
"Huhhhhhh knp ini sangat bosannnnnnnnnnn!" Teriak Rara sambil memukul mukul pohon mangga di depannya.
Rara terus berjalan lontang Lantung,ia tidak tahu harus melakukan apa, semua sangat membosankan baginya.
"Andai aja Dina di Sini!"
"Aaaaaaaa dinaaaa akuu kangennn!!!"
"Huhh sudahlahh aku terlalu berharap!!!".
"om om itu bahkan tidak membiarkan ku keluar rumah!!!"
"Huuuuuuu hmmm kira kira Dina ngapain yah?".
Rara terus berbicara sendiri,ia seperti orang gila yang lontang Lantung sambil bicara sendiri.
_________
"Pelayan dimana Rara?"
"Ada di taman belakang tuan!".
Zayn lalu menyusul Rara ke taman belakang.
"Gua sumpain om om itu bakal kepeleset di kamar mandi karena ga ngebolehin aku ketemu smaa sahabat aku!!!!!!" Teriak Rara yang masih memukul pohon itu.
"Apa!! dia masih menyebut ku om!!!"
"Dasar om om!!!"
"Hmmm apakah dia minta di hukum? xixixixi!"
"Kalo saja dia bukan suami ku aku akan......!"
"Akan apaa?"
Rara terkejut saat mendengar suara lelaki membalas perkataan nya.
"Om!"
"Apa?!"
"Aaa maksud ku Zayn!"
"Aku td mendengar apa yg kau katakan!"
"Ahh ..i..tuu.. jangan di percaya!! aku td hanya acting!"
"Benarkah?"
Zayn mendekat wajah Rara,dan ia menyentuh wajah mulus Rara.
"Apa aku masih terlihat seperti om om!"
"apaa!! gawatt!!! aku harus jawab apaa!! dia sangat menakutkan uuuu!!!"
"Knp kau diam?"
"Aaa... itu... ti..da..k maksudnya tidak seperti Om Om heheheh!"
"Benarkah?"
Zayn semakin dekat, ia menjamah bibir mungil Rara,Zayn mendekati bibir nya....
"ahhhh aku harus pergi,aku lupa bahwa aku belum mematikan kompor!!" Ucap Rara sambil mendorong tubuh Zayn.
Zayn menarik balik tangannya.
"Kau mau kmn td??!"
"Hehehe ke dapur"
"Kompor belum mati?"
"Iya, makanya aku harus pergi!!"
Rara kembali mendorong tubuh Zayn,dan berlari ke arah kamar.
"Cihh katanya ke dapur tapi malah ke kamar!!"
"Huhhhh selamat!!! apaan sih diaa knp coba dia datang!!!"
Zayn lalu menghampiri Rara,dan menutup pintu.
"Wehh!"
"Hmmm!"
"kemarilah!" Ajak Zayn.
Rara lalu mendekati Zayn dan duduk di samping nya.
__ADS_1
Saat Rara duduk, Zayn berjongkok di hadapan Rara.
"Ehh"
"Sayang apa kau marah padaku?"
"Apaansih diaa,apaa syang sayang emang gw apanya dia pacar juga bukan!"
"Maafkan aku, kemaren aku tak seharusnya kasar padamu!"
Rara lalu mengingat kejadian td malam, ia juga mengingat kejadian tadi pagi.
"Ahh itu,tidak papa aku tidak marah!"
"Kau yakin?"
Rara mengangguk.
Tanpa berpikir panjang Zayn lalu mencium bibir Rara,Rara memberontak ia memukul-mukul tubuh Zayn tapi tidak berhasil.
Zayn lalu menggigit bibirnya.
"Ahhh!"
ketika mulut nya terbuka,Zayn memasukkan lidahnya ke mulut Rara, seketika Rara terbawa dalam suasana itu.
Zayn yang menyadari bahwa Rara membalas ciumannya, ia semakin bergairah untuk memakan rara.
Perlahan tangan Zayn masuk ke dalam baju Rara,
"Ahhhhhh!"
Zayn semakin bergairah,tapi tiba tiba ia menghentikan ciumannya.
"Maafkan aku,aku seharusnya tidak melakukan itu!"
Rara hanya diam,ia sudah telanjur malu.
"Apa kau marah?" Tanya Zayn.
"Tidak"
Zayn menarik tangan Rara,,
"ehh kita mau kemana??"
"Udah ikut aja!"
Rara hanya diam,ia masuk dengan perasaan heran.
Zayn mengemudi mobil dengan kecepatan sedang,semula perjalanan semua hening.
"Apaa,,,huhh kenapa dia menjadi balok es lagi,, tadi ia sangat romantis tapi sekejap ia menjadi es kutub Utara!!"
"Kita mau kemana sih!"
Zayn hanya diam tidak menjawab.
"Huhhh!!"
Rara yang sudah semakin kesal memilih diam dan memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil.
Perlahan ia menyadari bahwa jalan yang mereka lalui adalah jalan ke rumah nya.
ia lalu menatap Zayn,
"Apa kita akan ke rumah?"
"Menurut mu?"
Entah apa yang ada di otak rara,tapi ia sangat senang karena ia akan pulang ke rumah, dari tadi ia sellau senyum dan menghiraukan Zayn.
Seteleh beberapa jam mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah berwarna abu abu berlantai dua itu.
"Kita sampai!"
Tanpa berpikir panjang Rara langsung keluar dan menghiraukan perkataan Zayn
"hmmmm begitulah kalo udah nyalip,dia ga tau kalo suaminya ada di samping nya!! dasar?!"
"tok,tokt,tok!"
"Ngapain ngetuk?!"
"Masuk rumah orang sopan dong!"
"Ini rumah elu,masuk aja!"
Zayn masuk mendahului Rara,ia mengikuti nya dari belakang.
"Ah tuan Zayn,anda datang kemari?" Tanya mama Rara yang sedang duduk di ruang tamu bersama anak anak manjanya.
__ADS_1
"Mamaaaa!!" Teriak Rara dan langsung memeluk mamanya.
"Maaa, Rara kangennn!"
"Ahh Ra,kamu yah eh mama juga kangen sayangg!" Jawab mamanya sambil mengelus rambut Rara.
"Baru kali ini Rara rasain di elus sama mama,seneng banget!!"
"Tuan Zayn silahkan duduk!" Tawar Roni .
"tuan,jika butuh sesuatu panggil saya aja!" Ucap sasa jentil.
"tidak usah,istri saya juga sudah cukup bagi saya!".
"Ka Sasa,apa kabar mu?"
"Yahh aku baik adikku tersayang!"
"Dasar keluarga jala** dia hanya baik pada Rara saat aku ada di sini!!"
"Tuan Zayn ada perlu apa ke sini?"
"Saya ingin menemani istri saya mengambil barang barangnya, sebenarnya saya juga tidak ingin datang ke sini,tapi istri saya sangat ingin ke sini!" Ucap Zayn,sembari melototi mamanya.
"Ma aku ke kamar dlu yah!"
Rara pun pergi sendirian ke kamar.
"Maaf sepertinya saya haru ke kamar mandi!" Sela Sasa.
Rara yang sedang membereskan barang-barang tiba tiba Sasa melempar air ke rambut nya.
"Ehhh,kak!"
"Lo,datang ke sini pasti cuma pamer kan!!!"
"Maksud KK apa?"
"Lo gausah banyak bacot, Lo udah ngerebut Zayn dari gw,dasar jala**Lo!!"
"Gak kak,aku ke sini karna kangen sama kalian!!"
"Banyak bacot Lo jala** gw mau Lo mati anj**!!" Ucap sasa sambil menjambak rambut Rara.
"PLAKKKK!!"
Satu tamparan keras mengenai pipi Sasa,ia lalu melihat siapa yang menamparnya.
"Beraninya kau menyebut istri ku jala**!!"
"Tuua..n,, zaynn!!"
Sasa lalu ketakutan sesaat Zayn mengeluarkan wajah menakutkan nya, seketika Sasa bersujud di kaki Zayn.
"Tuuaaaannnn,,, maafkan sayaaaa, perempaun inilah yang memulai duluan!!"
"Benarkah?"
"iiiiyaa....tua...annnn!!"
"Tuan Zayn maafkan anak saya!" Mohon mama Rara yang juga ketakutan melihat Zayn.
"Saya ke sini dengan baik,tapi putri mu yang manja dan kotor ini teleh melecehkan istri saya!!" Ucap Zayn dengen menendang Sasa dengan kakinya.
"Ahhkkk maaaa.. tolngin Sasa....!!"
"Ah zaynn tolong maafkan mereka,aku tdak apa apa kok!" Ucap Rara memhohon pada Zayn.
"Maaf sayang,aku tidak SE naif dirimu!!"
"PLAKKKK!!!!"
"PLAKKKKKKK!!!"
"PLAKKKK!!"
"Hiks..hikss..maa...sak...ikttt!"
''Tuan ampuni anak sayaaa!!"
"UDAHH ZAYN, CUKUP!!"
Seketika Zayn menatap istrinya yang sudah meneteskan air mata.
Zayn pun menghentikan aksinya.
"Kali ini kalian saya maafkan,keluar dari ruangan ini!"
Sasa dan mamanya pun keluar dari kamar rara, dengan keadaan yang menyedihkan.
OKEY SEE YOU NEXT EPISODE GUYSSS 🌜
__ADS_1