Bukan Niatku Selingkuh

Bukan Niatku Selingkuh
5 Years Later


__ADS_3

Setelah tujuh hari meninggalnya Bu Rahayu, Shanti membawa Fakhri meninggalkan kampung halaman. Ia bekerja di Jakarta sebagai asisten rumah tangga di tiga rumah sekaligus dengan sistem pulang pergi.


Shanti menyewa sebuah kontrakan kecil untuk ditinggali bersama Fakhri. Setelah memiliki cukup banyak uang, Shanti yang memiliki pengalaman di bidang jahit menjahit berhenti dari pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga dan membuka Tailor di rumah kontrakannya agar tidak terus-menerus meninggalkan Fakhri sendirian.


Usahanya pun tak pernah sepi dari pelanggan yang datang hingga Shanti memiliki lebih banyak uang lagi untuk menyewa pengacara agar mengurus perceraiannya tanpa mau bertemu dengan Farhan meskipun sekali saja. Hingga waktu terus berlalu dan tak terasa sudah lima tahun Shanti meninggalkan masa lalu yang menghancurkan mentalnya, Shanti memberanikan diri pulang ke kampung halaman untuk ziarah ke makam ibunya.


Begitu sampai kota kelahirannya, Shanti yang mengajak serta Fakhri, Tidak mau mampir ke rumah yang membuatnya trauma akan masa lalunya.


Shanti langsung menuju makam, Meskipun dengan perasaan cemas karena bayang-bayang masa lalu, Shanti berusaha kuat demi mengunjungi ke makam ibunya yang sudah hampir lima tahun ini tidak pernah ia kunjungi.


Langkahnya tertahan mengingat-ingat dimana letak kubur sang ibu, Satu-satu papan nama ia baca untuk memastikan. Setelah menelusuri makam cukup lama akhirnya Shanti menemukan makanlm ibunya.


Shanti cukup terkejut melihat makam yang selama ini ia tinggalkan telah mengalami pemugaran yang cukup rapi, Area sekitar pun begitu bersih terawat padahal di kampung mereka tidak ada iyuran untuk membersihkan makam apalagi pemugaran. Hal ini cukup kontras dengan makam sekitar yang di penuhi rumput-rumput liar tak terawat.


"Siapa yang melakukan ini," batin Shanti sembari mengusap nama ibunya yang terpampang di ujung makam. Tidak mau terus merasa penasaran, Shanti pun menepis itu dari pikirannya dan fokus memanjatkan Doa.


Setelah selesai, Shanti beranjak bangun dan menggandeng tangan Fakhri untuk meninggalkan makam, Namun langkah mereka terhenti saat sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka.


Mereka yang ingin menyeberang, Menunggu mobil tersebut. Dan alangkah terkejutnya mereka melihat sosok pria yang turun dari mobil tersebut.


"Farzan..." lirih Shanti.

__ADS_1


"Om Farzan," ucap Fakhri yang juga masih mengingat dengan jelas wajah Adik dari Bapaknya meskipun sudah lima tahun ia tak melihatnya.


Farzan yang sebelumnya masih menunduk memasukan kunci mobil ke sakunya, Tak kalah terkejut begitu mengangkat kepalanya.


Bahkan keranjang bunga yang ada di tangannya terjatuh ke tanah saat melihat wanita yang ia cintai lebih dari lima tahun lalu kini berada di hadapannya.


"Mbak Shanti... Fakhri..." batin Farzan yang seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Kini keduanya mematung dan saling menatap dengan begitu dalam. Tatapan mata yang seakan mengungkapkan kerinduan cinta yang belum usai akibat peristiwa lima tahun lalu.


Tatapan mata itu berakhir ketika keduanya tersentak saat bunyi klakson lewat di hadapan mereka.


"Om Farzan..." Fakhri langsung berlari menghampiri Farzan.


"Aku baik Om, Om Farzan bagaimana kabarnya?"


"Aku juga baik." saut Farzan sembari melirik Shanti yang berdiri menunduk di belakang Fakhri.


"Mbak Shanti... Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik." jawaban singkat.

__ADS_1


Karena merasa canggung, Farzan meminta izin dan mengambil kembali keranjang bunga yang terjatuh di bawah kakinya.


"Apa kamu yang merawat makam ibu ku?"


Farzan hanya diam dengan tatapan lurus ke depan.


"Farzan... Jawab pertanyaan ku." Namun belum sempat Farzan menjawab, Seorang ibu-ibu datang menyapa Shanti.


"Santiii... Benarkah ini kamu?" ibu-ibu itu langsung menempelkan pipi kanan kirinya kepada Shanti.


"Ya ampun Shanti, Kamu makin cantik aja, Sudah sukses yah?


Fakhri juga sudah besar, Ganteng lagi."


Belum sempat Shanti menjawab satu patah kata pun, Ibu itu kembali menceritakan jika yang merawat makam dan rumahnya yang kosong adalah Farzan. "Bahkan bukan hanya merawatnya saja, Tapi Farzan juga telah merenovasi rumah mu menjadi sangat megah." lanjut ibu itu yang menyerocos tanpa henti.


Shanti menatap Farzan dengan berbagai macam pertanyaan di benak pikirannya.


"Mas Farzan. Akhirnya penantian dan kesabaran mu selama lima tahun ini tidak sia-sia, Kini Shanti dan Fakhri telah kembali, Di tunggu yah undangannya." lanjutnya lagi lalu ibu itu pamit pergi.


Setelah ibu itu pergi, Shanti dan Farzan saling menatap satu sama lain. Berkata dalam hati masing-masing, Masihkah cinta itu bersemayam di hati setelah lima tahun berpisah tanpa berkomunikasi?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2