
^^^7,januari, 23^^^
●
●
"Kita akan ke pernikahan siapa? " tanyanya. " Itu..., pernikahan anak kolega kita mengundang "jawabnya. "Siapa "masih bertanda tanya.
"Pak Hairul...Elina siap-siap lah "ujarnya. "Baiklah, kamu bisa menuggu " melihat Dante mengangguk. Dante duduk di sofa dan melamun apa yang dirinya dengar.
...Aku harus melupakan Elina, aku tidak mau menghancurkan pernikahan Elina yang begitu bahagia, aku akan menjauh darinya. Dalam hati Dante...
Beberapa menit kemudian...Elina keluar dengan gaun berwarna biru senada dengan tuxedo yang di kenakan Dante, Elina menyelipkan anak rambut ke daun telinga dan menghampiri Dante.
"Bagaimana dengan ku, apa tidak terlihat gendut "ujarnya memutar tubuh di depan Dante. "Ya.."angguknya. "Apa..."sedikit kesal.
__ADS_1
"Ah...anu bukan ya yang kamu maksud, mm...kamu terlihat ya sangat cantik "puji Dante. "😶.."menepuk lengan Dante karena salah tingkah.
"Kita kesana pakai mobil siapa "ucapnya. Dante memegang lengan yang di tepuk Elina. "Naik mobil ku saja, karena kamu sedang hamil takutnya kelelahan "berjalan terlebih dahulu.
Dante tersenyum tipis saat melihat Elina yang salah tingkah dengan pujiannya, Dante membuka pintu untuk Elina masuk. Di perjalanan....
"Jadi kapan kamu akan beritahu Radit "tanya Dante. "Itu...☺"mengelus perutnya. "Malam ini, di hari pernikahan kami aku akan memberitahu nya "senangnya.
"Di rumah kalian "tebaknya. "Tidak...aku sudah memesan tempat di restoran. Aku ingin kamu hadir jadi saksi melihat ekspresi wajah Radit ya "pintanya.
Dante akan datang untuk terakhir kalinya karena dirinya akan pergi keluar negeri untuk melupakan Elina. "Berapa usianya "tanyanya. "Aku belum tahu, setelah pulang dari pernikahan bisakah kamu menemaniku "pintanya lagi.
"Baiklah..."angguknya. "Terima kasih banyak pak Dante. Kamu yang terbaik "memeluk tangan Dante dan bersandar. "Aku sedang menyetir Elina "ucapnya gugub.
"Maaf pak "kembali duduk dengan tegab. Huhhh....jantungku hampir copot, dalam hati Dante. Sampainya di gedung pernikahan Elina dan Dante, di sambut dengan baik oleh penjaga.
__ADS_1
Elina menggandeng tangan bosnya berjalan menuju panggung pelaminan untuk memberikan selamat. "Selamat atas pernikahan putri bapak " ucap selamat Dante.
"Terima kasih sudah mau datang pak Dante " mengelus bahu Dante. Dante dan Elina beralih ke sang pengantin dan seterusnya. Lalu keduanya turun dari panggung menuju tempat duduk.
Para waitres memberikan makanan di meja yang di duduki Dante dan Elina menggugah selera. Tapi berbeda dengan baunya. "Kamu tidak apa-apa " bisiknya.
"Sedikit mual "bisik Elina. "Makan penutup punyaku saja "memberikan es krim pada Elina. "Apa tidak apa-apa "tidak enaknya. "Santai saja nikmatilah "senyum Dante makan dengan lahap.
"Terima kasih kamu menyelamatkan ku, kalau tidak aku....aku akan mempermalukan mu "
SKIP
Dante dan Elina selesai menghadiri acara tersebut. Elina dan Dante sekarang berada di tempat parkir. " Aku tunggu disini " ucap Elina tersenyum. " Baiklah... aku tidak akan lama "Dante berlari menuju mobilnya.
Kedua mata Elina tidak sengaja melihat suaminya dengan perempuan lain bermesraan. Elina sembunyi di tembok dan melihat apa yang di lakukan Radit, Elina mengambil ponselnya untuk menelpon Radit.
__ADS_1
Dan benar saja Radit melihat ponselnya dan mengangkat nya. "Kamu dimana " tanya Elina melihat Radit kembali mencium perempuan tersebut. "Aku sudah bilang, aku ada urusan mendadak aku tutup telponnya "mematikan telp.