
Shanti yang masih terpaku menatap Farzan tersentak ketika Fakhri berteriak memanggilnya dari lantai dua. Fakhri melambaikan tangan dengan senyum bahagia melihat seisi rumah.
"Lihatlah Fakhri sangat bahagia." ujar Farzan.
"Tapi ini bukan lagi rumah ku."
"Kenapa, Apa Mbak Shanti tidak suka dengan desain nya? Apa Aku perlu merubahnya?"
"Tidak, Bukan seperti itu Farzan, Kamu yang merenovasi rumah ini, Entah berapa uang yang kamu keluarkan untuk ini, Sedangkan kita tidak lagi memiliki hubungan apapun, Bagaimana..."
"Bagaimana bisa Mbak Shanti berkata seperti itu?" tanya Farzan memotong pembicaraan.
Shanti terhenyak menatap Farzan.
"Bagaimana bisa Mbak Shanti mengatakan kita tidak memiliki hubungan apapun. Fakhri adalah anak dari Mas Farhan, Mas Farhan adalah kakak ku, Itu artinya kami masih sedarah. Dan satu lagi apakah Aku pernah menyetujui keputusan mu?" Farzan menjeda ucapannya.
"Aku tidak pernah menyetujui keputusan mu yang menginginkan kita tidak lagi memiliki hubungan apapun. Jadi tidak ada yang berubah meskipun secara sepihak Mbak memutuskan hubungan dan meninggalkan ku begitu lama."
Shanti menggelengkan kepala seakan tak percaya dengan apa yang Farzan katakan.
"Aku tidak tau apakah di hatimu masih ada cinta yang tersisa untuk ku atau tidak, Tapi yang jelas, Perasaan di hatiku masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah."
Shanti terhenyak mendengar semua yang Farzan katakan, Ia tidak pernah menyangka jika Farzan sebegitu besarnya mencintai dirinya hingga lima tahun berpisah Farzan masih menunggunya bahkan mengabdi untuk ibunya yang telah tiada.
Seketika Shanti tersentak saat tiba-tiba ponsel Farzan berdering.
Farzan pun meminta izin untuk mengangkat ponselnya dengan menjauh beberapa langkah dari Shanti. Dengan serius Farzan berbicara di telpon. Sementara Shanti yang terus menatap Farzan, Tanpa di sadari mengukir senyumnya.
Senyuman itu tanpa sengaja di lihat oleh Farzan hingga membuat Shanti mengalihkan pandangannya malu-malu. Melihat itu Farzan tersenyum dan langsung menutup ponselnya. Kemudian mendekati Shanti.
"Apa senyuman itu untuk ku?" goda Farzan.
Shanti semakin tersipu malu mendengar pertanyaan itu.
Farzan tersenyum lebar karena merasa Shanti masih memiliki rasa yang sama dengan nya. Namun lagi-lagi momen manis itu terganggu oleh pesan yang masuk ke ponselnya.
Raut wajah Farzan seketika berubah saat melihat layar ponselnya
Shanti yang melihatnya menjadi penasaran apa yang Farzan lihat sehingga ia menanyakan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Mas Farhan." jawab Farzan.
"Ada apa dengan nya?" saut Shanti yang berubah menjadi dingin.
"Polisi sudah menemukannya."
"Apa! Polisi? Apa yang Farhan lakukan?"
"Mas Farhan sudah beberapa bulan ini menjadi buronan polisi. Dia bukan hanya membawa lari sepeda motor milik salah seorang bwarga, Tapi ia juga menghamili seorang wanita."
"Apa!?"
"Ya. Itu benar Mbak, Sejak Mas Farhan berpisah dari Mbak Shanti, Hidupnya setiap hari semakin berantakan, Hari-harinya hanya di habiskan untuk nongkrong dan mengencani beberapa wanita. Hingga pada suatu hari ada seorang wanita yang datang meminta pertanggungjawabannya. Namun ia mengelak dan justru lari dengan motor pinjaman yang akhirnya pemilik motor melaporkannya."
"Jangan sampai Fakhri mendengar tentang ini," ucap Shanti.
"Aku tidak bisa menjamin Mbak, Karena selama pencarian, fotonya tersebar di beberapa grup media sosial."
"Kalau begitu Aku harus memberinya pengertian sebelum ia mengetahui dari media sosial," ucap Shanti.
"Setelah mendengar kabar ini, Apa yang Mbak Shanti rasakan?"
Seketika Farzan terdiam menundukkan kepala.
Melihat itu, Shanti baru tersadar jika Farhan adalah Kakak kandung dari Farzan. Jadi seburuk apapun dia, Ikatan saudara tidak semerta-merta terputus begitu saja.
"Maafkan Aku Farzan."
"Tidak masalah Mbak, Aku tau Mas Farhan begitu banyak melakukan kesalahan jadi Aku tidak menyalahkan Mbak jika sulit memaafkannya."
Shanti menghelai nafas dalam-dalam dan menjadi canggung ketika tidak ada lagi yang di bahas. Suasana hening itu mencair ketika Fakhri berlari kebawah dan memeluk Shanti.
"Mama... Rumahnya sangat bagus, Ada kamar khusus untuk ku juga dengan tema Spiderman."
Shanti hanya tersenyum mengusap-usap kepala Fakhri.
Begitupun dengan Farzan yang turut bahagia karena Fakhri menyukai idenya. "Kamu menyukainya?" tanya Farzan.
"Sangat Om, Aku sangat menyukainya."
__ADS_1
"Mama kita nginep di sini yang lama yah?"
"Tidak bisa Fakhri, Ini bukan lagi rumah kita bagaimana jika..."
"Mbak... Bukankah tadi sudah ku jelaskan?"
"Yah, Tapi Aku tidak ingin kejadian lima tahun lalu kembali terulang."
"Maka dari itu menikahlah denganku."
Shanti terhenyak mendengar ucapan Farzan.
"Menikahlah denganku Mbak, Jadilah istri dan ibu untuk anak-anak ku."
Shanti memalingkan wajahnya kepada Fakhri yang seolah juga tengah menunggu jawabannya.
"Aku tidak keberatan Ma," ucap Fakhri.
"Lihatlah Fakhri sudah setuju, Apa lagi yang Mbak pikirkan?"
Setelah berpikir beberapa menit, Akhirnya Shanti menganggukkan kepalanya. Hal itu di sambut sorak sorai Farzan yang langsung mendekap Fakhri.
"Katakan sesuatu Mbak."
"Ya."
"Ya apa?"
"Ya, Aku mau menikah dengan mu."
Farzan bernafas lega dan mendekap serta Shanti ke sisinya.
•••
T A M A T
📌 Terimakasih sudah membaca novel yang gak jelas ini 😂
Tungguin novel terbaru Author yang sejak tanggal 1 belum juga di ACC 😭
__ADS_1