
"Loh kok malah bengong?" tanya Farhan yang melihat Shanti masih berdiam diri di tempatnya.
"A-e... Tidak Mas, Aku tidak akan kemana-mana, Aku hanya merasa dingin saja, Makanya pake blazer." ujar Shanti yang langsung kembali masuk ke kamarnya.
Shanti menutup pintu kamarnya rapat-rapat dan menyandarkan tubuhnya di balik pintu. Ia mulai bimbang keputusan apa yang harus ia ambil.
•••
Di tengah malam Shanti masih tidak bisa tidur memikirkan Farzan yang tidak lagi mau bicara dengan dirinya, Sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang semakin merasa resah setiap harinya. Bahkan bayangan kebersamaan mereka terus terlintas dalam benak pikirannya hingga tak jarang membuat tubuhnya berdesir.
"Akkkhhh..." desa'han lirih terlepas dari bibirnya hingga membuat dirinya menyadari jika anak dan suaminya tidur di sebelahnya.
"Apa yang ku pikirkan." batin Shanti yang langsung beranjak duduk dan menatap Farhan yang sudah tertidur pulas.
"Untung saja Mas Farhan tidak mendengar."
"Oh... Ada apa dengan ku, Kenapa Aku terus memikirkan malam itu!" Shanti yang merasa kesal dengan dirinya sendiri beranjak pergi untuk ke kamar mandi. Namun baru saja ia ingin membuka pintu kamar mandi, Shanti terkejut karena pintu yang tiba-tiba terbuka dari dalam.
"Farzan?" lirih Shanti yang merasa jantungnya berdegup dengan kencang melihat Farzan yang hanya mengenakan handuk melingkar di pinggangnya.
"Maaf, Kamar mandi ku ada yang make jadi Aku kesini." jelas Farzan.
"A-e... Ya tidak apa-apa Farzan."
__ADS_1
Farzan mengangguk dan meninggalkan Shanti begitu saja seolah tidak ada rasa apa-apa lagi dengan kakak iparnya itu.
"Kenapa kamu tidak merasakan apa yang ku rasakan Farzan?" batin Shanti yang merasa begitu sedih sekaligus kesal. Setelah itu Shanti berniat masuk ke kamar mandi. Namun lagi-lagi langkah Shanti menghentikan langkahnya mengingat kata-kata Farzan yang mengatakan kamar mandinya di pakai seseorang.
"Siapa yang malam-malam begini memakai kamar mandi Farzan?" batin Shanti.
"Farzan juga tengah malam begini mandi basah." batinnya lagi.
Karena merasa hatinya semakin resah dan rasa penasarannya tidak bisa di tahan lagi, Shanti memutuskan untuk ke rumah Farzan.
Seperti halnya rumah Bulek Wati, Rumah Farzan pun masih menyambung melalui ruang dapur sehingga memudahkan Shanti untuk langsung masuk ke ruang tengah rumah Farzan.
Dengan jantung yang berdegup kencang Shanti mendekati pintu kamar Farzan. Ia tidak bisa lagi menahan keresahan di hatinya. Terlebih dengan dugaan-dugaan yang terlintas di pikirannya membuat ia tidak berpikir dua kali untuk mendatangi Farzan di tengah malam.
Setelah terdiam beberapa saat, Shanti menarik nafas dalam-dalam dan memberanikan diri mengetuk pintu.
Cukup lama Shanti menunggu hingga akhirnya ketukan ke tiga, Farzan membuka pintunya.
Ckleekkk...
Farzan terkejut melihat Shanti yang berani mendatangi dirinya ke kamar di tengah malam.
"Mbak Shanti..."
__ADS_1
"Farzan..."
"Ada apa, Kenapa tengah malam begini Mbak kesini?"
"Farzan terlihat biasa saja saat melihat kedatangan ku, Tidak seperti dulu yang terlihat begitu bahagia saat menemuiku, Apa Farzan benar-benar sudah tidak mencintai ku lagi." batin Shanti.
"Mbak kanapa malah diam, Ini sudah malam, Bagaimana jika Mas Farhan tau Mbak Shanti di sini?"
"Bahkan Farzan takut jika Mas Farhan melihat kami, Padahal sebelumnya dia begitu berharap Aku bercerai darinya." batin Shanti lagi.
"Mbak Santi..." Farzan menjentikkan jarinya membuat Shanti tersadar dari lamunannya.
"A-e... Tidak, A-aku..."
"Mas Farzaaan..." teriakan seorang wanita dari dalam kamar mandi yang terletak di sebelah kamar Farzan membuat Shanti begitu terkejut dan menatap Farzan tak percaya.
"Siapa wanita itu?" tanya Shanti yang merasa hatinya seolah tertusuk pisau, Lebih perih dari yang ia rasakan saat mendengar Farhan memiliki istri lain.
"Kenapa?"
Ekspresi datar Farzan membuat Shanti merasa malu dan menyadari jika dirinya masih sah sebagai istri Farhan dan tidak ada komitmen apapun dengan Farzan.
"Apa Mbak Shanti kemari hanya untuk mencari tau siapa yang ada didalam kamar mandi ku?"
__ADS_1
Merasa tidak tahan lagi dengan sikap dingin Farzan, Shanti Hanya menggelengkan kepalanya dan langsung berlari pergi meninggalkan Farzan.
Bersambung....