
Hari terus berlalu. Dengan Alka yang masih mencoba untuk meminta maaf pada Letta dan Rafa. Dan selama itu pula mereka seolah tak melihat keberadaan Alka.
Matahari sudah bergeser, dan langit masih memberikan warna jingganya. Hari hampir gelap tapi Alka baru saja menyelesaikan urusannya di kampus.
Alka berdiri memandang indahnya langit , memuji keindahn ciptaan Tuhan. Dan tanpa sengaja matanya menangkap sosok yang membuat hatinya porak poranda akhir-akhir ini.
Mereka terlihat seperti pasangan kekasih, tertawa sambil sendau gurau dan tatapan sang gadis sangat menjelaskan perasaannya pada si pemuda yang menarik hatinya. Dan sesekali bergelayut manja pada lengan Rafa. Bersandar mesra pada pundak Rafa.
"Kak Rafa" lirih Al memanggil tersangka kegalauan hatinya.
Rafa berjalan dengan seorang gadis entah siapa, berjalan menuju mobilnya yg terparkir tapat di sebelah mobil Alka.
Dan Alka melangkahkan kakinya dengan tidak sadar menuju ke arah mereka.
Kenapa jantung ni rasanya begini ? Kenapa sakit ini begitu nyata ? Kenapa sakit di hatinya terasa seperti saat melihat Dhirga dan Merry saat itu? Apa ini?
Hati Al bertanya-tanya apa yang dirasanya.
"Kak Rafa?" Panggil Alka saat tubuhnya yang lunglai telah berada sangat dekat dengannya.
Rafa menoleh dan terlihat terkejut dimatanya.
"Al..." lirih Rafa.
Manik mata mereka bertemu bahkan seolah saling melepas rindu.
"Raf.." panggil gadis yang tadi berjalan bersama dengan Rafa.
"Masuk dulu aja Nadia" perintah Rafa tanpa mengalihkan pandangannya dari Al yang terlihat sangat kesakitan.
"Kak. Kenapa dada aku sakit?" Tanya Al polos sembari memegang dadanya.
Dari matanya sangat terlihat Al kesakitan.
"Kamu kenapa sayang?" Rafa merutuki mulutnya yang keceplosan memanggil Al dengan sebutan itu.
Al tersenyum pahit. Dan pergi berlalu meninggalkan Rafa.
Al berlari menuju mobilnya dan langsung manancapkan gasnya.
Hatinya sakit. Kepalanya berdenyut. Dan matanya perih.
"Aku kenapa ?" Jari lentik itu menyentuh pipinya yang telah basah oleh air mata.
Semakin di tekan semakin sesak rasanya. Alka akhirnya menepikan mobilnya dipinggir jalan dan menangis keras.
Entah apa yang ditangisinya. Rafa yang mengabaikannya atau panggilan sayang dari Rafa. Atau mungkin gadis cantik yang berjalan dengan Rafa.
Gadis itu sangat cantik. Bahkan ia yang wanita saja bisa bilang dia gadis yang cantik apalagi Rafa yang lelaki. Pasti Rafa tertarik dengannya.
Tangisnya semakin pilu saat memikirkan Rafa yang tertarik pada gadis yang di panggil Nadia oleh Rafa.
Bagaimana bisa.
Pertanyaan itu menggema di relung hatinya. Jantungnya menggedor keras didalam sana.
Akhirnya Alka berteriak sedih.
__ADS_1
-----
"dia siapa Raf ?" Tanya Nadia akhirnya yang sejak tadi penasaran.
Rafa yang sejak bertemu Al menjadi sangat pendiam. Tak berkata apa-apa dan fokus pada jalan.
Sepertinya Rafa lupa ada gadis cantik disebelahnya.
"Hah?" Benar saja. Rafa ternyata sibuk dengan pikirannya sedari tadi.
"Raf.. lo ngelamun ya?" Tanya Nadia.
"enggak lah kalo gue ngelamun udah nabrak kali dari tadi" sergah Rafa.
"Dia siapa?" Terdengar dengan jelas bahwa Nadia cemburu.
Nadia adalah sahabat Rafa sejak Sekolah Menengah Pertama. Tapi apa kamu percaya ada persahabatan yang tulus antara perempuan dengan laki-laki ?
Dalam kasus ini Nadia lah yang jatuh cinta pada Rafa. Rafa pura-pura tidak mengetahuinya demi menjaga persahabatan mereka meski hati Nadia terluka.
"Dia Alka, gadis yang selama ini jadi moodboster gue. Gadis polos dan enggak peka yang gue cinta dengan sepenuh hati. Gadis yang terjebak dengan cinta pertamanya dan gue berusaha menariknya dari patah hatinya" Rafa mengucapkan isi hatinya.
Nadia terdiam. Akhirnya Rafa mencintai gadis lain. Ingin rasanya menangis dan menjerit tapi dia tidak ingin Rafa mengasihaninya.
"Kenapa engga lo kejar?" Apapun jawaban Rafa sudah pasti menyakitkan hatinya.
Rafa hanya diam. Karena dia juga bingung kenapa tidak di kejar. Ingin rasanya mengejar dan memeluknya tapi kakinya sangat berat untuk melangkah. Dia pun rasanya ingin mencaci maki kakinya yang tidak mau di ajak bekerja sama.
"Gue cinta sama dia Nad. Lo dukung gue sama dia kan?"
"gue akan dukung apapun keputusan lo" jawabnya kemudian.
"makasih ya Nad".
Rafa mengantar Nadia pulang. Ingin sekali rasanya pergi ke rumah Alka tapi dia malah melajukan mobilnya kembali ke rumahnya.
Ada rasa sakit saat melihat tatapan mata Alka. Mata adalah jendela dunia. Dari mata kita bisa melihat apa yang dia rasa.
Kilatan mata Al menunjukan hati yang begitu terluka dan itu menimbulkan rasa tidak nyaman di hatinya.
Akhirnya Rafa mengirim pesan pada Alka.
@Rafa
Alka, i love you
Ting! (Tanda pesan masuk)
@my lovely Alka
Lpakan semuanya kak.
anggap aja kita ngga pernah ada apa"
Balasan dari Al seolah membakar tubuh Rafa. Tubuhnya bergetar hebat. Hatinya seperti terbakar , mungkin setelahnya akan melepuh.
Tanpa banyak pikir Rafa menyambar kunci mobil yang dia letakan di atas meja. Dan melajukan mobilnya menuju rumah Alka dengan persaan tidak menentu.
__ADS_1
-----
Alka sedang duduk menyendiri di balkon kamarnya. Mungkin matanya telah bengkak karena terus saja menangis.
"Gue baru sadar. Apa gue cemburu ? Apa gue mulai jatuh cinta sama kak Rafa? Sakit banget liat dia bisa ketawa-ketawa sama cewek lain tapi dia nyuekin gue akhir-akhir ini"
Bulir bening itu kembali mengalir tanpa izin.
"Rafa brengsek . Udah bikin gue jatuh cinta terus lo jalan sama cewek lain" teriak Alka.
"Rafardhan Athalla aku cinta kamu. Bahkan kamu bisa bikin aku lupa sama Dhirga.." lirih Alka.
~> Flashback
Alka sedang sibuk memilih buku yang ada di rak perpustakaan tiba-tiba merasakan ada lengan kekar yg memeluknya dari belakang.
"good morning" ucapnya tepat di telinga Al membuatnya memerah.
"Kak kita di perpus jangan konyol deh" bisik Al pada Rafa.
Rafa membalikan tubuh Al dan menempelkan bibirnya pada bibir Al dengan lembut.
Al yang terkejut merasakan tubuhnya kaku.
"Kalo aku cium kamu relaks dong, dan jangan lupa balas ciuman aku" bisik Rafa.
Rafa menarik lengan Al agar mengalungkannya di leher Rafa. Kemudian Rafa memeluk erat pinggang Al.
Rafa kembali menempelkan bibirnya sedikit ******* dan mengigit pelan bibir bawah Al agar Al membuka mulutnya dan Rafa bisa mengabsen isi mulutnya.
Awalnya memang terkejut tapi lama kelamaan Al mulai membalas.
Itu adalah ciuman pertama mereka setelah Al akhirnya membuka hati untuk Rafa.
~> Flashback off
Al menangis pilu mengingat apa saja yang telah mereka lalui bersama.
Bahkan hatinya terasa perih saat membalas pesan dari Rafa tadi.
Semakin lama tangisnya semakin memilukan. Siapapun yang mendengar pasti merasakan kesedihan itu.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Muncul nama Letta dilayar ponselnya. Alka menerima panggilan itu.
"Hallo" sapa Al.
"alka.. cepet dateng ke rumah sakit xx Rafa keceakaan kondisinya kritis" suara Letta sangat panik, dan panik itu menularkan Alka.
Hanya sepenggal kalimat dari Letta itu membuatnya kembali hancur.
---
Bersambung.
jangan lupa like , komen , vote , love yaa .
love you all..
__ADS_1