Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu

Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu
Bab.14 Tamat


__ADS_3

^^^27, februari, 23^^^




Sementara itu


Rumah Sakit...


" Jadi kalian sudah berdamai. " Ucap senang Elina. " Ya " angguk Dante. " Aku lega mendengar nya. " Memegang tangan Dante.


" Istirahatlah, apa yang terjadi padamu, hanya gertakan untuk ku. " Mengelus perut Elina. " Aku masih belum bisa tidur karena..., selanjutnya kasus ku dengan Radit. " Ujarnya sambil menutup mata.


Dante mencium kening Elina dan beralih ke perut buncitnya.


Singkatnya perceraian Elina dan Radit sudah resmi dan keduanya berpisah. Dante menuggu Elina habis masa idah, setelah lahiran bayi mereka berdua. Keduanya akan merencanakan tanggal pernikahan.


Dante menemani Elina untuk lahiran, sekarang pembukaan akhir. Elina akan melahirkan normal untuk bayi keduanya. Suster dan dokter datang untuk melihat Elina apa sudah siap untuk melahirkan.


" Nanti jangan panik ya bu, ikuti intrusi kata-kata saya tarik nafas buang begitu selanjutnya. " Ucap dokter.


" Iya dok " angguk Elina. Dante memegang tangan Elina yang akan melahirkan. Di luar ruang persalinan, oma dan adik perempuan Dante yang sedang menuggu kelahiran cicit dan keponakan (Raisa & Claire).


" Dante...." Ringis Elina memegang tangan Dante kuat. " Kamu pasti bisa..., aku disini di samping mu. " mengelus kepala Elina. Sudah menuggu beberapa jam lamanya, akhirnya suara tangisan terdengar.


Oma Raisa dan Claire pun tersenyum bahagia mendengar suara tangisan bayi.


" Selamat bayinya laki-laki. "ucap sang dokter, bayi mereka tersenyum berada di dekapan ayahnya Dante.


Sementara itu suster dan dokter membersihkan Elina. Dante kini tengah melihat bayinya yang sedang menangis di dekapan-nya. Tapi beberapa menit kemudian terhenti.


Begitu sebaliknya dan di bawa untuk di bersihkan, Elina di bawa ke ruang rawat lain. " Kak selamat untuk kalian berdua. " Ucap Claire.


" Terima kasih banyak Claire, oma dia seperti ku. " Senangnya. " Benarkah Oma ingin menggendong cicit Oma. " Ujarnya.


Satu jam kemudian...


Elina sedang menyusui putranya yang kini dian dan anteng. Raisa dan Claire tidak henti-hentinya memuji cicit dan keponakan mereka tersebut. Yang di balas lambai-an tangan bayi merah tersebut.


" Lucunya keponakan ku, siapa namanya kak. " Tanya Claire penasaran. " Aku belum memikirkannya. "


" Apa Oma dan Claire punya ide nama untuk putra kami. " Ucap Elina. " Em..., apa ya " bingung Oma Raisa berpikir.


" Romeo bagaimana " ide Claire. " Jangan " tolak Dante. " Justin " ucapnya lagi. " Tidak " Tolak Dante lagi. " Kalau begitu pikirkan saja sendiri. " Marah Claire.

__ADS_1


" Hhe..., bercanda. " Ucapnya tertawa. " Pikirkan lagi yang bagus. " Ucapnya. "Am....Romeo dan Justin tidak cocok, Nade....Elina dan Dante..., nama kalian berdua. " Ujarnya.


" Wah..., kamu pintar sekali Claire, Elina bagaimana. " Ucapnya. " Aku setuju, Nade sayang lihat ada oma, tante dan ayah disini. " Ucapnya pada sang putra.


" Hhe...." Celoteh nya masih sambil menyusu. Matanya menutup dan terbuka melihat langit kamar apa yang dia bisa jangkau.


" Setelah umur Nade beberapa bulan, aku dan Elina akan beritahu tanggal pasti nya. " Ujar Dante.


" Kenapa..., percepat bukankah lebih bagus. " Sahut Claire. " Itu benar nak, nikahilah dulu:resepsi bisa nanti. " Sahut oma Raisa. " Bagaimana " tanya Dante ke arah Elina." Pilihanku adalah keputusanmu . " Ucapnya melihat Dante.


" Ambil keputusan yang menurutmu baik. " Sambungnya. " Jadi kak..., bagaimana. " Tanya Claire. " Aku mengambil keputusan yang pertama. " Ucap Dante.


" Kami akan menuggu kabar baik dari kalian. " Ucap Oma Raisa tersenyum pada Dante dan Elina.


" Terima kasih Oma..." Ucap Dante.


6 bulan kemudian.... Hari ini adalah hari bahagia Dante dan Elina. Hari pernikahan yang di tunggu keduanya. Dan Nade Balita menawan sudah bisa duduk dengan sendiri. Claire menggendong sang keponakan agar tidak mengganggu resepsi pernikahan dan sesi photo untuk sang pengantin.


" Tante heran dengan mu. " Ucapnya pada Nade yang melihatnya dengan bingung. " Ya...Kamu bisa melihat pernikahan kedua orangtua mu. " Ucapnya.


" Hhe...." Celoteh Nade tertawa dan tersenyum. " Haha..., lucu sekali kamu. " Mencium pipi Nade yang gembul.


" Oho....hhe. " Semangat Nade. " O..., Claire " panggil seseorang. " O...., kamu disini juga. " Ucap Claire menimang Nade.


" Yak...."Menarik tangan Claire. " Hati-hati aku sedang menggendong Nade. " Membenarkan gendongan Nade.


" AAA...." Jeritnya melihat tajam teman bibinya. " Hhe..., maaf " Cengir nya. " Ceren..., ada apa. " Tanyanya.


" Benua antartika...." Ucapnya. " Apa...O..." Kagetnya. Ceren dan Claire sama-sama terpaku dan kaget, orang yang di kiranya ada di depan keduanya. " Dokter...." Gumam Claire melihat mata Dexter.


" Hoo..." Celoteh Nade pada bibinya. " Kami tidak salah lihat rupanya. " Senyum Ceren. " Aku tidak mengenal orang sini, jadi aku menghampiri kalian. " Ucapnya melihat Nade yang bersandar di dada Claire.


" Nade keponakan nya. " Peka Ceren. " Aku tidak berpikiran ke arah sana. " Jawab dingin Dexter. " Aish...." Sebal Ceren. " Silahkan menikmati makanan disini. " Tawanya.


" Hmm..., Moh..., hhah..." Celoteh Nade pada Dexter. " Apa yang di inginkan nya. " Ucap Dexter dingin. " Kamu mau di gendong bibi. " Ucap Ceren pada Nade.


" Hha...." Nade menggerakkan tangan dan kakinya kearah Dexter. " Duh...Nade tolong berhenti." Memegang tangan mungil keponakan-nya.


" Yak..., gendong dia " titah Ceren pada Dexter. " Berikan dia pada ayahnya. Aku bukan ayahnya." Jawab dinginnya.


???


Ceren, Claire bahkan Nade diam secara bersamaan melihat betapa dinginnya Dexter itu. " Kita tinggalkan saja dia..." Bisik Ceren pada Claire. " Iya....ayo " setuju Claire. " Apa..." Ucap datar Dexter pada Nade.


" Apa...." bingung Claire dan Ceren pada Dexter. Ceren melihat wajah Nade yang akan memerah juga akan menangis. Bibirnya terus maju dan wajahnya makin merah.

__ADS_1


" Hah...., aku tidak suka anak kecil. " Memajukan kedua tangannya. " Hha...." Tawa Nade.


Claire dengan hati-hati memindahkan Nade ke gendongan Dexter. Dexter dengan hati-hati pula menempatkan gendongan yang benar untuk Nade.


Dexter awal-awal gendong Nade tidak terjadi apa-apa, beberapa menit kemudian Nade mulai berulah memanjakan dasi Dexter. Mengigit jasnya pula.


" Yak...." Tegur Dexter melihat Nade yang tersenyum. " Kalian ada di sini, ayo kita bergegas untuk photo keluarga, kamu ikut juga. " Ucap Oma Raisa pada Dexter.


" Mmah...." Celoteh Nade. " Oh sayang " Elina gendong putranya. " Ayo lihat ke kamera dan jangan lupa tersenyum. " Titah juru kamera.


Chiss....


Dante, Elina, Nade, Oma Raisa, Claire dan Ceren tersenyum ke arah ke kamera. Namun Dexter tetap sama menampilkan wajah dingin ke depan kamera. Wajah mereka tertempel di dinding rumah Dante dan Elina.


Dengan photo ukuran yang besar.., waktu cepat berlalu usia Nade menginjak 3 tahun. Elina sedang mengandung anak kedua mereka yang berusia 5 bulan 6 hari.


Claire sudah wisuda dan menjadi asisten di tempat Dexter kerja, tepatnya Claire asisten dari kakak-nya Dexter sang CEO. Sudah bekerja selama 9 bulan dengan gaji besar perbulan.


Claire bukan tidak senang tapi stres jadi pembicara antara Odgen (kakak Dexter) dengan Dexter yang ada masalah pribadi keduanya.


Yang dirinya tidak ketahui. Sekarang dirinya berada di dalam ruangan Dexter yang tengah mengumpat tidak jelas. " Pak Dexter tolong....Tenanglah. " Ucap Claire.


" Jangan memanggilku pak " melihat Claire dan menghampirinya. " Panggil aku sesukamu jika seumuran.., bukan " memegang tangan Claire.


" A..., apa yang kamu lakukan. " Claire menarik tangan nya. " Jangan..., kumohon jangan melepaskan nya. " Melihat Claire intens dan mendekat kan wajahnya.


" Adik ipar...." Ucap Claire. " Apa...." Menjauhkan wajahnya. " Kamu bilang apa tadi. " Tanya Dexter lagi. " Aku memanggil mu adik ipar. " Ucap Claire. " Aku menerima lamaran Odgen " melihat wajah Dexter.


Deg....


Seketika Dexter melepas tangan Claire dan mundur satu langkah dengan wajah kagetnya. " Kamu dan kakak ku...., akan menikah. " Ucap gugubnya.


" Ya..." Angguk Claire. " Meski aku tidak tahu masalah kalian di masa lalu, tapi aku harap kalian akur lagi. " Pintanya. " Sejak kapan...." Tanya Dexter masih bingung.


" Sebelum aku kenal kamu...." Ucap Claire keluar dari ruangan Dexter.


...●...


...●...


...To Be Continued ...


...●...


...●...

__ADS_1


__ADS_2