Bola Hitam

Bola Hitam
Prolog


__ADS_3

Di dunia ini, akan selalu ada hal-hal yang tidak bisa dipikirkan dengan logika.


Aku selalu percaya dengan hal itu, namun sebuah kejadian di hadapanku sekarang membuatku tidak bisa berpikir apapun.


Sebuah batu hitam?


Awalnya saat melihat benda aneh yang mengambang di atas air sungai, untuk sesaat aku mengira itu adalah sebuah batu apung. Aku memang sering melihat dan mengambil batu apung yang terhanyut di sungai dekat rumahku. 


Namun kali ini berbeda, setelah dengan perlahan benda hitam itu terhanyut mendekati tempatku berdiri, aku tahu ada yang aneh dengan benda itu. Seolah air di sekitar benda itu tersedot ke dalam benda itu.


Tanpa rasa takut atau lebih tepatnya karena penasaran, aku mengambilnya dan mulai mengamati benda aneh yang kini di atas telapak tanganku.


Benda hitam itu tidak terlalu besar, saat aku menggenggamnya, benda itu hampir tertutupi semua bagian oleh telapak tanganku. Hal pertama yang tidak masuk akal adalah benda itu berbentuk bulat dan berwarna hitam pekat, tidak ada warna selain hitam pada benda itu. Bahkan, seolah cahaya matahari pun tidak mampu menyinarinya. Anehnya lagi, saat aku memegangnya, tanganku tidak merasakan apapun, bahkan berat benda itu yang seharusnya aku rasakan, seolah tidak ada sama sekali.

__ADS_1


Aku mengamati sekali lagi dengan jarak yang sangat dekat dengan kedua mataku. Mungkin ada sesuatu yang aku lewatkan.


Aku mencoba mengangkat, melemparkan lalu menjatuhkan benda hitam itu. Dapat kusimpulkan benda hitam itu hampir tidak memiliki berat, sama seperti bola gelembung yang terbuat dari sabun, bahkan saat terkena angin pun, benda itu seperti melayang.


Aku tidak akan bingung jika benda itu adalah sebuah gelembung sabun, namun benda yang di hadapanku adalah benda hitam pekat. Benda yang sangat tidak masuk akal.


Black hole?


Namun benda hitam itu tidak menyerap tanganku yang sejak tadi aku memeganginya erat. Bahkan telapak tanganku baik-baik saja, tanpa terluka sedikitpun.


Aku teringat sesuatu. Ku letakan benda hitam itu pada kubangan air yang tenang. Dengan penuh sabar aku mengamati apa yang mungkin terjadi.


Aku membulatkan mata saat melihat pemandangan di hadapanku, dengan perlahan kubangan air yang tenang itu mulai bergerak memutari benda hitam itu. Namun beberapa saat berlalu, jumlah air pada kubangan itu sama sekali tidak berkurang, jadi dapat disimpulkan benda itu tidak menyerap apapun namun ada semacam energi yang membuat air di sekitar memutarinya.

__ADS_1


Aneh.


Aku tetap tidak mengerti apapun pada benda hitam itu dan memutuskan untuk membawanya pulang. Dapat kupastikan benda ini sangat langka, mungkin bisa dijual dengan harga milyaran rupiah untuk bisa diteliti.


Aku mengangguk beberapa kali, setuju dengan jalan pikiranku. Menjadi milyarder pada usia muda bisa disebut orang yang sangat beruntung di dunia. Aku tidak bisa menahan senyum di wajahku lalu mulai berjalan pulang dengan menggenggam erat benda hitam itu. 


Saat tiba di rumah, aku segera menuju kamar tidurku yang berada di lantai dua. Mengingat hari ini aku sendirian di rumah, aku merasa kecewa karena tidak bisa segera menunjukkan penemuanku pada orangtuaku.


Aku merebahkan tubuhku di kasur, sekali lagi memperhatikan benda hitam di tanganku. Ku ketuk beberapa kali benda hitam itu, namun hal aneh lainnya muncul, benda itu juga tidak memiliki suara saat ku ketuk dengan ujung kukuku, walaupun dengan cukup keras. 


Benda yang benar-benar aneh.


Aku menatap benda itu hingga mataku mulai mengantuk, lalu beberapa saat kemudian aku pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2