Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu

Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu
Bab. 07


__ADS_3

^^^22, februari, 23^^^




" Aku disini..." Jawabnya menahan tangis. Dante menuruni tangga dengan berlari, saat sampai di depan Elina tanpa babibu langsung memeluknya erat. Begitu pun Elina yang membalasnya pula.


" Aku minta maaf apa yang sudah aku katakan, tolong jangan pergi. " Ujar Dante menyesal.


Elina tidak kuasa membalas ucapan Dante dan hanya membalas dengan anggukan dan memeluk erat Dante. " Emosiku yang kusimpan, meluap begitu saja..., tolong maafkan aku. " Meregangkan pelukan dan melihat Elina.


" Tidak..., jangan menangis. " Menghapus air mata Elina. " Dante tidak.., maafkan aku sungguh menyesal tidak melirik mu sama sekali, malah aku menyakiti mu. " Memegang kedua pipi Dante.


" Aku salah tentang Radit, dan menyesal mengabaikan mu..., hiks.., tolong maafkan aku sekali lagi. " Pintanya.

__ADS_1


" Aku memaafkan mu Elina, berhenti menangis oke. " Menghapus air mata Elina. " Aku tidak akan membuat keputusan salah lagi, dan aku tidak akan menyesalinya. " Melihat Dante.


" Apa " tanya Dante. " Aku mau kamu jadi kekasih ku, teman hidupku bantu aku membesarkan anakku. Dante aku melamar mu. " Ucapnya.


Dante diam terpaku di tempat, apa yang di dengarnya tidak salah. Elina akhirnya membalas cintanya. Dante tentu saja senang dan mencium Elina lembut yang di balas kekasihnya.


Dante melepas ciumannya dan memegang kedua tangan Elina erat. " Aku sudah mendapatkan mu, aku tidak akan melepaskan mu lagi. " Senyumnya.


" Ya...." Angguk Elina menghambur ke pelukan Dante. Dan sang empu membalas pelukan nya dan mencium kepalanya lembut.


Setelah drama di tangga darurat. Elina dan Dante sekarang berada di kamar pribadi Dante di dalam ruangannya. Tempat itu di jadikan kamar istirahat saat lembur.


Sang empu mendongak melihat wajah Dante. " Seharusnya aku yang bilang seperti itu, aku sudah mengecewakan mu. Dante.., jangan pernah meniggalkan ku, aku tidak mau kehilangan mu lagi. " Ucapnya.


Dante tersenyum dan mencium kening Elina. " Jangan pikirkan Radit, aku akan membereskan nya sendiri. " Ucapnya.

__ADS_1


" Baiklah..., aku akan menuggu. " Melihat perut Elina. Dante bangun dan mengelus perut Elina lembut seperti pada anaknya sendiri, dan menciumnya lembut.


" Aku akan menjadi ayahmu, ayah akan menjaga mu dan mama mu. " Tersenyum melihat Elina. " Terima kasih, aku tidak tahu harus bilang apa. " Mengelus pipi Dante lembut.


Dante beranjak ke depan Elina dan kembali menciumnya lembut juga menahan tengkuk kekasihnya, Elina mengalungkan kedua tangan nya di leher Dante.


Dan membalas ciuman Dante lembut pula, keduanya larut dalam kasmaran mereka hingga lupa waktu. Dante melepas jas miliknya dan melepaskan kancing kemeja Elina, dengan perlahan mencium bahu mulus milik kekasih nya. Sang empu memberi ruang agar Dante lebih mudah menelusuri, tangannya mengelus kepala Dante yang ada di bahunya. Namun aktivitas mereka berhenti karena ada suara telp.


Kring....Kring....Kring


Elina dan Dante pun berhenti, memandang satu sama lain. Dante bangun dan mengambil telponnya. Elina pun sama kembali merapikan kemeja-nya.


" Ada rapat, aku lupa. " Beranjak dari atas kasur dan menuntun Elina untuk turun. " Aku akan memberitahu mu saat datang ke kantor, tapi aku malah mendengar pembicaraan mu...Maaf. "ucapnya menunduk.


" Tidak apa..." Mendongakkan wajah Elina. " Aku akan siap-siap dulu, tolong persiapan berkasnya. " Pintanya.

__ADS_1


" Baiklah...." Mencium pipi Dante sekilas dan keluar dari kamar.


2 bulan sudah hubungan Dante dan Elina, saat ini keduanya sedang makan malam di villa mewah milik Dante. Keduanya tampak serasi dengan pakaian couple, Dante melayani Elina dengan baik bahkan sesekali mengelus perut Elina yang sedikit buncit.


__ADS_2