
^^^ 5,februari,23^^^
●
●
Elina melihat nya dan menonton video tersebut, tangannya gemetar dan memberikan kembali ponsel pada Dante. Dan kembali makan dengan tenang. " Aku akan tunggu di luar "Dante pergi begitu saja.
Elina meneteskan air matanya dan melihat photo hasil USG miliknya. Elina mengambil serbet dan menutupi wajahnya dengan serbet tersebut dan menangis.
Dante bersandar di kursi menuggu Elina keluar. " Jangan salahkan Elina dan Radit, salahkan dirimu yang pengecut yang tidak berani menyatakan perasaan padanya " melihat dirinya di cermin.
" Kamu yang membuat nya menangis dan melihat suaminya selingkuh " meninju setir mobil. " Hah..." melihat Elina datang dan masuk ke dalam mobil. " Ada apa dengan mu " menarik tangan Dante dan melihat nya.
" Memar....aku beri salep ya " namun Dante menarik tangan nya dan melajukan mobilnya. " Ada apa dengan mu, kamu marah jawab aku " ucapnya.
__ADS_1
Dante tidak menjawab dan fokus menyetir. " Maafkan aku..." melihat Dante hanya diam. " Aku memberi kesempatan untuk Radit bukan untuk memperbaiki kesempatan untuk nya karena untuk dia berkata jujur. Jika terus menyangkal dan berbohong aku akan memilih keputusan " ucapnya namun Dante tetap diam.
Elina bersandar di sandaran kursi dan memilih tidur, Dante memarkirkan mobilnya dan menurunkan sandaran kursi untuk Elina lebih nyaman tidur. " Bicaralah padaku satu atau dua kata " menahan leher Dante.
Mata keduanya beradu pandang, Dante menahan gejolak untuk mencium Elina dan melepaskan tangan temanya tersebut. " Tidurlah..." ucapnya kembali melajukan mobilnya.
" Jangan ke rumah Radit, aku mau menginap di rumah mu " pintanya. " Kamu seorang istri tidak baik menginap di rumah pria lain " ucap Dante.
" Kamu temanku " jawab Elina. " Aku pria Elina jangan lupakan itu." Oke Elina diam akan kalah berdebat dengan Dante saat ini.
Elina membuka matanya dan melihat tidak ada Radit di sampingnya, Elina berjalan menuruni tangga ke lantai tiga. Tidak ada Radit turun ke lantai dua dan tidak sengaja melihat cd berserakan di lantai.
Elina juga mendengar suara ******* di sebuah kamar. Saat berjalan mendekat tambah jelas suaranya, cukup tidak tahan lagi dan memilih pergi.
Ceklek...
__ADS_1
"Kamu dari mana..." tanya Elina bangun dari tidurnya. " Kamu sudah bangun, aku menyiapkan sesuatu " senyumnya.
...Radit dia bisa bersikap tenang seperti itu, dalam hati Elina...
Mau tidak mau Elina mengikuti Radit ke lantai dua dengan menggunakan lift. " Kejutan...." ucap wanita memegang kue setelah tiba di lantai dua. Elina kaget dengan kedatangan wanita tersebut, dan lebih anehnya lantai dua kembali bersih.
" Siapa kamu " ucapnya. " Ah....aku Sonya temannya Radit " tersenyum dan menyibakkan rambutnya.
Yap...ada bekas merah di lehernya, Elina tambah yakin Sonya ini adalah selingkuhan suaminya. Rambut yang di cat biru dan berponi, Radit hanya diam dan duduk di samping nya.
" Terima kasih kejutan nya. Tapi aku ada pekerjaan mendadak " ucap Elina meniup lilin dan kembali masuk ke dalam lift.
" Elina..." panggil Radit. " Apa istrimu pemarah karena kamu telat merayakan ulang tahun pernikahan kalian " melihat Radit. " Siapa peduli " melihat Sonya dan menciumnya lembut. Radit menyimpan kue tersebut dan memangku Sonya di sofa.
" Ahh..."melepas ciuman Radit " Istrimu akan tahu, bagaimana dengan CCTV " ucapnya menahan dada Radit. " Lebih memilih ku atau istriku atau CCTV " senyumnya mengelus gunung Sonya.
__ADS_1
" Sudah....pagi tadi kita melakukannya " membiarkan tangan Radit masuk ke dalam bajunya.