
" Byh bangun " kata Cilla di pagi hari.
" Nggak " kata Samuel kembali menarik selimut tanpa membuka mata .
" Bangun Byh kan harus kekantor pagi ini " kata gadis kecil berseragam SMA itu duduk di ranjang membangunkan suaminya .
Samuel menatap Cilla yang sudah siap itu sayu hanya rambutnya saja yang belum di kuncir.
" Ayo bangun Cilla juga udah masak " kata Cilla menyingkap selimut Samuel .
" Iya ihhh" kata Samuel dengan mata masih mengantuk , entah mengapa Samuel merasa sangat malas bangun pagi .
Muahcc .
" Baju Byh juga udah Cilla siapin, Cilla tunggu di meja makan ya Byh " kata Cilla mengecup pipi Samuel merasa gemas melihat wajah bangun tidur Samuel .
" Temenin Byh " kata Samuel merasa malas sendiri lalu mengajak Cilla ke kamar mandi.
" Aishh" gadis kecil yang bersandar pada dinding kamar mandi itu tidak menutup mata sedetik pun menatap Samuel yang tengah mandi di bawah air shower.
Cilla benar-benar berdamai dengan keadaan tidak menutup mata sama sekali melihat keindahan yang tak semua orang bisa melihatnya.
Samuel fokus mandi , menyabun badan nya lalu menikmati dingin nya air shower yang membasahi tubuh nya .
Pletak.
" Aduh" ringis Cilla malu malu saat Samuel memergokinya yang tak berkedip .
__ADS_1
" Apa yang kau liat Bocil " senyum manis Samuel memakai handuk di pinggang lalu mengajak Cilla keruang ganti.
" Nggak ada" bohong Cilla melepaskan kancing kemeja yang akan di pakai Samuel .
" Perut Cilla bisa kotak kayak gini juga nggak By ?" tanya Cilla memasang kancing kemeja yang di pakai Samuel, lalu memasang rompi nya .
Samuel memegang pinggang Cilla lalu menyandarkan gadis kecil itu Kedinding, menunduk menatap Cilla begitu dekat sampai gadis kecil yang sudah ngeri itu gemetaran.
" Perut mu akan buncit saat bayi ku tumbuh bukan kotak " suara serak khas mafia yang terdengar begitu parau di telinga Cilla .
" Cilla hamil ?" tanya Cilla heran.
" Sebentar lagi" bisik Samuel tepat di dekat telinga Cilla sambil mengelus ngelus perut gadis berseragam SMA itu .
Terimakasih sudah membaca cerita ini dalam hati walaupun hatimu bukan untuk ku.
Siang ini Samuel bersama Zico dan beberapa staf pentingnya datang ke perusahaan Daniel untuk menghadiri meeting bersama beberapa kliennya termasuk beberapa perusahaan inti yang terlibat dalam mega proyek besar mereka .
Tapi langkah lebar Samuel yang akan membuka pintu ruang meeting di perusahaan Daniel terhenti saat seorang CEO muda yang di kelilingi staf nya juga menuju ke arah yang sama dengan Samuel .
" Hallo tuan Samuel " sapa Rian melepas kaca mata hitam nya berhenti tepat di depan Samuel .
" Mmh" senyum kecut Samuel menatap Rian dari bawah keatas yang memakai stelan kantor lengkap khas pebisnis .
"Ehhh, Sam ayo masuk mereka sudah menunggu di dalam " kata Daniel yang membuka pintu karna melihat Samuel berdiri di depan pintu .
Tapi betapa kagum nya Daniel melihat ponakan nya yang begitu anti akan dunia kantoran tiba tiba datang dengan stelan kantor lengkap .
__ADS_1
" Rian " .
" Hallo Om " senyum Rian menjabat tangan Daniel .
" Kamu datang untuk ikut meeting " tanya Daniel.
" Iya Om Aku akan mengurus perusahaan keluarga ku mulai sekarang " jawab Rian mantap .
" Itu bagus " pendapat Daniel senang akhirnya ponakan nya mau berubah.
" Iya Om , Aku hanya ingin Cilla merasa bangga padaku Om " kata Rian dengan harapan yang besar .
Walaupun mungkin Cilla sudah menikah tapi Rian tetap akan memperjuangkan cintanya pada Cilla .
lagian Rian merasa Cilla juga belum mencintai suami nya sepenuh nya.
" Rian apa kau lupa apa yang Om katakan, berhenti mengejarnya dia sudah punya suami " ucap Daniel memperingati sekali lagi ponakan nya itu .
Apa lagi melihat ekspresi Samuel yang sangat menakutkan, bukan mengapa Samuel adalah pemegang kekuasaan tertinggi bahkan dia bisa melenyapkan Rian hanya dengan lirikan mata pada ajudan nya .
Itulah yang Daniel takut kan .
" Jauh sebelum dia mengenal suami nya, dia sudah mengenal bahkan bersama dengan ku dalam kurun waktu yang begitu lama jadi tidak mungkin Cilla melupakan ku begitu saja " ucapan Rian menatap Samuel remeh lalu memasuki ruang meeting.
Secara tidak langsung Rian sudah mengibarkan bendera perlawanan pada Samuel bahwa dia tak akan mundur apapun yang terjadi .
Samuel mengepal tangannya mencoba mewanti wanti dirinya agar tidak menghajar Rian saat ini juga karna mereka akan meeting dalam suasana Formal.
__ADS_1
" Nekat sekali dia " Zico geleng kepala melihat keberanian Rian yang menantang seorang Samuel Aralfred.