Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu

Bukan Salahku Part 1 : Mengkhianati Mu
Bab. 05


__ADS_3

^^^13, februari, 23^^^




" Siapa peduli...hha..." tawanya. " Masih tetap tidak berubah " menarik tengkuk Radit dan menciumnya lembut. Elina mengepalkan tangannya karena CCTV di lantai dua mati.


Skip


Dante melihat wajah Elina yang beda dari sebelumnya. " Kamu sedang tidak baik-baik saja " memegang kening Elina. Elina diam dan melihat Dante. " Kenapa..ada apa " risihnya Elina melihatnya yang susah ia tebak.


Elina memberanikan diri mendekat dan mencium bosnya. Elina menutup matanya dan mencium bibir Dante, sang empu hanya diam kaku dan melihat Elina yang menciumnya. Juga tidak membalas ciuman Elina.


" Ada apa dengan mu " risihnya menjauh dari Elina. " Bahkan kamu tidak betah saat aku mencium mu " ucapnya. " Apa..." bingung nya. " Ada apa lagi denganmu " mendekat dan memeluk Elina.


"Ceritakan aku akan mendengar nya " mengelus kepala Elina. " Radit membawa Sonya ke rumah " ucapnya. " Sonya?...siapa lagi " tanya Dante.


" Selingkuhan Radit " menghambur ke dekapan Dante. " Jika kamu tidak mau melihat mereka, kamu bisa menginap di rumah ku " memeluk Elina. " Itu yg aku inginkan " ucap Elina memeluk pinggang Dante.

__ADS_1


Tok...Tok...Tok


Dante dan Elina melepaskan pelukan mereka dan kembali duduk dengan tegab. Sementara itu Radit masih bermain dengan Sonya di atas kasur.


" Ah...aku yakin...mm...istrimu curiga..ah...tentang hubungan kita " mengelus punggung Radit. " Hah...jangan pikirkan tentang Elina, kamu kan istriku juga " senyumnya terus menghen**k.


" Hahaha...." tawa Sonya dan Radit. " Ish..kamu belum melamar ku tapi sudah menyetubuhiku " kesal Sonya memukul bahu Radit. "AAHH...."mencapai pelepasan. " Tenang saja, aku akan menikahi mu secepatnya " mencium pipi Sonya. " Apa kamu sudah menyentuh istrimu " tanya Sonya duduk di tempat tidur dengan memegangi Selimut.


" Ya...setelah itu aku tidak menyentuhnya setelah malam pertama " menempatkan dagu di bahu Sonya. " Baguslah..jika dia hamil akan menghambat mu untuk menikahi ku " senyumnya. " Jahat sekali....tenang saja sebentar lagi " memeluk pinggang Sonya dan mencium ceruk nya.


Di tempat lain...


" Maaf apa aku menganggu kalian " ucapnya melihat Dante dan Elina.


" Tidak pak, silahkan duduk saya siapkan kopi " ujar Elina. " Bisakah kita bicara berdua " ucap Darren. " Paman.., tapi kenapa " melihat Elina yang menyajikan kopi. " Saya permisi ada pekerjaan lain " membungkuk hormat dan berlalu keluar.


" Hah..iya " angguk Dante. Elina menutup pintu dan duduk di meja kerjanya. " Apa ada sesuatu yang penting, hingga aku tidak boleh ikut serta " gumamnya.


Malamnya Elina bangun dari tidurnya dan turun dari tempat tidur, berjalan dengan pelan mengambil ponsel suaminya. Keluar dari kamar ke ruangan lain untuk melihat percakapan suaminya dengan Sonya.

__ADS_1


"Apa sandinya masih sama " gumamnya menyalakan ponsel. Elina menekan tanggal lahir Radit dan YES terbuka. " Apa yang kalian bicarakan di belakang ku " menekan aplikasi pesan.


Sementara itu Radit terbangun karena haus, menengok sudah tidak ada Elina, dirinya teringat ponsel miliknya dan melihat ke arah nakas. " Hah...syukurlah " mengambil ponsel dan meletakkannya di dalam nakas.


Ceklek


" Kamu dari mana saja " tanya Radit sedikit kesal. " Kenapa kesal, aku mengambil air minum " menunjukkan tumbler. " Hah...jangan pergi mendadak " turun dari tempat tidur dan keluar.


Elina diam dan menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang akan turun dari tempatnya. " Aku tidak percaya apa yang kalian bicarakan di belakang ku " kembali naik ke tempat tidur.


^^^*Untuk apa kamu menikah nya jika tidak mencintai nya. ^^^


^^^Apa boleh buat, aku melihat mata kelinci nya yang polos. ^^^


^^^Kamu benar-benar jahat, apa itu akan menghambat hubungan kita. ^^^


^^^Elina tidak akan mengetahui ini, jangan takut karena dirinya tidak berkuasa lagi, semenjak keluarganya bangkrut. ^^^


^^^Hahahaha...kasihan*. ^^^

__ADS_1


__ADS_2