
"Buruk maksudnya apa?" Tanya Reck penasaran
"aiaa Abang belum tau masa lalu Rara ya?" Tanyanya balik,dan Reck hanya menggeleng.
"Baiklah akan ku beritahu"
"Sebaiknya kita bicara di luar ruangan Zayn mungkin akan terganggu nanti!" Ucapnya
"ehmm baiklah BG"
Mereka pun keluar dari ruangan tersisa Zayn dan Rara.
"Sayangg bangun.... kumohon bangun!!!"
Zayn masih setia berbicara sendiri di depan tubuh Rara,ia terus berharap pada Tuhan agara Rara terbangun dari tidurnya.
___
Di depan ruangan rara, reck dan dina berbicara empat mata.
"Baiklah,pertama jangan beri tau Rara jika aku memberi tau masa lalunya pada abang!"
"Loh memangnya kenapa?"
"Karna hanya aku yang tau dan dia tidak ingin orang lain tau!"
"Hmm baiklah!"
"Masa kecil Rara sangat suram semenjak ayahnya meninggal" Ucapnya memalui penjelasan.
"Ayahnya meninggal saat usia nya 10 tahun,ibu dan saudara tiri rara sangat jahat padanya, mereka menyiksa dia dengan sangat kejam,bahkan pernah Rara hampir di lecehkan oleh Abang tirinya!"
"APA!!! MAKSUDMU RARA HENDAK DI PERKOSA!!!!!" Teriaknya kaget
"Ya seperti itulah,tapi untunglah saat itu aku datang dengan ibuku dan membantu rara, pernah juga rara tidak di beri makan selama seharian!"
"Kenapa dia tidak keluar dari rumah itu saja??!!"
"Aku juga udah nyuruh dia bg,tapi dia nya ga mau karna banyak kenangan indah bersama ayahnya di rumah itu, keseharian rara tidak pernah ada senyuman,walau di sekolah dia senyum dan tertawa kami tau di dalam hatinya ia sangat terpuruk,tidak mendapat kasih sayang dari ibu dan ayah, ia hanya mendapat siksa dari saudara dan ibu tiri nya!"
"Apakah hidupnya se sakit itu?"
"Kau tau bg? dia bahkan tidak bisa tidur, pagi pagi dia harus bangun cepat membersihkan rumah,mencuci pakaian,memasak ia harus meninggalkan rumah dalam keadaan bersih,pulang sekolah bahkan ia bekerja sampai larut malam!"
"Hah tidakkah ibunya mempunyai sedikit hati!!!"
"Ibunya hanya mementingkan harta bg,smaa seperti saudara nya hanya mementingkan harta!"
"Din,abng boleh tau gak tentang orang tua kandung Rara?" Tanyanya sedikit ragu
"untuk apa bg?" Tanya balik Dina
"Tidak hanya untuk memastikan aja, sebenarnya ada yang ganjal di pikiranku aku hanya ingin tau! apakah boleh?"
__ADS_1
"Ehmm baiklah!"
"Ibunya meninggal saat ia masih kecil,dah ayah nya mulai pokus dalam dunia perbisnisan untuk membiayai rara,dan ayahnya berhasil membangun beberapa usaha di berbagai tempat dan akhirnya ayahnya memilih menikah kembali dengan tujuan agar rara ada yang jaga jika ayahnya pergi!" jelasnya.
"Apakah hanya itu? tidak ad yang lain?"
"Eum dia juga pernah bilang kalo ayahnya berkata kalo dia punya Abang,hanya saja abangnya sudah meninggal karena kecelakaan!''
"DEHGH"
"Rara mempunyai Abang????!!" Ucapnya dengan nada berat
"Iya tapi katanya sudah meninggal!"
"Tidak tidak ini benar benar bukan kebetulan aku harus memastikan ini semua,aku harus tau aku, jika itu benar berarti Rara adalah Cika gue harus mastiin ini semua!!!" Ucapnya dalam hati.
"Terimakasih informasinya Din,ge cabut dlu ada urusan yah!" Ucapnya lalu pergi meninggalkan Dina.
"Lahh gw ngasih infomasi apa?" Tanyanya heran pada dirinya sendiri
"Yaudah deh mending balik ke ruangan aja nemenin tu balok es" Ucapnya lalu beranjak dari kursi nya.
________________
"Mbak berapa?" dingin.
"2 juta mas!"
"Nih" Ngasih uang cash
"Hmmm" Jawabnya Singkat
"Oke karna udah Selesai kita balik ke rumah sakit!"
"Emang kamu udah beli kebutuhan kamu?"
"Udah om,tadi ada di depan sana!" ucapnya menunjuk toko yang tidak jauh dari mereka.
"Baiklah ayo pulang!" Ajaknya.
Mereka kembali ke mobil yang di bawa oleh Lim dan Kembali ke rumah saki.
"Om kalo om capek, mending biar Amel aja yang nyetir!" Ucap Amel yang melihat Lim sedikit mengantuk.
"Gausah !" Jawabnya singkat
"Tapi om, om itu kayaknya lagi ngantuk ntar kita ketabrak gimana?"
"Gausah sotoy !"
"Aelah om ini Amel tuh tau mata om merah banget!"
"Tidak usah banyak bicara duduk dan diam!"
__ADS_1
"Baiklah,tapi awas nanti nabrak orang!"
"hmmm"
Lim mulai menyalakan mobil dan melaju ke rumah sakit, selama perjalanan semua baik baik saja, tapi Amel sedikit risih karena melihat Lim yang selalu mengantuk.
"Om kalo emang ngantuk mending buat Amel aja deh yang bawa!" Ucapnya kesal, Lim hanta diam dan menghiraukan ucapan Amel
"Om denger gasih nanti kita kecelakaan!!"
"Kamu bisa diam ga sih!"
"Gak,kalo om ga ngasih kemudi nya buat Amel!"
"Kamu maksa!"
"Ya!"
"Kamu tuh ya bisa gasi duduk aja!"
" Bisa tapi Amel takut karna om bawa mobilnya ngantuk!"
"Kata siapa saya ngantuk!"
"Noh liat aja tuh mata!" Ngasih kaca ke Lim
"Diam kamu saya lagi nyetir ini!"
"OM DENGERIN AMEL!! STOP IN MOBIL NYA!"
Karena mendengar teriakan Amel yang keras sontak membuat Lim terkejut dan langsung menghentikan mobil dengan tiba tiba.
"TUKAN OM!! KALO ADA ORANG DI DEPAN TADI KAN MASALAH!!!" omelnya pada Lim
"Heyy ini terjadi karna kau berteriak!" Balasnya
"Huh dasar pencari alasan, sekarang turun biar aku yang bawa!" Ajaknya
Lim pun akhirnya menyerah,jika tidak ia berikan maka Amel tidak akan berhenti mengoceh.
"Pelan pelan saja!" Ucap Lim
"Baiklah!"
Amel melajukan mobil dengan kecepatan sedang, sedang-kan Lim yang dari tadi tidak bisa menahan ngantuk nya akhirnya tertidur di mobil.
"Sudahku bilang dia itu mengantuk!" Gumam Amel.
***GUYS EPISODE KALI INI GIMANA???
KASIH KOMEN DONG!!!
GUYS AKU INGATIN JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE CERITA AUTHOR YA😊
__ADS_1
BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP TERUSS 😊😊😌
PAPAI SEE YOU NEXT EPISODE GUYSSS 🌜***