Bukan Niatku Selingkuh

Bukan Niatku Selingkuh
Gair'ah Cinta


__ADS_3

Melihat Shanti yang masih saja terdiam, Membuat Farzan kembali ingin menggodanya. "Sebelumnya Mbak terlihat sangat marah, Kenapa sekarang diam saja, Hmm?"


Tanpa menjawab pertanyaan Farzan, Shanti menepis wajah Farzan yang begitu dekat menatapnya. Namun hal itu membuat Farzan tersenyum lebar lalu membuka kedua tangan seraya menganggukkan kepalanya.


Dengan senyum malu-malu, Perlahan Shanti melangkah mendekati Farzan dan memeluknya.


Farzan mendekap tubuh Shanti dengan sangat erat, Meluapkan segala perasaan yang selama ini tertahan, Tangannya tak henti-hentinya membelai rambut Shanti yang kini terlihat begitu nyaman berada di pelukannya.


"Aku mencintaimu Mbak,"


Ucapan Farzan membuat Shanti tersentak. Ia yang sebelumnya memejamkan mata, Menikmati degupan jantung Farzan yang terdengar seperti irama lagu, Mengangkat kepalanya dan menatap Farzan seakan masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Aku mencintaimu, Sangat-sangat mencintai mu," ucap Farzan mengulangi pernyataannya untuk meyakinkan Shanti yang masih terlihat ragu.


Mendengar itu Shanti begitu merasa haru dan kembali memeluk adik iparnya itu. "Aku juga mencintaimu Farzan." lirih Shanti.


"Apa? Coba katakan lagi, Aku tidak mendengarnya." goda Farzan.


Shanti memukul dada Farzan dengan terus menyembunyikan wajahnya di pelukan Farzan.


Cukup lama mereka terdiam memeluk satu sama lain. Hingga beberapa menit kemudian Shanti melepaskan pelukannya.


Seakan baru tersadar dengan statusnya yang masih menjadi istri orang sekaligus kakak ipar dari Farzan, Shanti menjadi sedih membelakangi Farzan.


"Ada apa Mbak?"


Shanti kembali menoleh ke belakang. Menatap Farzan dengan tatapan sendu.


"Farzan, Ini salah."


"Tidak seharusnya kita begini, Aku masih istri kakak mu."

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu mencintai ku?"


"Aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku, Saat Aku meminta mu menjauh dari ku, Aku berusaha keras untuk melupakan mu tapi justru Aku begitu merasa sakit saat kamu benar-benar menjauhi ku."


"Begitu pula dengan ku, Apa Mbak pikir itu mudah?


Aku harus menjauhi orang yang ku cintai dan berpura-pura tidak peduli dengannya, Itu benar-benar menyakitkan Mbak." Farzan menjeda ucapannya.


"Hingga pada saat Mas Farhan mengatakan Mbak pulang ke rumah orang tua Mbak dan bilang mungkin Mbak tidak akan kembali lagi, Aku tidak bisa menahan diri untuk menyusul Mbak kemari, Aku tidak mau kehilangan Mbak."


Mendengar penjelasan Farzan, Shanti merasa senang sekaligus resah memikirkan status ikatan pernikahannya dengan Farhan.


"Mbak... Perasaan cinta muncul begitu saja tanpa kita memintanya. Kita sudah berusaha keras untuk tidak saling memiliki karena status Mbak Shanti yang telah menikah, Tapi apa daya setelah berbagai macam usaha kita untuk saling melupakan justru perasaan cinta kita semakin bertambah besar?"


"Apa Mas Farhan tau kamu kesini?"


"Tidak ada satupun yang mengetahuinya."


"Mbak Shanti..."


"Hah!!!" Shanti terkejut melihat kedua tangan Farzan yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Farzan jangan begini." Shanti mencoba melepaskan kedua tangan Farzan dan memutar tubuhnya hingga berhadapan dengannya.


Mereka terdiam dan saling menatap lekat di minimnya cahaya lampu pijar lima watt.


Ntah siapa yang mulai terlebih dahulu, Kini bibir mereka telah terpaut.


Hembusan nafas hangat penuh gelora dapat mereka rasakan satu sama lain.


Tautan yang awalnya begitu lembut kini berubah semakin panas. Dengan brutal Farzan melu'mat bibir Shanti dengan gerakan mendorong hingga tubuh Shanti menabrak jendela kaca.

__ADS_1


"Akhhh..." lirih Shanti sesaat karena benturan itu.


Namun ringisan Shanti dan suara jendela yang berguncang tak menghentikan Farzan untuk terus meneruskan aksinya. Justru Farzan semakin berna'fsu dengan menurunkan ciu'mannyaa ke leher jenjang Shanti yang kini hanya terlihat pasrah menikmati keagresifan Farzan yang semakin menggila, Kedua tangan Farzan pun mulai mengge'rayangi tubuh Shanti sesuai nalurinya.


Desa'han tak lagi bisa Shanti tahan. Nafasnya pun tersengal-sengal ketika Farzan terus menurunkan kecu'pannya ke dada, Perut dan berhenti di bawah sana.


Farzan yang kini berjongkok menghentikan aksi panasnya menatap Shanti yang telah di kuasai kabut gair'ah membara dalam dirinya. Meskipun keduanya masih menggunakan pakaian lengkap. Namun apa yang baru saja mereka lakukan cukup membuat tubuh mereka memanas.


Farzan tersenyum dan kembali berdiri mengecup bibir Shanti.


"Cup... Mbak terlihat begitu sensual dan menggair'ahkan." ujar Farzan kembali mengecup bibir Shanti sekali lagi.


Shanti yang masih mengatur nafasnya hanya tersipu malu dan menepis wajah Farzan yang begitu dekat.


"Maafkan Aku," ucap Farzan.


"Maaf untuk apa?"


"Karena Aku tidak bisa menahan diri."


"Aku juga tidak bisa..."


Ckleekkk...


Pintu yang tiba-tiba di buka dari dalam membuat Farzan dan Shanti terkesiap melihat siapa yang keluar dari dalam rumah.


"Farzan..." lirih Shanti panik.


"Bagaimana ini, Bagaimana jika ibuku tau?"


Belum juga rasa paniknya hilang, Shanti dan Farzan kembali di buat panik oleh beberapa warga yang melintas di depan rumah mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2