Brothers Conflict

Brothers Conflict
Episode 16


__ADS_3

Keesokan harinya, Trace yang sudah kembali dari tugasnya kini tengah menyisir surai hitam milik Ivy seperti biasa. Tidak ada perbincangan yang berarti, hingga sebuah suara ketukan pintu terdengar mengganggu ketenangan mereka berdua. Pintu terbuka menampilkan pria paruh baya yang masih saja terlihat tampan itu.


Pria itu sedikit tertegun dengan apa yang ia lihat saat ini, melihat pengawal yang sedang menyisiri rambut hitam milik putrinya terlihat aneh di matanya. Gadis cantik itu menoleh dengan senyum di wajahnya seperti tidak terjadi apa pun. Trace menghentikan aktivitasnya dan memilih mundur beberapa langkah.


"Ivy," panggil Alexander.


"Ada apa, Dad?" tanya Ivy dengan senyuman palsu seperti biasanya.


"Kau ingin berlibur, bukan? Bagaimana jika kau ke London dan berkuliah di sana. Kau bisa kembali ke Amerika setelah kau lulus. Daddy ingin kau kuliah dengan benar di sana ... tanpa pengganggu," Ivy tersenyum mendengar perkataan Alexander.


"Baiklah dengan senang hati," jawab Ivy dengan senyum tulusnya, Alexander tersenyum dan langsung memeluk tubuh Ivy.


"Aku akan menyembunyikanmu dari mereka bertiga hingga kau lulus," bisik Alexander dan Ivy mengangguk paham.


Alexander tersenyum hangat pada Ivy, Trace yang sejak tadi memperhatikan kedua orang itu hanya diam dengan tatapan dingin. Alexander melangkah mundur dan menoleh ke arah lelaki tegap yang tidak jauh darinya.


"Namamu Trace, bukan? Kuharap kau menjaga putriku selama di sana," ucap Alexander dan Trace mengangguk mengerti.


"Saya akan menjaga Nona, bahkan Anda sendiri pun mungkin tidak akan menemukannya." jawab Trace dengan senyum simpul di wajahnya.


Ivy hanya terkekeh, tangan kanannya itu memang memiliki sifat yang cukup menyebalkan di mata orang lain. Alexander hanya terkekeh mendengar gurauan lelaki tampan di hadapannya.

__ADS_1


"Aku akan mengurus semua kepergian Ivy, mungkin 2 atau 3 hari kau bisa berangkat secepatnya." jawab Alexander sambil mengelus lembut kepala Ivy.


"Aku menyayangimu, Dad." jawab Ivy sambil memeluk lelaki paruh baya itu.


"Aku juga, sekali lagi maafkan aku." jawab Alexander membalas pelukan putrinya dengan sayang.


Alexander melepaskan pelukannya lalu berjalan keluar kamar, Ivy mendesah lega saat pria paruh baya itu sudah menutup pintu kamarnya. Trace tersenyum melihat Ivy yang kini memasang wajah muramnya.


"Ada apa dengan wajahmu itu, Ivy?" tanya Trace sambil mendekati Ivy dan kembali menyisir surai hitam gadis itu.


"Dia lebih menyeramkan daripada Arnold," jawab Ivy yang kini kembali memilih duduk di kursinya.


"Kapan misiku akan selesai, Trace?" tanya Ivy dengan suara lirih.


"Membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan misimu yang diberikan oleh Arnold. Ayah kandungmu benar-benar kejam, Ivy." Trace mengelus lembut kepala Ivy, ia tahu apa yang dirasakan Ivy saat ini.


"Persiapkan semuanya, Trace. Ada bahaya yang lebih besar mengancam kita di depan sana," ucap Ivy yang langsung saja mendapat pelukan hangat dari Trace.


"Sesuai perintahmu, Ivy." jawab Trace sambil kembali mengelus rambut Ivy dengan sayang.


~★~

__ADS_1


"K


au akan membiarkan Ivy pergi?" tanya Grim yang saat ini tengah berkumpul dengan kakak dan adiknya di ruang kerja Zerfist.


"Memangnya apa yang bisa aku lakukan saat ini? Menentang Daddy dan membawa Ivy pergi? Kau tahu apa yang akan Daddy lakukan pada kita bahkan pada Ivy?!" jawab Zerfist sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


"Lalu apa yang harus kita lakukan selama Ivy pergi?" tanya Spade yang kini menutup buku di tangannya.


"Kita akan memantau Ivy dari sini, meskipun kelihatannya Daddy akan menyembunyikan Ivy dari kita," jawab Zerfist menatap Spade dengan senyum kecilnya.


"Aku masih penasaran, mengapa Daddy mengancam kita dengan harus menghamili Ivy? Bukankah Ivy adik tiri kita?" tanya Grim membuat Zerfist kembali berpikir keras.


"Tetap saja Ivy tidak sedarah dengan kita, mungkin Daddy ingin memiliki cucu," jawab Spade datar.


"Tidak, tidak, tidak. Aku rasa ada sesuatu yang mengganjal dari apa yang terjadi selama ini," ucap Zerfist membuat Grim dan Spade menoleh bersamaan.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Spade.


"Pertama, ada sesuatu yang aneh terjadi di keluarga Verleon. Mengapa Daddy menyembunyikan pernikahannya dengan Mommy Rosaline?"


 

__ADS_1


__ADS_2