Catatan Bunuh Diri

Catatan Bunuh Diri
Epilog


__ADS_3

Tama menua dengan cepat, sedangkan Victor tidak berubah sedikit pun. Dia juga masih tidak terlihat oleh makhluk lain. Jadi, selain Kehidupan dan Kematian, tidak ada seorang pun yang melihat kesedihan Victor selama pemakaman Tama.


"Setidaknya ia berjuang untuk hidup hingga akhir," hibur Kematian.


"Padahal banyak pria baik yang mendekatinya, bisa-bisanya dia masih menungguku," ucap Victor dengan suara bergetar.


"Ayolah, kamu harus berhenti bersedih." Kehidupan menepuk pundak Victor. "Ayo cari tahu energi apa yang bisa kamu serap, lalu bersenang-senang!"


"Apa kalian tidak bosan?" kata Victor. "Apa yang akan terjadi jika kalian tidak menyerap energi apapun? Apakah kalian akan mati? Bukankah itu adalah hal yang baik? Setidaknya kalian bisa terlepas dari kehidupan yang membosankan ini."


Victor rasa pikirannya kacau. Kejadian di depannya terlihat seperti film yang diputar dengan tempo sangat cepat. Tiba-tiba ia berjalan di tengah hutan, lalu sampai di tebing tempat ia mencoba bunuh diri. Tubuhnya melompat tanpa bisa dikendalikan, menjatuhkan diri ke laut di depan sana. Barulah tempo kejadian itu kembali normal.


Pandangan Victor yang awalnya buram, perlahan mulai jernih. Ia bisa lihat ikan-ikan berenang di sekitarnya. Air laut yang jernih sedikit ternoda oleh darah dari tubuhnya.


Victor kebingungan. Entah semua yang terjadi hanyalah halusinasi belaka, atau mungkin makhluk berwarna merah dan biru itu sungguh ada. Yang dia tahu pasti, ada cahaya di depan sana. Tempat yang seharusnya ia datangi.

__ADS_1


Sejujurnya ...


Aku sudah kehabisan kata-kata.


Tidak ada lagi yang harus kusampaikan.


Ngomong-ngomong, apa yang membuatmu mulai membaca cerita ini? Apakah karena kamu ingin bunuh diri? Apakah kamu seseorang yang sangat benci mendengar berita tentang bunuh diri, kemudian membaca sampai akhir karena kebencianmu? Aku rasa, ada juga yang merupakan kenalan dari korban bunuh diri, seperti halnya aku.


Sadarkah kamu, bahwa "Catatan Bunuh Diri" ditujukan untuk kita semua sekaligus? Tiara menjelaskan sebaik mungkin betapa tersiksanya seseorang yang ingin bunuh diri, juga menunjukkan bahwa tetap ada jalan untuk setiap masalah.


Meski begitu, cerita ini sepertinya dikhususkan untuk golongan yang terakhir. Untuk mereka yang sangat membenci konsep "bunuh diri". Kalian yang begitu suci, hingga memandang rendah mereka yang meninggal karena bunuh diri. Kalian yang begitu hebat, hingga meremehkan masalah-masalah yang dihadapi orang lain.


Menurutku pribadi, membenci tindakan bunuh diri itu cukup baik hingga tahap tertentu. Hanya sampai kamu meyakinkan dirimu untuk tidak melakukan bunuh diri. Akan berlebihan jika kamu juga menyuarakan ujaran kebencian kepada orang-orang yang mengatakan ingin bunuh diri.


Aku harap kalian ingat, Victor mengatakan betapa busuknya masyarakat kita. Ketika kita tanpa sadar menyarankan bunuh diri sebagai solusi kepada orang yang kita sendiri tidak paham betul kondisinya. Dalihnya saja bercanda. Perlukah bercanda mengatakan, " Mati aja sana," secara frontal?

__ADS_1


Aku tidak akan menjelaskan lebih jauh, karena Tiara sudah melakukannya melalui Victor. Aku hanya ingin mengingatkan, kematian itu bukan candaan, bukan pula permainan. Bahkan meski hanya kata-kata, kamu harus mempertimbangkan dulu sebelum mengatakannya.


Terakhir, untuk kamu keluarga dari korban bunuh diri, atau mungkin kamu sendiri yang sedang berpikir untuk bunuh diri. Aku yakin, kalian sedang memikul beban yang begitu berat di pundak kalian. Hati kalian sangat lelah, jiwa kalian serasa ingin menyerah.


Kuatkan diri kalian. Solusi akan datang, cepat atau lambat. Memang tidak ada jaminan semuanya akan baik-baik saja jika kamu tetap hidup, tapi setidaknya kamu hidup untuk mengetahui akhirnya.


Mustahil bagiku mendebat pendapat tentang betapa tidak berartinya hidup. Meski begitu, kamu harus tahu, kamu tidak bisa berbuat seenaknya pada kehidupan. Bahkan meski kamu bunuh diri, bukan berarti kamu akan mati. Ada banyak kasus seperti Elayne, dimana percobaan bunuh diri mereka gagal berkali-kali.


Aku bukan Victor yang bisa mengerahkan tenaganya untuk menciptakan sebuah solusi, dan sepertinya setelah membaca cerita ini aku juga tidak akan mampu memberikan "omong kosong" hanya untuk menenangkanmu.


Meski begitu, jika kalian kehabisan tempat mengadu, butuh seseorang untuk sekedar mendengarkan, kalian bisa mencariku. Hubungi aku, ceritakan apapun, luapkan emosi kalian. Mungkin reaksiku pasif, tapi setidaknya aku tidak akan bilang kalian bodoh karena ingin bunuh diri. Aku tidak akan cukup jahat untuk menyepelekan masalah kalian.


Aku menyayangi kalian, meski kita belum saling mengenal. So...


KEEP ALIVE.

__ADS_1


__ADS_2