
^^^27, februari, 23^^^
●
●
Benzo yang mendengar ucapan ibunya, tenggorokan nya jadi sakit dan enggan minum kopinya. " Paman..." Lirih Dante. " O.....keponakan ku. " Terpaksa tersenyum. " Ambil ini, aku tahu ini milik bibi. "Melihat pamannya.
" Bagaimana kamu tahu ini milik istriku. " Mengambil kotak berisi flasdist. " Sudah terlambat istriku sudah meniggal. " Ucap dinginnya.
" Kamu tahu kedatangan ku untuk apa bukan. " Mengeluarkan pistol dan mengarahkan nya pada Dante. " Tembak saja, jika itu bisa menghentikan balas dendam pamam pada ayahku. " Ujarnya.
" Aku minta maaf apa yang sudah ayahku perbuat." Ucap tulusnya. " Benzo...." Teriak Oma. " Bunuh saja ibu, jangan Dante ya.., heuh..., dengar ibu. " Berdiri di depan tubuh cucunya. " Apa yang ibu lihat dari anak itu, aku putra mu dua hanya cucu. " Marahnya.
" Oma..., biarkan aku menyelesaikan masalah ini. " Ucapnya memegang bahu sang Oma. " Tidak...." Enggan menuruti.
__ADS_1
" Lagi pula Oma sudah tua, waktunya mati. " Ucapnya melihat putranya Benzo. " Ibu...." Teriak kesal Benzo ragu untuk menembak.
" Kalian seperti ini karena nafsu kalian, kalian berdua tidak menyimak maksud kata-kata ayah kalian, kalian berdua memilih mendapat hati ayah kalian berdua dengan saling membandingkan siapa yang paling hebat. Kalian sudah sifat ayahmu bagaimana. " Ucap panjang lebar Oma.
" Oma tolong istirahat. " Titah Dante. " Aku akan memberikan hak paman yang di ambil ayah. " Ujar Dante. " Itu memang tujuan ku, kenapa harus membuatku marah. " Menyimpan pistol nya.
" Dante " ujar sang Oma. " Tidurlah apa-apa Oma..., aku minta satu syarat. "
" Apa." Ucapnya minum kopi. " Bicara yang jujur, apa paman pelaku penabrak Elina. " Ucapnya.
" Ch..., hha. " Menyimpan cangkir kopi. " Tentu saja....Bukan. " Kesalnya. " Paman tidak tahu menahu soal penabrakan Elina. " Ucapnya jujur.
" Yak..Untuk ancaman. " Melihat sang keponakan menahan amarahnya. " Tapi paman tidak berniat untuk menyentuhnya, karena Elina milikmu meski sudah punya suami. " Ujarnya.
" Tapi kenapa paman melibatkan Elina." Tanyanya " Paman di butakan dengan nafsu paman..., Dante maafkan paman mu ini..., paman tidak berniat untuk membunuh mu karena siasat kakak ku untuk menjatuhkan ku dari ayah kami. " Ujarnya.
__ADS_1
" Paman hanya balas dendam apa yang di perbuat ayahmu pada paman..., itu sangat menyakitkan. " Melihat lirih ibunya.
" HHiks..., hah....Benzo. " Berjalan menghampiri putranya dan memeluknya. Dante diam dan Benzo tidak membalas pelukan ibunya.
Setelah pertikaian tersebut Dante langsung pergi pamit menemui Elina. Kini Benzo pulang ke rumahnya dengan perasaan bahagia. " Franda..." Panggilnya berjalan ke kamar Franda.
" Sstt..., tuan Rara baru saja tidur. " Ucapnya. " Maaf.." Ucapnya dengan tersenyum. " O...., tuan minta maaf. " herannya. " Hah...." Benzo berjalan masuk ke dalam kamar Franda.
" Apa putri kita rewel. " Tanyanya. " Eh..." Kaget Franda. " Tuan baik-baik saja." Menyentuh dahi Benzo. " Ya aku baik-baik saja. " Melihat balita yang tengah tertidur.
" Franda...." Ucapnya. " Ya...tuan " sahutnya. " Tolong jangan panggil tuan.., panggil aku semau mu lagu pula kita akan menikah juga. " Mengelus pipi Franda dan menciumnya.
" Eh..." Kaget dan meminta tuannya untuk menghentikan ciuman nya. " Kamu menolak ku. " Ujarnya. " Tidak..." Geleng-geleng kepala. " Bukan itu. " Melihat tuannya.
" Apa tuan serius untuk menikahi saya, bukankah tuan hanya menginginkan anak saja. " Ujarnya.
__ADS_1
" Hati manusia bisa berubah haluan Franda. " Memegang tangan art-nya. " Kamu sudah melahirkan putriku Rara, mungkin setelah menikah kamu akan melahirkan putraku. " Ujarnya.
" Hha..." Tawanya. " Saya mau " Ucapnya. Benzo tersenyum dan memeluk erat Franda atas jawaban ajakan untuk menikah dengannya.