Bukan Begini Seharusnya

Bukan Begini Seharusnya
Membuka Hati


__ADS_3

Saat ini baru mununjukkan pukul 05:00 WIB . Al , Rafa , Leta dan Naufal sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan perjalanan menuju pulau Dewata.


Pesawat mereka akan lepas landas pada pukul 06:00 WIB. Mereka tidak suka terburu-buru , lebih baik datang awal daripada harus terburu-buru . Mereka singgah untuk sarapan terlebih dahulu disalah satu restoran yang ada di Bandara.


“Ini untukmu Al” Rafa datang dengan membawa nampan berisi 2 piring croissant dan 1 cangkir kopi panas juga 1 cangkir teh hangat.


“Terimakasih kak” jawab Al yang langsung menyeruput tehnya dan Rafa hanya membalasnya dengan mengelus-elus pucuk kepala Al dengan sayang.


Sikap Rafa yang seperti itu membuat Al salah tingkah dan malu . Al menghentikan menyeruput teh hangatnya dan melirik ke arah Rafa yang mengelusnya dengan tangan kiri dan tangan kanan men-scroll handphone , mata Rafa tertuju pada layar handphonenya jadi tidak menyadari Al yang sudah memerah.


Leta dan Naufal menatap mereka dengan senyum yang mengembang di wajah mereka .


“Apa?!” kata Al dengan nada yang sedikit meninggi karena malu.


Rafa refleks menoleh ke arah Al yang saat itu wajahnya sudah semerah udang rebus. Rafa kemudian menatap Leta dan Naufal yang saat itu sudah makin tidak bisa menahan senyumnya yang makin mengembang.


“Kenapa?” tanya Rafa yang kini sudah melipat kedua tangannya di depan dada.


Leta dan Naufal hanya tertawa kemudian menghabiskan sarapan mereka . Al dan Rafa juga mulai menghabiskan sarapan mereka .


🌺🌺🌺


Mereka tiba di vila milik keluarga Rafa saat hari menjelang makan siang karena letak vila yang jauh dari Bandara .


“Selamat datang tuan muda dan kawan-kawan. Semua kamarnya sudah Ipul bersihkan tuan , bisa pilih mau di mana saja” ujar Ipul si penjaga vila .


“terima kasih” jawab mereka bersamaan.


Al memilih kamar di lantai atas dengan jendela yang menghadap langsung ke laut . Tanpa ia tau di sebelahnya adalah kamar milik Rafa.


Ketika membuka jendela yang besar dan berjalan menuju balkon angin sejuk menyapanya dan laut terbentang luas di hadapannya . Tanpa sadar Al memejamkan matanya.


Rafa yang sedari tadi berdiri di balkon dari kamar sebelah memandang Al yang begitu cantik dengan rok tutu pendek berwarna hitam juga kaos senada .


Rambutnya yang panjang bergelombang menari-nari ketika angin bertiup. Tiba-tiba Al meneteskan air mata saat sedang memejamkan mata.


Rafa ingin sekali memanggil Al agar gadis itu tau bahwa dia tidaklah sendiri.


“Hoi kalian !! Jangan pacaran mulu ayo ke laut!!” teriak Leta pada Rafa dan Al.


Rafa tidak menyadari sejak kapan Leta berdiri di sana. Al langsung membuka matanya dan menghapus air mata di pipinya tapi jejak kesedihannya tak bisa dihapus.


Al menunjukkan senyum manisnya pada Leta , ia tidak ingin Leta sedih melihatnya yang masih saja patah hati.


“Ayo!” ajak Al pada Rafa dengan lembut. Rafa tak habis pikir pada gadis ini yang pandai sekali menutupi kesedihannya.


Rafa tersenyum tapi dalam hati ia merasa sedih karena kehadirannya masih belum bisa membuat Al membuka hatinya dan melupakan sakit hatinya.


Tapi Rafa tidak tau dalam hati Al sudah bertekad akan membuka hatinya selebar mungkin untuk Rafa. Sudah saatnya melupakan Dhirga yang entah di mana dia berada. Al lelah menunggu.


Tapi ia masih belum bisa menentukan apa yang akan ia lakukan jika tiba-tiba Dhirga muncul di hadapannya. Akankah ia tetap pada pendiriannya atau akan runtuh pertahanannya.


Al berlari mengejar Leta dengan jerit tawa bahagia khas mereka. Sedangkan Rafa dan Naufal hanya memandang dari jauh.


“Gue salut sih sama lo Raf , Leta banyak cerita sama gue” ujar Naufal yang membuat Rafa menoleh sekilas padanya.


“Bukannya cinta harus diperjuangkan bro ?” jawab Rafa dengan kembali mamusatkan pandangannya pada Al.


“That’s right!! Fighting!!” ujar Naufal menirukan ala-ala girlband Korea.


“Jijik!”


Dan mereka tertawa .


Di sisi lain ada seorang lelaki yang memandangi Al dengan penuh kerinduan.

__ADS_1


Al terus bermain dengan air pantai bersama Leta layaknya anak kecil yang kegirangan.


🌺🌺🌺


“Sayang kita makan seafood yuk” Leta bermanja-manja pada Naufal , menggelayuti lengan Naufal dengan mesra.


“Iya ayok” Naufal tidak pernah bisa menolak keinginan Leta , ia memiliki prinsip wanita yang utama.


Al hanya menatap Rafa seolah meminta persetujuan darinya.


“Kamu mau ?” tanya Rafa dengan lembut , dan Al mengangguk seperti seekor kucing yang penurut.


“Baiklah” Rafa menyetujui keinginan Al dan Al tersenyum manis , Rafa tidak bisa menahan tangannya untuk tidaK mengelus pucuk kepala Al.


Blush!!


Wajah Al memerah , merasakan perlakuan Rafa yang kini semakin menunjukkan perasaannya pada Al.


Tiba-tiba Al mendengar suara yang begitu ia rindu dan begitu ia kenal . Siapa lagi kalau bukan suara Dhirga .


“Al..” ujarnya lembut.


Oksigen hilang entah ke mana , dan Al merasa sesak nafas saat melihat Dhirga yang begitu kurus dan tak terawat. Tak terasa sebutir bening meluncur tanpa aba-aba.


Al masih tak percaya. Kehadiran Dhirga nyata atau hanya fatamorgana di tengah rindu beratnya.


Saat kulitnya menyentuh rambut halus yang mulai tumbuh di sekitar janggut Dhirga, Al menjadi yakin bahwa ini adalah nyata.


Semua mata memandang mereka. Al langsung mendekap erat tubuh Dhirga yang terlihat seperti zombi.


“Bang..” ucapnya lirih di tengah tangisnya yang makin pecah.


Al merasa Dhirga juga merasakan apa yang ia rasa. Dhirga membalas pelukan Al dengan sama eratnya .


“Maafin aku” Dhirga mengucapkannya berkali-kali .


“Kamu ke mana aja bang ?” tanya Al setelah melepaskan pelukannya.


“...” Dhirga tak bisa menjawabnya , Dhirga tak bisa mengatakan apa yang sebenarnya .


“jawab aku” Al menuntut Dhirga untuk memberinya penjelasan , agar semua clear dan Al bisa menentukan jalan mana yang harus ia pilih .


“Merry bilang pada orang tuaku bahwa anak yang dikandungnya adalah anak aku..” tak bisa melanjutkan ucapannya Dhirga kemudian memberanikan untuk melirik ke arah Al.


Al terkejut bukan main , Al menutup mulutnya dengan tangannya. Dan butir-butir bening itu terus saja meloloskan diri menghianati tuannya.


Dhirga kemudian bersimpuh dikaki Al . Memohon maaf dan bersumpah bahwa itu bukan anaknya.


“aku berani sumpah mati Al , itu bukan anak aku” kini Dhira sudah tak bisa menahan air matanya lagi.


“Lalu ? Abang ninggalin aku karena Merry ?” ketakutan merayap ke dalam hati Al , ia takut akan jawaban yang diberi Dhirga .


“Aku dipaksa untuk bertanggung jawab , sedangkan aku tidak merasa melakukannya pada Merry , aku berani sumpah Al” otak Al seolah kehilangan cara untuk berpikir . Ia tak bisa mencerna ucapan Dhirga.


“aku masih menunggu anak itu lahir, kemudian aku akan tes DNA, aku janji aku membuktikan kalau anak itu bukan anak aku ,”


Setelah mengucapkan itu Dhirga kemudian meninggalkan Alka dengan kebingungan memenuhi kepalanya.


---


Di villa.


Rafa menghampiri Al yang tengah duduk termenung di tepi pantai. Rafa mendudukan dirinya di samping Al yang masih termenung menatap laut luas.


Rasanya Rafa kehilangan keberanian untuk berbicara pada Al. Ia pun hanya duduk diam menemani Al.

__ADS_1


"aku hancur ka" ujar Al tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya ke laut.


"..." Rafa masih diam bingung hendak menjawab apa .


"aku benar-benar hancur , aku mencintainya dengan sangat . Tiba-tiba dia meninggalkanku tanpa ada kata perpisahan. Kini saat aku mulai menjalani kehidupanku dengan normal kembali dia datang dan bilang harus bertanggung jawab pada anak yang dikandung Merry.. Apa aku tega memisahkan anak dari ayahnya ka?" Tangis itu tak dapat lagi ia bendung. Al pun menangis sejadinya.


Rafa tidak tau harus berbuat apa , ia menarik Al yang tengah menangis itu kedalam pelukannya dan sesekali mengecup kepala Al.


Leta yang berdiri di kejauahan bersama Naufal pun menangis saat mendengar Al menangis dengan sangat pilu , dan Naufal memeluknya.


.


.


Kupejamkan mata ini


Mencoba tuk melupakan


Segala kenangan indah tentang dirimu


Tentang mimpiku


Semakin aku mencoba


Bayangmu semakin nyata


Merasuk hingga ke jiwa


Tuhan tolonglah diriku


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Apakah disana kau rindukan aku


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu


Tak bisa aku ingkari


Engkaulah satu satunya


Yang bisa membuat jiwaku


Yang pernah mati menjadi berarti


Namun kini kau menghilang


Bagaikan ditelan bumi


Tak pernah kah kau sadari


Arti cintamu untukku


Entah dimana dirimu berada


Hampa terasa hidupku tanpa dirimu


Apakah disana kau rindukan aku


Seperti diriku yang selalu merindukanmu


Selalu merindukanmu

__ADS_1


Entah…


__ADS_2