
^^^23, februari, 23^^^
●
●
" Kamu juga tidak mengakui bayimu sendiri. " Kecewanya. " Jangan bodoh Elina, aku tidak menghamili mu pikirkan baik-baik siapa ayahnya ya. " Ucapnya.
" Kamu kira aku ngelantur. "
" Bisa saja, yang jelas bukan aku ayahnya hanya Sonya yang boleh mengandung anak-anak ku. "
" Dia mau memeras mu setelah bercerai " sahut Rafael minum kopi dengan tenang.
" Itu jebakan mu " fitnah Radit.
" Tidak semua perempuan matrerialistis, aku mau menikah dengan mu karena terbuai janji manis mu, ternyata kamu sampah. " Ujarnya.
__ADS_1
" Kamu harus menghukumnya Radit. " Sahut Rafael. " Hah...."Melihat Elina.
" Hukuman apa yang cocok dengan mu...Heum. " Tersenyum iblis. " Jangan macam-macam, aku kesini untuk mengambil semua barang-barang ku. " Ucap Elina bangkit dari lantai.
" Kami tidak boleh pergi sebelum mendapat hukuman. " Teriak Radit. " Hah..." Elina mengatur nafas. Elina sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Radit padanya. Menengok Radit mendekat ke arah nya, dengan cepat Elina memegang tangan Radit dan sekuat tenaga membanting nya kuat.
"A..., apa yang...." Radit tidak bisa berkata-kata lagi. " Ah....Sakit punggung ku. " Ringisnya.
" Sorry Radit, aku melupakan hal itu di...dia bisa bela diri. " Enggan ikut campur.
" Hah...Hah..." Mengatur nafas. " Tidak apa-apa. " ujarnya mengelus perut nya. Elina langsung berjalan masuk ke arah lift lantai 4.
Melajukan mobilnya keluar dari rumah Radit hingga di pertengahan jalan, ada mobil besar yang menyeret mobilnya kencang.
Hingga dirinya tidak bisa mengendalikan mobilnya, mobil besar di belakang mobilnya terus menabrak belakang mobil. Hingga Elina banting setir hingga menabrak pohon pembatas jalan.
Depan mobil Elina ringsek dan mobil besar yang di kendarai seorang pria suruhan pun pergi. Jalan menuju rumah Radit terbilang sangat sepi, kecil kemungkinan jalan tersebut sedikit yang berlalu lalang.
__ADS_1
Di dalam mobil Elina terkulai lemas, dan sedikit sadarkan diri sekujur tubuhnya merasakan nyeri luar biasa. Dengan hati-hati mencari ponselnya untuk menghubungi Dante.
Tapi tubuhnya lemas dan kesadarannya hilang. Di tempat lain Dante baru selesai mandi dan belum dapat kabar dari Elina. pukul 16:00 sore saat menonton TV ada berita kecelakaan di dekat rumah pengusaha yaitu Radit.
Dante menjatuhkan remote TV dan buru-buru bergegas ke luar mencari mobilnya menuju rumah sakit, dimana Elina di rawat.
" Seharusnya aku menemani mu Elina, kenapa keras kepala. " Dante menyesal dan memukul dashboard mobil.
Rumah Sakit
Sampai di rumah sakit, Dante langsung masuk dan berhenti di meja resepsionis tentang Elina di rawat di kamar atau bangsal apa. Setelah mendapat informasi Dante bergegas dan berlari ke ruang UGD, disana Dante melihat Elina terbaring lemah dengan banyak alat infus, ventilator dan kawan-kawan nya menusuk dan menempel di tubuh kekasihnya.
" Huh..Elina " gumamnya menahan air mata. " Apa anda walinya " tanya suster. " Am.., ya " angguknya. " Ikuti saya, dokter akan menjelaskan " ucap suster.
__Ruangan Dokter__
" Jadi Elina koma dok, untuk berapa hari. " Tanyanya. " Beberapa hari, bisa jadi berbulan-bulan. " Ucap dokter.
__ADS_1
" Bayinya dok. " Tanya Dante. " Syukurlah...., bayinya kuat hingga bertahan, untuk selanjutnya kami akan memberitahu kabar pasien. " Ucap dokter.