Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu

Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu
Bab. 03


__ADS_3

^^^10, januari, 23^^^


●


●


Radit membuka pintu mobil untuk perempuan itu masuk. Elina membalikkan badannya dan bersandar di tembok dan meneteskan air matanya, tangannya memegang perutnya dan menutupi wajahnya.


Dante turun dari mobil dari mobil dan menghampiri Elina. "Ada apa....hey lihat aku "mendongakkan wajah Elina. "Hiks...😒, tadi aku melihat Radit bersama dengan wanita lain "menghambur ke pelukan Dante.


"Mereka sudah pergi jangan bilang Radit, dia belum tahu jika dia selingkuh "ucapnya meregangkan pelukannya. "Kita kembali ke butik dan antar ke rumah sakit "pintanya.

__ADS_1


"Baiklah..."angguk Dante membantu Elina untuk berdiri. Keduanya masuk ke dalam mobil dan meniggalkan gedung. Di perjalanan Dante diam-diam memberikan perintah pada orang-orang nya untuk membuntuti aktivitas Radit.


Selesai dari butik dan menuju rumah sakit. Elina tidak banyak bicara dan hanya melamun. Sampainya di rumah sakit Elina di periksa oleh dokter. Dante memegang lengan Elina saat USG, di layar tergambar satu bulatan lumayan besar.


Dante terenyuh melihat pemandangan tersebut. Selesai pemeriksaan Elina dan Dante duduk bersampingan menghadap dokter. "Bayinya sehat dan usianya sudah 3 bulan memasuki 4 bulan "ujar dokter.


"Benarkah..."jawab Dante tersenyum. Elina hanya diam dan memegang perutnya. Sepulang dari rumah sakit Elina seolah tidak semangat. "Kamu baik-baik saja "tanya Dante. "😐...ya "senyum Elina keluar dari mobil.


Dante keluar dari mobil dan menggemgam tangan Elina. "Jika ada apa-apa, bilang padaku oke "pintanya. "Mm..."angguk Elina berjalan ke dalam rumah.


Photo mesra Radit dengan perempuan. Juga video Radit dengan perempuan yang sama di apartemen. Dante menggemgam ponselnya kuat dan ingin memukul wajah Radit, Elina berbaring di tempat tidur dan memikirkan kembali yang di lihat nya.

__ADS_1


"Aku tidak salah lihatkan, tadi itu Radit "ucapnya melamun. Malam tiba Elina siap-siap untuk ke restoran yang sudah di pesan, di depan rumah sudah ada mobil Dante terparkir. "Apa kamu yakin, aku tidak yakin Radit datang "ucap jujurnya.


"Aku tidak ingin berpikiran negatif dulu. Aku ingin Radit jujur padaku "ujarnya. Dante Hanya menghembuskan nafas dan melajukan mobilnya menuju restoran. Dante melihat Elina terus mengelus perutnya sayang.


Sampainya di restoran Elina menuggu kedatangan Radit, sedangkan Dante duduk di sudut ruangan. Elina menelpon dan mengirim pesan pada Radit tidak di angkat dan di balas.


22:00 malam para pelayan sudah menyajikan makanan juga kue ulang tahun pernikahan mereka. Dante terus sabar menuggu dan duduk melihat wajah lesu Elina. Sampai pukul 23:00 Dante kehilangan kesabaran nya dan menghampiri Elina.


"Kita pulang saja "titahnya. "Ya...sebelum itu kita habiskan dulu makanan ini, sayang kan "tanpa melihat Dante. Dante duduk dan melihat kue ulang tahun pernikahan yang ke 1 tahun, pernikahan Elina baru seumur jagung, pacaran hanya 3 bulan sudah naik pelaminan.


Dante tidak suka dengan Radit dari awal. Tapi di tahannya karena tidak mau Elina malah membenci nya. Setelah ini apa yang akan kamu lakukan "tanya Dante mengepalkan tangannya pada sendok.

__ADS_1


Elina hanya melihat dan makan dengan tenang. "Aku akan kasih kesempatan untuknya "jawabnya. "Untuk apa..."marahnya.


"Kenapa kamu yang marah, aku yang melihat mereka berciuman "ucapnya. Dante tidak tahu yang ada di isi kepala temannya ini. Dirinya tidak tahan dan memberikan photo dan video pada Elina.


__ADS_2