Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu

Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu
Bab. 01


__ADS_3

^^^4,januari, 2023^^^




Elina sedang menatap hasil tespack di tangannya bergaris dua, Elina masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Hamil!?.., sungguh dirinya tengah hamil sekarang, Elina tidak bisa berkata-kata lagi.


"Mas Radit "senang Elina keluar dari kamar mandi.


Ceklek....


Elina tidak melihat suaminya berada di dalam kamar. Dan malah melihat secarik kertas di atas nakas. Elina berjalan dan mengambil pesan dari suaminya tersebut.


...***Maaf Elina....hari ini aku tidak bisa menemani mu, aku ada urusan mendadak....

__ADS_1


^^^Salam sayang Radit***^^^


"Kenapa hari ini..."melihat kalender menunjukkan hari pernikahan mereka. "Mungkin nanti malam saya "ucap Elina tersenyum bahagia dan memeluk perutnya.


Ting...


"Pesan dari pak Dante. "Membuka pesan. "Hah...minta aku untuk menemaninya ke acara pernikahan. "Berpikir. "Sempatlah acara ulang tahun pernikahan nanti malam. "Melihat jam pukul 12:30.


Elina bersiap-siap dan berdandan sedikit. Selesainya dari kamar Elina berjalan menuju lift dan masuk lalu menekan tombol 1. Rumah yang di tinggali Elina dan Radit berlantai 4, suaminya pengusaha perhiasan dan tekstil.


Meski bergelimang harta Elina masih ingin bekerja, dan di izinkan oleh suaminya. Sampainya di lantai dasar Elina di sambut para Maid dan Elina membalasnya dengan tersenyum.


Di tempat lain....Dante tengah menuggu kedatangan Elina di butik, sepatu kets-nya terus membenturkan ke lantai. Tiba saatnya Dante melihat mobil Elina terparkir. Dengan sigab Dante berdiri tegap dan menuggu Elina datang. Dante Hasan seorang yatim piatu hanya tinggal bersama sang oma dan adik perempuan nya.


Dante saat kecil kutu buku, dan satu sekolah dengan Elina yang jadi primadona di sekolah, Elina saat itu keluarga berada namun sayang perusahaan ayahnya bangkrut, dan menjalani hidup sederhana.

__ADS_1


Teman-teman di sekolahnya menjauh dan enggan berteman dengan Elina lagi. Dante muda yang pendiam dan tidak punya teman pun memberanikan diri mengajak Elina berteman.


Elina menerimanya karena memang tidak pilih-pilih berteman dengan siapapun, hanya saja saat itu dirinya kena sial mendapat teman yang hanya manfaatkan nya.


Dante dan Elina makin akrab satu sama lain. Hingga di bangku kuliah mereka semakin lengket seperti pasangan. Dante berniat menyatakan perasaan nya pada Elina, tapi gugur karena Elina memperkenalkan Radit padanya.


Dan Dante memendam perasaannya sendiri. "Pak Dante, pak "panggil Elina di depan Dante. "O...kamu sudah masuk ternyata. "Mengelus lehernya. "Kenapa kamu gugub seperti itu, kita sudah lama berteman, santai saja. "Senyum Elina.


"Tidak apa-apa...hahh. "Gugubnya melihat wajah Elina. "Am...di lihat-lihat, tubuhmu semakin subur ya. "Mengalihkan pembicaraan.


"O...kamu benar-benar ya. "Kesalnya memukul lengan Dante pelan. "Maaf.., "ucapnya kembali gugub. "Itu karena aku sedang hamil. "Ucapnya melihat Dante terkejut.


"Ya....kamu tidak salah dengar, aku sedang hamil. Ingat kamu yang pertama mendengar berita ini "dengan senyum bahagianya.


Hati Dante hancur berkeping-keping mendengar wanita pujaanya hamil anak pria lain, pupus sudah harapan nya tidak ada kesempatan untuk menjadi teman hidup di sisi Elina.

__ADS_1


"Ada apa dengan mu lagi, jangan seperti itu "ucap Elina bingung. "Tidak "menggelengkan kepala-nya. "Aku....aku ikut bahagia mendengar nya, selamat untukmu "Dante memeluk erat Elina.


"Terima kasih "mengelus punggung Dante. "Apa reaksi Radit "melepaskan pelukan. "Kamu pikun ya, kamu yang pertama kali tahu aku hamil, Radit belum tahu aku hamil "melihat gaun-gaun yang tergantung.


__ADS_2