Bocil Nakal Istri Mafia

Bocil Nakal Istri Mafia
Bab 36 Panorama Pedesaan


__ADS_3

" Wahh" kagum Ricky melihat pemandangan perkebunan teh yang begitu menyejukkan mata .


" Makanya fikiran tuh jangan jelek mulu sama Orang " tawa Cilla menatap keempat pria itu.


" The best Aku tak pernah pergi kesini " kagum mereka merasa keputusan mereka untuk ikut Cilla itu keputusan yang tepat.


" Ayok keluar kak Sam " kata Cilla mengulurkan tangannya pada Samuel setelah membuka pintu mobil .


Berbeda dengan ketiga teman nya yang sudah langsung melompat keluar menikmati pemandangan alam Samuel tetap saja duduk di mobil .


" Tunggu sebentar Aku sedang menghubungi Zico " kata Samuel lalu setelah menelfon Samuel juga menikmati indahnya pemandangan yang sangat memanjakan mata .


" Kak fotoin Cilla sama kak Sam dong " pinta Cilla pada ketiga teman Samuel .


" Sini " kata Ricky mengambil ponsel Cilla.


" Kalian tata batu datar itu biar foto nya estetik 😏" malas Ricky menatap ekspresi Samuel .


" Ih kak Sam senyum dong" kata Cilla ingin berfoto bersama Samuel.


30 menit kemudian .


" Sayang " panggil beberapa wanita yang datang bersama Zico menghampiri mereka .

__ADS_1


" Kemari sweetty" kata Daniel akan berciuman dengan teman kencan nya itu begitupun Nick dan Ricky, itu adalah hal lumrah yang biasa mereka lakukan .


Tapi tatapan geli dan julit Cilla lagi-lagi membuat ketiga pria itu merasa mereka tengah melakukan hal tabu sehingga tak ada satu pun yang jadi berciuman.


" Aku fikir, Aku saja yang merasa kan hal lumrah menjadi tabu saat ada Cilla ternyata mereka juga " batin Samuel menatap teman nya yang sudah pada canggung itu .


" Ayo kita makan " ajak Samuel mengajak Cilla berjalan menuju restoran di atas panorama pedesaan itu diikuti teman temannya.


" Mereka wanita bayaran ya Kak Sam ?" tanya Cilla berbisik pada Samuel yang berjalan di sebelah nya .


" Memang nya kenapa ?" tanya Samuel.


" Nggak, nggak apa-apa" kata Cilla memeluk lengan Samuel semakin erat .


Kelima pasangan itu duduk dalam satu meja besar di tepi panorama yang indah mereka semua terlihat sangat menikmati suasana perkembangan teh yang begitu hijau .


Entah apa yang terjadi suasana menjadi hening


" Kak Zico dari mana ?" tanya Cilla pada Zico yang duduk di sebelahnya.


" Aku dari kantor langsung kesini saat Sam menelfon" jawab Zico yang menikmati capcay itu .


" Bersama mereka ?" tanya Cilla melirik 4 wanita berpenampilan glamor yang mengisi setiap kursi di samping mereka .

__ADS_1


Zico mengangguk .


" Mengapa tatapan mu segitu nya pada kami dek salah kami apa ?" tanya salah satu dari wanita itu merasa Cilla tak menyukai kehadiran mereka .


" Maafin Cilla " kata Cilla menunduk merasa bersalah dia tak seharusnya bersikap begitu .


Ditengah Cilla yang menunduk sebuah notifikasi masuk ke ponselnya.


Cilla melihat lalu sibuk sebentar mengetik setelah itu meletakkan ponselnya di samping sate nya yang masih tertinggal beberapa tusuk di piring nya .


Samuel yang curiga pun langsung akan mengambil ponsel Cilla dengan cepat .


" Nggak ya" tegas Cilla cemberut juga mengambil begitu cepat beberapa sate nya yang masih tertinggal di piring .


Membuat Samuel yang tangan nya hampir sampai malah mematung menatap Cilla.


" ini sate Cilla tadi di pesan nggak mau sekarang enak aja mau ambil " tegas Cilla langsung melahap beberapa tusuk sate yang di pegang nya sama sekali tak mau berbagi dengan Samuel .


Karena memang diantara mereka semua hanya Cilla yang memesan sate .


" Tuhan sisa kan satu wanita begini untuk ku " kata Nick spontan menatap Cilla sendu .


" Ini " kata Cilla meninggalkan Samuel satu tusuk merasa iba melihat tangan Samuel yang masih menggantung di udara.

__ADS_1


"Aku hanya ingin meminjam ponsel untuk berkaca " kata Samuel memberikan alasan logis .


" Ooo, kirain mau ambil sate Cilla " kata Cilla kembali melahap sate yang tadi dia berikan untuk Samuel lalu memberikan ponselnya pada Samuel seperti benar-benar tak ada yang dia sembunyikan dari Samuel .


__ADS_2