
" Rasain dasar murah " teriak Cilla merasa geli membayangkan Samuel tengah bersama wanita wanita malam .
" Nanti Cilla obral kak Sam 1 jam 500 perak itupun kalau ada orang mau " tawa Cilla menggema lalu membanting pintu kamar mandi setelah membawa kimono mandi nya .
" Memang nya kau sudah siap bersaing dengan wanita lain, Bocil " tawa Samuel menutup mulut nya .
" Apa ?" tanya Cilla kepalanya saja yang keluar dari balik pintu kamar mandi menatap Samuel yang masih duduk di sofa itu .
" Hahaha jadi kak Sam beneran mau banting harga " tawa Cilla seketika membuat Samuel melotot .
" Awas kau Bocil " geram Samuel sudah berdiri ingin menangkap gadis nakal itu.
Brukkk .
" Lama-lama copot tuh pintu gara-gara selalu dibanting gadis nakal itu " kata Samuel memijat pelipisnyamerasa pusing menghadapi tingkah Cilla .
Belum 5 menit gadis kecil itu sudah keluar lagi dengan rambut basah nya yang terlihat begitu hot .
" Cilla" teriak Samuel geram saat gadis nakal itu mengibas rambut basah nya ke arah Samuel .
"Mandi jorok bukan tidur " ketus Cilla menirukan gaya Samuel lalu tertawa menutup mulutnya.
Samuel membuang nafas panjang dibuat nya mewanti wanti dirinya agar tak melahap gadis kecil itu sekarang juga .
" Ambilkan handuk ku " perintah Samuel .
__ADS_1
" Ambi," belum selesai Cilla bicara Samuel sudah menyambung .
" Kalau membantah jadi istri durhaka " kata Samuel yang membuat Cilla mau tak mau menurut .
" Emang susah punya suami tua ngelawan dikit aja dosa " kata Cilla berjalan menghentak kan kaki nya .
" Bocil sialan Kamu mengatai Aku tua ?" geram Samuel melempar Cilla dengan bantal sofa yang lembut .
" Nggak kena wlee" cibir Cilla lalu berjalan cepat menuju ruang ganti mengambil handuk Samuel .
"Ini suamiku sayang " kata Cilla tersenyum manis bahkan mengedipkan mata nya menyerahkan handuk pada Samuel .
" Njirr, nggak boleh baper dia hanya menggoda mu Sam " batin Samuel menasehati dirinya sendiri .
" Beneran coba tatap mata Cilla 5 menit " tantang gadis centil itu membenarkan poni nya yang sedikit menutupi mata .
" Haaaa nggak mampu kan " tawa Cilla menatap Samuel yang berdiri terdiam itu .
" sini Kamu " Samuel memegang lengan Cilla lalu menunduk menatap mata gadis kecil itu.
Dalam diam mereka saling tatap sampai senyuman manis Cilla mulai memecah konsentrasi Samuel.
" Ayanggg " suara manja Cilla dengan berbagai ekspresi.
" Astagaaaaa" Samuel mengutuk dirinya sendiri menghadap ke dinding dan memukul dinding itu berkali-kali.
__ADS_1
Samuel benar-benar tidak tahan menatap mata bulat yang hangat serta sikap manja Cilla membuat hati nya meronta ronta.
" huuuuuu" sorak Cilla masuk keruang ganti meninggalkan Samuel yang masih baper itu .
" Bocil Nakal sialan " umpat Samuel mengguyur tubuh nya dengan air dingin merasa malu bagaimana bisa dirinya di kendalikan dengan begitu mudah oleh bocil Nakal itu .
" Kak Sam bajunya diatas meja " teriak Cilla begitu keras .
" Iya Aku tidak tuli Bocil " jawab Samuel keluar kamar mandi memakai handuk saja .
Tapi Cilla sudah keluar dari kamar entah pergi kemana .
" Kemana Bocil itu " heran Samuel saat keluar kamar apartemen sudah sepi .
" Dari mana Kamu Bocil ?" tanya Samuel yang tengah duduk di depan Tv meminum kopi nya begitu Cilla masuk .
" Beli bakso " jawab Cilla menghampiri Samuel dengan kedua tangan di belakang .
" Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Samuel lalu dengan takut Cilla meletakkan beberapa kantong plastik di atas meja di depan Samuel .
" Banyak sekali " kata Samuel melihat isi nya tak hanya bakso .
" Kenapa ?" tanya Samuel melihat wajah takut Cilla .
" Siapa lagi ?" heran Samuel saat begitu banyak tangan terdengar mengetuk ngetuk pintu apartemen.
__ADS_1