Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu

Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu
Bab. 08


__ADS_3

^^^23, februari, 23^^^




Dante melayani Elina dengan baik bahkan sesekali mengelus perut Elina yang sedikit buncit. Yang kini berusia 5 bulan lebih.


" Aku membeli ini untuk mu.., lihatlah " ucap Dante memberikan kontak. " Apa ini " menerima kotak tersebut.


Elina membuka nya dan nampak sebuah kalung berliontin kupu-kupu. " Bagaimana, kamu menyukainya. " Ucapnya.


" Ya..., aku sangat menyukainya, terima kasih. " Mencium bibir Dante sekilas. " Biar aku bantu pakaikan. " Ujarnya mengambil kalung dan memasangkan nya di leher Elina.


" Wah.., kekasih ku ini tambah cantik. " Puji Dante. " Hha..." Tawanya. " Aku belum membeli hadiah untukmu. " Ucap Elina mengelus pipi kekasihnya.


" Aku mengharapkan hadiah darimu. " Ucap Dante biasa. " Aku hanya menginginkan mu. " Bisiknya di telinga Elina.

__ADS_1


" Ish...., geli " ujarnya tersenyum. " Baiklah, malam ini aku milikmu. " Melihat wajah Dante.


Dante menggendong tubuh Elina untuk ke kamar, sampainya di dalam Dante menurunkan nya pelan. Elina melepas kancing kemeja nya. Sedangkan Dante mematikan lampu sambil melepas pakaiannya, keduanya masuk ke dalam selimut Elina melihat wajah Dante dengan remang-remang dari cahaya lampu tidur.


Dante memegang tangan Elina dan menciumnya lembut yang di balas sang empu. " Ahh...." De**h Keduanya. " Dante..." Ucap Elina mendongak. " Hah..." Menghent** pelan dan mencium ceruk Elina lembut dan meniggalkan bekas.


Esok harinya....


Elina sampai di rumah Radit bermaksud mengambil pakaian miliknya. Namun setibanya disana dirinya malah bertemu dengan mantan kekasihnya di ruang tamu.


" Hi.., salam kenal " senyumnya. " Ah aku lupa, senang bertemu dengan mu Elina..." Ujarnya tersenyum.


" Kamu pulang juga " Ucap Radit keluar dari lift. " Kamu berteman dengannya. " Ucapnya menunjuk Rafael.


" Ya..., kami berteman sejak kecil, jangan mengalihkan pembicaraan. " Menampar pipi Elina.


Elina yang belum siap tersungkur ke lantai dengan pelan (untuk menjaga bayinya). " Apa yang kamu lakukan " tanyanya.

__ADS_1


" Aku melakukan ini karena kesalahan mu. " Memperlihatkan photo dirinya dengan Dante. " Lalu..." Melihat Radit. " Apa kamu tidak menyangkal nya " herannya.


" Aku dan Dante memang berkencan, memangnya kenapa. " Ucapnya menahan sakit di pipi. " Kalian berkencan di belakang teman ku. " Tanya Rafael.


" Ch..., apa bedanya " melihat Radit. " Suamiku sendiri berselingkuh di belakang ku dan membawanya ke rumah. " Tekannya.


" Apa lagi kalian berdua bercinta di rumah ini juga. " Senyumnya. " Jangan tersenyum..." Akan memukul Elina lagi.


" Apa..., pukul saja kamu menyangkal Perselingkuhan mu. " Teriaknya. " Untuk apa kamu menikahi ku, jika tidak mencintai ku " lirihnya.


" Hah....Akhirnya kamu mengerti dan mengetahui ini juga, Rafael aku bosan selalu memberimu uangku. Dan aku sudah tidak tahan dengan pernikahan konyol ini " berjongkok lebih dekat dengan Elina.


" Kami bertaruh demi uang, taruhan kami adalah kamu kelinci manis dan imut...hha " tawanya. " Aku sudah bosan dan ingin mengakhiri ini, tapi aku malah mendapat kejutan dari kelinci buruanku. Kamu berselingkuh di belakang ku. " Menjambak rambut Elina.


" Kamu menumpahkan nya padaku, seolah aku yang memulai nya. Prinsipku aku akan menghormati dan menjaga perasaan ku pada seorang suami yang melakukan hal yang sama padaku, lihatlah dirimu sendiri, jangan salahkanku jika aku mengkhianati mu juga....ck. " Ucapnya dengan cibiran.


Radit dan Rafael diam setelah mendengar ucapan Elina. Radit melepaskan tangannya dari rambut Elina. Dan mencerna ucapan Elina tadi hingga terduduk di lantai.

__ADS_1


" Bayimu akan terbayang-bayang di pikiran mu Radit. " Ucapnya.


" Apa....Bayi, wah hebat Radit aku menang lagi. " Ucapnya. " Diam...." Teriak nya pada Rafael. " Dengar ucapan mu itu tidak akan memengaruhi ku, apa lagi soal bayi..., ingat aku bukan ayah dari bayimu. " Tuturnya.


__ADS_2