Bukan Niatku Selingkuh

Bukan Niatku Selingkuh
Terpojok


__ADS_3

Dengan langkah tertatih Ibunda Shanti keluar dari dalam.


Dan di sisi lain empat orang warga semakin mendekat di depan rumah.


Shanti dan Farzan saling menatap bingung tak tahu alasan apa yang harus mereka katakan pada ibu apalagi warga jika mereka bertanya.


"Ibu..." lirih Shanti.


"Shanti, Farhan datang kok gak di suruh masuk?"


Minimnya penerangan membuat ibunda Shanti yang baru bangun tidur tidak dapat melihat dengan jelas pria yang ada di hadapannya.


"Ada apa Bu Rahayu, Kenapa larut malam begini pada di luar?" tanya salah seorang warga mencelah pertanyaan Bu Rahayu yang belum sempat di jawab oleh Shanti.


"Ini Pak, Si Farhan suami Shanti baru datang, Makanya belum masuk." ujar Bu Rahayu.


Para warga pun menatap Farzan yang separuh menutupi wajah dengan kelima jarinya.


"Oh baru datang, Apa kabar Mas Farhan?" tanya salah seorang warga mengulurkan tangan untuk bersalaman.


Dengan terpaksa Farzan menurunkan tangan dan menjabat tangan warga satu persatu. Kemudian dengan terburu-buru Farzan kembali menyembunyikan wajahnya. Namun salah seorang warga yang sejak tadi mengamati sikap Farzan yang mencurigakan, Dapat melihat dengan jelas jika pria yang kini bersama Shanti bukanlah Farhan suami Shanti. Hal itu pun di sampaikan olehnya kepada warga lainnya.


"Kayaknya itu bukan Farhan deh." bisiknya.


"Bukan Farhan gimana?" ujar warga lainnya yang memang tidak dapat melihat dengan jelas karena minimnya cahaya.

__ADS_1


"Perhatikan saja, Wajahnya beda. Meskipun terakhir ketemu beberapa tahun yang lalu tapi Aku ingat betul jika wajahnya tidak seperti itu" ujarnya lagi.


"Yah namanya perantauan, Mungkin Farhan sekarang sudah sukses makannya sekarang jadi beda." ujar yang lainnya.


"Ya udah ya bapak-bapak kami masuk dulu, Shanti ajak Farhan masuk, Udah mau pagi loh," ucap Bu Rahayu.


"Iya Bu." Shanti sedikit bernafas lega karena kekhawatirannya tidak terjadi. Namun belum sempat ia masuk, Dan para warga juga belum sempat pergi, Sinar lampu motor terlihat semakin dekat.


Semua orang pun berdiri penasaran melihat siapa yang datang.


Dan rasa penasaran mereka berubah menjadi rasa terkejut ketika melihat penumpang yang turun dari jok belakang motor tersebut.


"Mas Farhan..." lirih Shanti dan Farzan berbarengan.


Setelah membayar ongkos ojek, Farhan pun melangkah mendekati para warga yang masih berdiri di depan rumah Shanti. Dengan ramah ia menyalami satu persatu warga tersebut.


"Benar Pak." ujar Farhan.


"Kalau ini Farhan, Terus yang itu siapa?" ucap yang lainnya.


Farhan menatap Shanti dan Farzan yang berdiri berdampingan.


Bu Rahayu pun menjadi bingung dan mengusap-usap matanya memperhatikan baik-baik Farzan hingga ia menatapnya dari jarak yang begitu dekat. Minimnya cahaya lampu pijar yang hanya lima watt serta kondisinya yang baru bangun tidur, Serta usianya yang sudah lebih dari 60th membuat penglihatan Bu Rahayu sudah tak begitu jelas.


"Jika Farhan baru datang, Lalu siapa yang sejak tadi bersama mu Shanti?"

__ADS_1


Pertanyaan Bu Rahayu mengundang para warga menatap Shanti penuh curiga. Tak terkecuali Farhan yang baru datang.


Dengan pandangan yang tak lepas dari Shanti, Farhan pun mendekati mereka.


"Farzan... Sedang apa kamu di sini?" tanya Farhan.


"Farzan?" tanya Bu Rahayu terkejut.


"Jadi yang dari tadi bersama mu Farzan bukan Farhan?"


Pertanyaan Bu Rahayu membuat para warga curiga. Mereka pun menatap Shanti dan Farzan penuh telisik, Hingga akhirnya mereka semakin curiga ketika melihat kancing daster Shanti tak terpasang.


"I-i-iya Bu, Maaf sudah menganggu malam-malam," ucap Farzan terbata.


"Lalu saat ibu mengira kamu Farhan dan menyuruh mu masuk, Kenapa diam saja tidak mengatakan kalau kamu Farzan?"


"Karena sepertinya mereka tengah berbuat mesum Bu." ujar salah seorang warga mencelah pembicaraan.


"Apa maksud Anda mengatakan seperti itu?"


"Apa lagi Bu? Di tengah malam, Ditengah lampu remang-remang berduaan antara pria dan wanita dewasa, Apa lagi yang mereka lakukan jika tidak mesum, Lihatlah daster Shanti, Tidak satupun kancingnya terpasang."


Shanti yang mendengarnya begitu shock dan langsung melihat ke arah dadanya yang memang benar terbuka.


Dengan perasaan malu yang teramat sangat, Shanti menutup kerah dasternya dengan cara menggenggamnya erat-erat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2