Bukan Begini Seharusnya

Bukan Begini Seharusnya
PART 3 #UJIAN PERTAMA


__ADS_3

-3 tahun kemudian-


Kini Al telah berusia 18 tahun dan menjadi maba di Universitas Indonesia. Penuh perjuangan untuk menjadi mahasiswa di sana , belajar tanpa henti saat memasuki masa SMA belum lagi bimbel tapi semua itu tak sia-sia Al telah lulus seleksi dan kini menyandang status mahasiswa hukum Universitas Indonesia.


Hari ini Ospek dimulai , Al harus mengepang dua rambutnya dan berdandan ala Jeng Kelin yang sepat viral ditelevisi , mengenakan kemeja putih dan rok span seatas lutut warna hitam , kaos kaki bola dengan beda warna merah dikanan dan biru dikiri , memakai papan nama bertuliskan "Abrianna Alka Tunggadewa si Cantik Seksi tapi Galak". Al ingin sekali merutuki seniornya yang memilihkan nama untuknya tapi apalah daya mungkin kesan pertama yang diterima oleh seniornya memang ia galak , habis bagaimana tidak saat persiapan Ospek kemarin mereka terus saja menggodanya dan membuatnya mengeluarkan jurus ketus nan juteknya.


"Ka , saya Alka boleh minta tanda tangan nya ?" Tanya Al dengan sopan , ia diberi tugas untuk mengumpulkan semua tanda tangan milik seniornya.


"Siapa nama lo?" Ujar sang senior saat menarik pelan papan namanya .


"ya ampun dek lo berasa banget kalo lo itu cantik ? Ihh ... dasar gatel" maki si senior yang seperti iri dengan Al.


Walau sedang berdandan ala Jeng Keling Al tetap saja terlihat indah , tubuh langsingnya dan bokong penuhnya yang bergoyang saat ia jalan membuat semua mata membelalak , membuat senior ceweknya iri bukan main , seolah kebakaran jenggot saat semua lelaki melotot melihat Al.


"sini aku aja yang tanda tanganin" ujar pahlawan yang langsung saja merebut buku Al yang sedari tadi di sodorkan namun tak digubris.


"Ka Rafa!!" Pekik Al dan loncat kegirangan , gebetannya 3 tahun yang lalu dan akhirnya mereka bertemu dikampus sebagai maba dan senior.


"hai.." sapa Rafa dengan manis.


"ish Fa , lu jangan jadi barisan fans dia juga deh" protes si senoir yang sedari tadi menjadi nyamuk.


"gue udah jadi fans dia dari dulu" aku Rafa tanpa mengalihkan pandangannya dari Al. Yang dipandang hanya tersipu malu.


"Sayangnya dia udah ada bodyguard nya" sedih saat Rafa mengucapkannya.


3 tahun tidak ketemu setelah kejadian baku hantam di kafe itu , dan sekarang bertemu lagi.


Aduhh kalau bang Dhirga tau bisa repot urusan.


Batin Al kebingungan.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Masa orientasi selesai tepat pukul 14.00 WIB. Al langsung lari ke toilet dan berganti pakaian dengan pakaian bebas yang dia simpan ditasnya. Menghapus make up noraknya dan melepas ikat rambut kunonya . Menjelma jadi gadis cantik dengan dress putih dibawah lutut , dengan sepatu flat shoes hitam dan rambutnya yang dicat pirang bergelombang karena kepangan dan juga tanpa hiasan wajah yang berlebih.


Al setengah berlari saat keluar dari toilet karena Dhirga yang sudah stand by dipelataran kampus bawel bukan main saat Al berganti baju.


"Al.." panggil Rafa yang ternyata menunggu didepan pintu toilet.


"hai ka" jawab Al dengan reflek dan gelisah takut dilihat oleh Dhirga.


"nice to meet you and i miss you" bisik Rafa tepat ditelinga Al dan langsung berlalu begitu saja.


Al bengong kebingung . Dering handphone menyadarkan lamunannya.

__ADS_1


"Baby kamu dimana sih ? Aku udah setengah jam loh nungguin km" seprot Dhirga saat telponnya dijawab.


Al langsung berlari keluar menuju tempat Dhirga berada.


"Iya sayang, duh bawel banget sih" Al dengan tidak takut ngomel.


"Oh , berani ya " ancam Dhirga


Yang diancam hanya tertawa girang karena pacarnya marah-marah.


Ohiya , Dhirga dan Al masih berpacaran dengan awet setelah hari dimana mereka menyatakan perasaan masing-masing.


Al langsung saja merangkul dari belakang tubuh kekar Dhirga yang telah bosan menunggunya , yang dirangkul hanya menatap tajam dari spion motornya.


"ciye ngambek.." goda Al.


Dhirga memanglah cowok yang jutek , datar dan kontrol emosi yang buruk . Entah apa yang terjadi jika Dhirga berpacaran dengan yang lain mungkin hanya 2 bulan pacaran lalu putus.


"Buruan naik . Engga laper apa?!" Bentak Dhirga. May gat.


"Galak bener sih masnya" gerutu Al sambil membuka kaitan helm nya.


Dengan gemas Dhirga mencubit kedua pipi Al dengan gemas.


" Kamu malah ngedumel aja sih . Aku tuh udah capek juga balik kuliah ngebut buat jemput kamu tau . Kamu di UI aku kan kuliah cuma di STAN Bintaro jauh tau dari sini . Sampai sini masih harus nungguin kamu, cacing aku uda pada minta jatah, kamu lama banget" omel Dhirga


"kok malah ketawa sih . Aku bisa tipes loh lama-lama"


"iya abang sayang , ayo jalan" ujar Al yang sudah naik ke boncengan Dhirga , memeluk Dhirga dari belakang dan menyenderkan kepalanya pada pundak Dhirga .


Dhirga tersenyum , walaupun menyebalkan tapi harus diakui hanya Al yang paling tahan terhadapnya.


Tanpa mereka tau ada sepasang mata yang menyaksikan kemesraan ala Dhirga dan Al. Mentap dengan amarah dibutakan cemburu. Rafa marah karena Al yang lebih memilih Dhirga si cowok tempramen dibanding dengannya yang begitu lembut dan pendiam .


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Al memesan chese burger kentang goreng dan juga soda . Sedangkan Dhirga hanya memesan latte panas.


Al melongo saat pesanan mereka datang.


"Tadi katanya laper ?! Sampe aku dimarahin , ehh sekarang malah mesen latte doang" omel Al kesal . Gimana tidak.


Dhirga hanya melemparkan cengar cengir dongo nya saja.


"iya abang kenyang nungguin km"

__ADS_1


Al hanya memandang kesal pada Dhirga . Dan Dhirga hanya senyum-senyum bodoh . Tiba-tiba datang seorang gadis cantik nan seksi menyapa Dhirga .


"Dhirga !" Panggilnya dan langsung mencipika-cipiki Dhirga tanpa melihat ada seseorang yang sedang bersama Dhirga .


Dhirga hanya melotot kebingungan memandang Al yang sama melototnya dengan Dhirga.


"Lo apa kabar sih ? Kok udah jarang ke pemotretan ?"


Oh oke dia udah pasti salah satu modelnya Om Adhit. Batin Al , karena Al tau sejak Al memutuskan untuk fokus dulu pada sekolahnya Dhirga juga memilih untuk tidak datang untuk pemotretan tidak peduli kerasnya Om Adhit merayu Dhirga tetap tidak mau .


"Maaf ya Mer gue lagi sibuk sama pacar gue" to the point dan menggenggam tangan Al karena Dhirga tidak mau Al berburuk sangka padanya.


Dan berhasil , si model yang ternyata bernama Merry ini langsung saja melirik pada gadis kecil yang sedang memegang segelas besar ice cream . Jelas terlihat bahwa Merry tidak menyukai Al , dahinya berkerut seolah bertanya-tanya .


"Gue pernah liat lu dimana ya dek ?"


What ? Dek ? Ya emang sih gue lebih muda tapi jangan anggap seolah gue lagi kencan sama om om dong .


Batin Al kesal pada cewek genit yang masih saja mendaratkan tangannya dipundak Dhirga . Dan Dhirga tidak menyadarinya .


"Oh iya tante aku juga ikutan pemotretan di Om Adhit mungkin disitu" ucap Al pura-pura polos .


Wajah Merry sangat merah karena marah dipanggil "tante" , make up yang terlalu menor membuatnya terlihat lebih tua .


"Kapan kita ONS lagi Dhir ?" Ucap Merry yang langsung menoleh pada Dhirga lagi bahkan sekarang tangannya tidak hanya bersandar pada pundak Dhirga tapi malah dengan sengaja mengelus-elus cambang Dhirga yang mulai tumbuh tipis-tipis . Merry sengaja menyulut api dengan Al yang dengan sengaja memanggilnya "tante" .


Al yang mendengar ucapan Merry langasung menghempaskan genggaman Dhirga dan berlari keluar .


Seolah dejavu Dhirga langsung bangkit dan memanggil Al hendak mengejarnya tapi ditahan oleh Merry .


"Apaan sih lo Mer ? Kapan kita ONS ? Jangan halu deh!" Kemudian Dhirga langsung mengejar Al yang sudah naik taksi .


"Al..!!" Teriak Dhirga yang terlambat datang.


Merry yang hanya melihat melipat tangannya kedepan dada dan tersenyum licik .


"Kalau lo engga bisa jadi milik gue ya yang lain juga ngga bisa Dhir"


.


.


.


Sebagai pemula aku sangat butuh coment juga kritik dan saran yang membangun.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak , like and coment .


Thank you , happy reading readersย  ๐Ÿ’ž


__ADS_2