
^^^26, februari, 23^^^
●
●
" Saya bisa menjenguknya sekarang dokter. " Pintanya. " Tentu saja " angguk dokter.
UGD
Dante berjalan pelan dengan segala atribut yang di sarankan dokter, untuk menjenguk pasien, tidak lupa dengan masker. " Kamu akan bangun lagi, aku akan melakukannya segala cara agar kamu sembuh, demi anak kita Elina. " Ungkap nya memegang perut Elina.
" Jangan meniggalkan ku lagi, aku mohon..., aku berjanji akan menjaga mu lebih ketat lagi. " Cerocos nya. Tanpa sadar meneteskan air mata dan tidak kuasa melihat Elina yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Esoknya ada rekan kerja yang satu persatu berdatangan dan menjenguk Elina. Dante masih kaget dan memilih menghindar saat rekan dan karyawan nya berdatangan untuk melihat kondisi Elina.
Di selamat itu Dante menyewa jasa mata-mata untuk mencari siapa dalang kecelakaan Elina. Dante mencurigai dalang di balik kecelakaan Elina ialah Radit.
__ADS_1
" Dante... " Panggil seorang parubaya memanggilnya. Dante menengok dan melihat siapa orang yang memanggil nya. " Oma..." Kagetnya. " Apa yang oma lakukan disini. " Menghampiri sang oma.
" Oma tadi jenguk teman oma.., katanya asisten mu eh....Elina di rawat disini juga, antar nenek untuk melihatnya. " Pinta Oma.
" Baiklah...Ayo. " Menuntun sang Oma. " Jangan buru-buru, hati-hati saja jalannya takut encok. " Dante memberitahu.
" Cucuku ini, apa bisa cerewet mu di kurangi sedikit. " Jengkelnya. " Tak bisa, ini untuk oma juga. "
Satu Minggu Kemudian Dante menuggu dan merawat Eling, sambil menuggu kabar tentang dalang di balik kecelakaan Elina. Tiap malam Dante mengajak ngobrol Elina dan bayinya.
" Kamu mau aku belikan apa. " Tanya Radit. " Aku akan ikut dengan mu, aku bisa ambil sendiri. " Ujar Sonya.
Bruks....
" Yak..., apa yang kamu lakukan. " Teriak Sonya. Dante membekuk Radit hingga pipinya bersandar di kaca mobil. " Apa yang kamu inginkan.. " Radit berusaha berontak.
" Ada yang harus kita selesaikan. " Ucapnya di telinga Radit.
__ADS_1
Kediaman Radit
" Mengakuilah jika kamu menabrak mobil Elina. " Tanya Dante menyerahkan photo. Radit mengambilnya dan mengamati plat mobil tersebut. " Ch.., bukan aku yg di balik kecelakaan Elina, berikan bukti yang kuat jika memang aku pelakunya. " Sindir Radit.
" Kamu belum merasakan pukulan ku. "Dingin Dante. " Jangan coba-coba. " Marah Sonya. " Sonya diamlah " cegah Radit.
" Ikutlah dengan ku untuk melihat CCTV, memang bukan aku pelakunya. " Ucap Radit. Sonya melihat Dante dengan mata melototnya, dan Dante tidak menanggapi nya Radit.
Radit meminta Sonya untuk tidak menunjukkan kekesalannya. Sampainya di dalam kamar Dante, Radit dan Sonya sama-sama memperhatikan video CCTV tersebut.
" Lihatkan, bukan aku dalang-nya, saat aku di banting olehnya Rafael langsung membawa ku ke dokter, saat Elina pergi ke kamar. "
" Tuan bisa pergi dari sini. " Usir Sonya. Dante berjalan melewati pasangan di sampingnya, dan tanpa pamit kepada mereka. Dante sekarang sedang mengendarai mobilnya, diam dan merenung.
Sampainya di rumah sakit Dante berjalan masuk dan menaiki lift, sampainya di lantai Elina di rawat. Dirinya melihat dokter baru keluar dari UGD. " Dokter " berlari menghampiri dokter.
" Ada apa dok, Elina baik-baik saja kan. " Khawatir-nya. " Pasien siuman dan akan di bawa keruangan lain. " Jelasnya. " Hah...Benarkah. " Senang Dante.
__ADS_1