Bukan Begini Seharusnya

Bukan Begini Seharusnya
Kosong


__ADS_3

Sebuah taksi berhenti diperumahan Emerald di daerah Bintaro Jaya . Seorang gadis keluar setelah membayar argo taksinya , berjalan gontai membayangkan pacarnya ONS alias One Night Stand dengan gadis seksi itu .


"Assalamualaikum" Al mengucap salam saat memasuki rumah .


"Waalaikumsalam sayang " jawab sang Mommy dan berjalan menghamipiri anaknya yang sedang menutup pintu .


"hai .. apa yang terjadi ?? Kenapa kamu kusut ? Dhirga mana ?" Mommy heran karena tidak biasanya anak gadisnya pulang dari kampus sendirian.


Tok.. Tok.. Tok..


"Assalamualaikum" Suara Dhirga terdengar dari sebrang pintu yang baru saja ditutup oleh Al .


"Waalaikumsalam sebentar Dhirga" jawab Mommy yang detik berikutnya hendak berjalan menuju pintu.


Al menahan Mommy dengan menarik lembut tangannya .


"Mom , bilang Al udah tidur ya , Al lagi engga pengen ketemu dia" pinta Al pelan.


" Kenapa baby ?" Mommy mengelus lembut pipi Al tapi Al hanya menggeleng dengan tatapan memohon .


"Oke lah kalau begitu . Tapi satu hal yang harus kamu paham ya nak , permasalahan itu harus dibicarakan agar semua jelas dan tidak ada lagi salah paham . Oke ?" Tante Anggun tau dengan pasti kalau mereka pasti sedang bertengkar .


"Besok aja ya Mom , sekarang Al capek banget" pinta Al , Tante Anggun pun sedih melihat Al yang sudah hampir menangis .


"Yasudah , masuklah"


Al berjalan menaiki tangga dengan lemah dan pandangan kosong membayangkan Dhirga yang selama ini bersamanya ternyata pernah ONS dengan wanita lain .


Kapan ? Dimana ? Kenapa aku engga tau ?


Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja berputar di kepala Al membuat Al hampir berteriak frustasi .


Sementara itu Dhirga yang sedang berada di luar bertanya-tanya kenapa Tante Anggun bilang Alka sudah tidur padahal Dhirga berada tepat dibelakang taksi yang baru saja mengantar Al . Bukankah seharusnya Al baru saja sampai rumah ? Bahkan Dhirga melihat Al yang turun dari taksi dan masuk ke rumah dan kemudian tidak lama Dhirga sampai .


"Oh gitu ya Tan , yasudah besok Dhirga datang lagi aja" sebenarnya Dhirga masih penasaran tapi menurutnya tidaklah sopan jika bertanya terlalu detail .


"Dhirga , bukannya Tante mau ikut campur . Tante cuma mau kasih nasehat , kalau kalian lagi ada masalah dibicarakan baik-baik ya biar salah pahamannya tidak berlanjut" ucap Tante Anggun menasehati mereka , karena ia tidak ingin anaknya sedih .


"Iya Tan, Dhirga pamit pulang dulu ya . Assalamualaikum" pamit Dhirga yang kemudian menciun punggung tangan Tante Anggun dengan hormat .


"Waalaikumsalam . Hati-hati ya Dhirga" sebenarnya Tante Anggun sungguh tidak tega karena Dhirga pulang dengan kecewa . Tante Anggun juga maunya mereka bicara agar jelas tapi apa boleh buat anaknya masih butuh waktu .


🌺🌺🌺


"Baby Alka.." panggil Tante Anggun yang kemudian membuka pintu kamar Al dengan perlahan karena takut Al kaget .


"hei nak , kamu kuliah engga ? udah siang loh ini" merasa tidak ada jawaban Tante Anggun menghampiri Al yang masih terpejam di ranjangnya .


Tante Anggun menepuk-nepuk tubuh Al agar segera bangun tapi Al tidak bergerak sama sekali , Tante Anggun yang mulai panik langsung menyentuh kening Al dan ternyata demam .


Tante Anggun kemudian meminta Bi Iyah mengambil handuk untuk kompres Al dan menyuruh Bi Iyah buatkan bubur untuk Al .


"Ya ampun Al kamu kenapa sih ?" Gumam Tante Anggun sambil membuka selimut Al yang hampir menutupi hingga ke kepalanya .


Al dikompres dengan sabar dan Al perlahan membuka matanya yang bengkak saat sesuatu yang basah menyentuh keningnya .


"Mom.." panggil Al lirih seolah tak bertenaga .


"Udah diem aja kamu , kalau kamu udah mendingan kamu berhutang penjelasan sama Mommy kenapa kamu nangis sampai demam begini" Tante Anggun geram dan bertanya-tanya apa yang dilakukan Dhirga hingga Al sampai seperti ini .


Tok..tok..tok..!!


"Nyah.." panggil Bi Iyah setelah mengetuk pintu kamar Al .


"Iya bi , bawa sini bi buburnya" pinta Tante Anggun dengan lembut . Tante Anggun memang sangat lembut tapi jangan ditanya saat dia marah .


"Ini Nyah , oh iya Nyah Non di depan ada Den Dhirga"


"Oh suruh kesini aja Bi ,"


"Baik Nyah"


"Makasih yaa"


"Iya Nyah"

__ADS_1


"Mom , Al masih belum mau ketemu Bang Dhirga" Al seolah memohon tapi ini yang terbaik , mereka harus menyelesaikannya .


Tante Anggun hanya menggeleng pelan sambil menyentuh tangan Al.


Tok..tok..tok..!!


Daun pintu terbuka dengan ragu dan wajah Dhirga menyumbul dari sana .


"Tante.. Al.." panggil Dhirga .


"Sini Dhir" Tante Anggun memintanya masuk dan segera ia bangun agar memberi ruang privasi pada mereka .


Dhirga masuk ke kamar dan terkejut melihat Al sedang dikompres dan semangkuk bubur di nakas samping tempat tidurnya . Dhirga reflek menghampiri Al dan panik .


"Baby kamu kenapa? Mana yang sakit?" Dhirga mulai panik dan Al hanya buang muka karena masih kesal .


"Yasudah tante keluar dulu ya " dan Tante Anggun pun keluar dan sengaja tidak menutup pintu agar tidak terjadi fitnah .


Al masih menatap arah lain , ia enggan menatap Dhirga. Dhirga benar-benar bingung harus berbuat apa , karena selama ini Al tidak pernah marah sampai seperti ini padanya .


"Al.." Dhirga mencoba membujuknya lagi dan memegang tangan Al yang sedikit dingin .


"Abang berani sumpah Al , abang engga pernah kayak begitu Baby" Tapi Al tetap saja membisu .


Kini mata Al terasa perih karena bulir-bulir bening hampir menetes , matanya saja masih bengkak tapi rasanya dia akan menghabiskan semua air matanya.


"Baby please , percaya dong sama abang .. abang bakal lakuin apa aja buat kamu" Dhirga sudah bingung harus bagaimana lagi .


"..." Al masih saja membisu pita suaranya mendadak tak ingin mengeluarkan sedikitpun suaranya .


"Merry itu temen abang waktu kita sama-sama SMA . Dia berkali-kali bilang suka sama abang tapi gimana klo yang abang suka dari dulu itu kamu ?" Tanpa aba-aba Dhirga menceritakan siapa wanita perusuh itu .


"..." Al hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa seperti menunggu kelanjutan dari cerita Dhirga .


"Merry pernah ngikutin abang sampai ke kantor Papa , dan pas banget lagi ada pencarian model . Merry taunya abang ya cuma model di sana , jadi dia langsung daftar saat itu . Dan dia kesel karena abang selalu dipasangin sama kamu" panjang lebar Dhirga menjelaskan tapi Dhirga seperti bicara pada tembok .


"Terus kapan abang ONS sama dia?" Tatapan mata Al tajam bahkan sanggunp untuk kupas kulut mangga .


"Saoloh neng.... engga pernah sayang . Abang engga ada hasrat sama cewek lain Al" Kini Dhirga mengacak-acak rambut karena frustasi .


"Percaya sama abang ya sayang" ujar Dhirga , kedua tangannya menangkup wajah Al memaksa Al untuk memandangnya .


Dan airmata Al tumpah . Entah apa yang dipikirkannya , Dhirga kemudian membawanya kedalam pelukan .


"Maaf ya sayang , abang engga pernah cerita tentang Merry sama kamu" Al membalas pelukan Dhirga tanda bahwa Dhirga telah dimaafkan .


"Setelah ini bisa kan abang cerita apapun sama aku ? Aku aja selalu cerita sama abang"


"janji sayang"


"sini abang suapin ya"


Al hanya mengangguk tanda setuju .


Tanpa mereka tahu Tante Anggun melihat semuanya , dan tersenyum melihat tingkah mereka.


🌺🌺🌺


Al mulai meragukan kesetiaan Dhirga , selama ini Al memang jarang bersikap posesif pada Dhirga bahkan bisa dibilang Al itu tidak pernah merasa curiga pada Dhirga tapi kini ia mulai merasa Dhirga selalu memiliki rahasia yang Al tidak tahu .


Dhirga memang tidak pernah bercerita tentang kampusnya , teman kuliahnya , teman klub futsalnya , atau kehidupannya yang lain . Awalnya Al berfikir mungkin itu karena tidak ada yang menarik untuk diceritakan tapi sekarang Al merasa mungkin itu karena Dhirga menyembunyikan sesuatu.


Kring...kring..


Handphone Al berdering menyadarkannya dari lamunan. Dan nama Dhirga yang tertera di layar handphone nya.


"Assalamualaikum bang" Al mengucap salam.


"Waalaikumsalam Al , kamu lagi apa ?" tanya Dhirga yang berada entah di mana.


"Tiduran aja di kamar , mau kemana kita hari ini bang?" Tanya Al yang memang sudah kebiasaan di weekend pasti pergi bersama .


"Maaf baby , aku ada urusan dikit nanti aku langsung kabarin kamu ya setelah selesai" Entah itu benar atau tidak Al sedikit percaya dan sedikit tidak percaya .


"Urusan apa bang ? Emang Al engga bisa ikut ? Biar langsung kita pergi nonton mungkin?" Al berusaha agar Dhirga mau memberitahu kemana dia pergi , dengan siapa dan urusan apa .

__ADS_1


"Adalah masalah futsal , aku takut lama nanti kamu bosen nunggunya" jawab Dhirga.


"ohh . Oke . Daah bang" Detik berikutnya Al memutuskan hubungan telponnya .


Dhirga bertanya-tanya apa yang terjadi karena Al jarang sekali seperti ini .


Sedangkan Al diam tetapi otaknya terlalu banyak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi . Mungkin Dhirga jujur . Atau mungkin ada yang disembunyikan . Entahlah biar waktu yang menjawab .


Al hendak beranjak ke kamar saat handphonenya kembali berdering tetapi kini nama Leta yang tertera di layar handphone nya .


"LETTTAAAAAAA!!!!!" Al begitu bahagia saat sahabatnya ini menelpon karena sejak lulus SMA Leta pindah ke Bandung . Ayah Leta yang notabene seorang Polisi harus dipindahkan tugasnya dan juga Leta mencoba mendaftar kuliah di sana .


"Ish heboh banget sih embaknya!" Semprot Leta . Bagaimana tidak , setelah dering pertama langsung terdengar teriakan Al yang begitu melengking .


"Gue kangen beb.." kini Al mulai merajuk .


"Gue lagi di Jakarta ni , ayo ketemu di Xchange" Ajak Leta yang juga kangen sama teman berisiknya ini .


"Okeh.. Cus OTW!" Tanpa ba bi bu lagi Al langsung memutuskan telpon dan berlari ke kamar untuk berganti pakaian .


5 menit kemudian ia sudah siap . Hanya pakaian casual dengan kaos oblong putih sedikit kebesaran yang dimasukan ke dalam rok span jeans selutut , sepatu converse putih juga , dan Al hanya membawa pouch sedang untuk dompet dan handphonenya .


"Mom .. aku pergi ketemu Leta dulu ya" pamit Al pada Tante Anggun yang sedang membuat kue di dapur .


"oke hati-hati sayang" teriak Tante Anggun saat melihat Al berlari dengan riang .


Tante Anggun senang anaknya sudah kembali riang walaupun kadang masih suka melamun .


🌺🌺🌺


Alka begitu bahagia karena akan bertemu dengan sahabat konyolnya itu . Saking semangatnya Al menabrak seseorang saat hendak masuk ke kafe tempat mereka janjian .


BRUKK!!


Al jatuh terduduk dan segera sebuah tangan yang kekar terulur membantunya berdiri . Saat mendongak Al melihat sosok Rafa.


"Ya ampun Kak Rafa , maaf ya aku terlalu semangat" ujar Al sambil meraih tangan Rafa.


"Aku yang minta maaf ya Al , kamu sampai jatuh begitu" jawab Rafa yang benar-benar tidak tega melihat pujaannya jatuh karena dia.


"Ish aku engga kenapa-kenapa kok Kak" jawab Al dan langsung berdiri .


"Al.. Lu engga kenapa-kenapa kan ?" Leta membolak-balikan badan Al .


"Gue oke Leta" jawab Al sedikit terkekeh melihat temannya itu panik .


Leta berbalik hendak mencaci orang yang menabrak Alka , dan kaget ternyata Ka Rafa si senior yang dengan jelas mengidolakan sahabatnya ini .


"Oh My God . Ka Rafa...!!!" Leta membelalakan matanya . Dan yang membuat heboh hanya tersenyum manis .


"Ayo kita duduk" ujar Leta sambil berjalan dan menarik Al dan Rafa .


Mereka duduk di dekat jendela , agar melihat keluar . Leta masih mengintrogasi Rafa karena setelah insiden baku hantam beberapa tahun lalu Rafa menghilang bak ditelan bumi .


Alka melihat ke luar jendela merasa bosan karena Leta hanya menanyai Rafa , jelas sekali terlihat Leta tertarik pada kakak tingkatnya itu .


Tiba-tiba Al melihat Dhirga keluar dari mobilnya yang terparkir di sebrang kafe tempat Al sekarang . Dengan cepat beralih ke kursi penumpang dan membukanya . Mata Al membelalak ketika melihat Merry keluar dari mobil Dhirga dan langsung menggandeng mesra lengan Dhirga yang terlihat tidak merasa risih sedikitpun . Mereka berjalan masuk ke gedung itu dan air mata Al menetes tanpa aba-aba ketika melihat papan bertuliskan dr . Nabila Susanti , Sp.OG .


Al tau dr . Nabila adalah dokter kandungan karena ia pernah ikut Mommy mengantar tante Sheila memeriksa kandungannya .


Bolehkah aku berprasangka buruk ?


Batin Al yang masih saja memandang ke arah keluar .


"..ka" panggil Leta sambil mengguncangkan lengan Alka .


Dan Al menoleh dengan spontan .


"Lah kenapa lu ? Kok nangis ? Gue panggilin ngga denger " Leta menanyai Al dengan panik .


Al hanya diam saja dan menunduk menyembunyikan air mata yang kian deras . Kepala Al berputar merasakan kemungkinan-kemungkinan apa yang terjadi , Al semakin merasa sesak di dada.


"Al kenapa sih ?" kini gantian Rafa yang menanyainnya . Rafa menyodorkan tisu untuk Al mengahapus air matanya .


Al menerima tisu pemberian Rafa menghapus air mata nya . Leta dan Rafa merasa bingung harus berbuat apa.

__ADS_1


"Loh.. itu bukannya Dhirga ?" Tanya Leta yang melihat Dhirga keluar dari klinik sebrang tempat mereka duduk ngopi .


__ADS_2