"


"Hmm iya,apa aku boleh pergi?".


Zayn yang baru saja selesai mandi hendak memakai baju,lalu menatap Rara.


"Kemana?"


"Aku hanya ingin ke rumah, mengambil barang barang ku"


"Buang saja barang itu aku bisa membelikan mu banyak barang!".


''Tapi aku ingin pergi!!".


"Jika aku bilang tidak maka tidak!"


"Tapi...."


Zayn membentak Rara dengan suara keras hingga membuat Rara takut dan gemetar, Rara langsung berlari keluar kamar.


Rara berlari ke belakang rumah,ia duduk di sebuah kursi taman belakang.


"Hiks..hikss..knp dia kasar sekalii!!" Ucapnya sambil meneteskan air mata


Rara terus menangis, semua pelayan yang melihatnya ingin menenangkan Rara,tapi mereka takut dengan Zayn.


Siang berganti sore,Rara masih duduk melamun di kursi, ia melewatkan makan siangnya sampai membuat para pelayan khawatir padanya.


"Maaf nyonya, sebaiknya nyonya masuk ke dalam rumah!" Ucap Lim yang barusan sampai,ia Mendengar dari pelayan bahwa Rara sedang menangis di belakang rumah.


Rara hanya diam ia tidak membalas kata kata Lim.


"Nyonya,tolong anda masuk ke dalam rumah,saya khawatir anda akan sakit jika berlama-lama di luar!"


"Pergi!"


"Tapi nyonya!"


"Lim pergilah,aku hanya ingin sendiri,kau tenang saja aku bisa menjaga diriku"


Lim mengangguk,ia meninggal kan Rara.


___________________


"Permisi tuan!"


"Masuklah!"

__ADS_1


"Maaf sebelumnya tuan, bukannya saya ingin ikut campur dalam urusan tuan,tapi apa yang terjadi.."


"Biarkan saja!"


"Tapi tuan!"


"Tinggalkan saya sendiri!"


Kini tinggal Zayn,entah mengapa hari ini ia begitu marah, moodnya tidak baik hingga ia lampiaskan pada Rara.


"AKHHHHHHH!!!" Teriak Zayn, ia begitu marah sampai sampai ia memecahkan vas bunga berkali-kali.


_______________


Malamnya,Rara masuk ke dalam rumah,tapi ia tidak pergi ke kamar Zayn, ia pergi ke kamar tamu, Rara tidur di sana tanpa di ketahui Zayn.


"Hai Rara!" Ucap seorang wanita yang tiba tiba datang menemuinya tak lain itu adalah Jian.


"Ah Jian,adaa apa?"


"Ra,kamu knp?"


"Ahh,tidak papa!"


"Ra,kamu berantem sama tuan Zayn?"


"Ahh tidakk!"


"Terus kau knp?"


"Aku hanya rindu keluarga ku dan sahabat ku!".


"Knp kau tidak menemuinya?"


"Aku ingin sekali Jian,tapi... om om itu nge larang akuu, dia marah banget sama aku!"


"Hmmmmmmm"


"Jain,kamu tau knp zayn itu begitu?"


"Ra,tuan Zayn itu sudah lama kehilangan keluarganya,saat ia berusia 7 tahun ibunya meninggalkannya hanya demi pria lain,dan tuan sangat sayang dan rindu pada beliau!".


"Benarkah?"


"hmmm iya,dan saat tuan Zayn 15 tahun ayahnya meninggal,dan saat itulah ia pokus dengan perusahaan hingga pesat seperti ini!"


Rara lalu menundukkan kepalanya,ia tiba tiba teringat dengan ayah ibunya.


"Ra kamu tau gak?, kamu adalah cewek pertama yang tuan bawa ke rumah, bahkan tuan tidak pernah pergi ke bar untuk bermain wanita!"


"Benarkah?!!"


"Hemmem!".


"Apa Bener yang di bilang Jian,hanya aku??!!!!! rasanya tidak percaya""


"Ra, aku kebelakang dlu yah masih ada kerjaan!"


Rara hanya mengangguk, dan membiarkan Jian pergi dari kamarnya.


Rara pusing memikirkan itu semua, ia membaringkan tubuhnya di atas kasur,ia mulai menutup matanya, perlahan-lahan ia terditur lelap.


SEE YOU NEXT EPISODE GUYSSS 🌜♥️

__ADS_1


__ADS_2