
“KAMU...” ucapku dan seseorang itu secara bersamaan karena kami sangat terkejut.
“Ck, napain kamu disini?!” ucapku ketus sambil berdiri lagi.
“Seharusnya aku yang bertanya, NGAPAIN KAMU DISINI?!!” seseorang itu membentakku membuat karyawan yang berada di sekitar kami langsung memperhatikan kami berdua sambil berbisik.
“Well well well, pagi pagi kau sudah membentakku seperti itu. Nanti cepat tua loh gara gara membentakku, LUCARD” ucapku sambil menekankan kata ‘Lucard’.
Lucard adalah seorang pembisnis tersukses di posisi ke 4. Sekarang dia berusia 22 tahun lebih tua 2 tahun denganku dan tingginya hampir sama dengan Rendy abangku. Dia bersikap baik, berkharisma, peduli, dan penuh kasih sayang tapi itu dulu sebelum dia terjun ke dunia hitam. Ya! Dia dulu pernah berteman dengan abangku namun pertemanannya harus terputus karena dia sudah masuk ke dunia hitam dan dia juga seorang mafia sadis dan terkejam di negara G. Ia sudah pernah membantai beberapa mafia lain sehingga mampu berada di posisi ke 3 di dunia mafia. Dia belum menikah namun selalu berhubungan dengan banyak wanita hanya untuk memuaskan hasratnya. Hanya Lucard yang tahu siapa aku sedangkan mafia lainnya tidak ada yang tahu tentang identitasku bahkan wajahku.
“CUIHHH...” Lucard meludah di dekatku membuat para karyawan iba kepadaku karena mereka tahu Lucard adalah pembisnis sukses no 4.
“Aku tidak akan sudi berbicara lembut denganmu!!!” ketus Lucard.
“Kau berani meludahiku ya. Hemm, aku tidak sabar memberimu perhitungan!!” ucapku tenang.
“Oh, kau ingin berperang denganku hah?!” ledeknya membuat karyawan terkejut dan mulai menunggu jawabanku.
Aku terdiam mendengar ucapan Lucard.
“Kenapa diam?! Apa kau takut kalah denganku?! Tenang saja aku tidak akan melukai kulit mulus itu...” ucap Lucard.
“Takut kau bilang?! Tentu saja aku tidak takut. Come On, ONE BY ONE!!” ucapku tegas dan sudah mengambil posisi kuda kuda.
Lucard menggertakkan giginya sambil mengepalkan tangannya. Emosinya sudah menguasai diri Lucard. Tidak mau berlama lama lagi, akhirnya Lucard melesatkan pukulan namun aku langsung menghindar dengan cepat. Semua karyawan yang melihat langsung terkejut.
“Wow.....kau luamayan cepat ya. Aku sung....” ucapanku terpotong karena Lucard membentakku lagi.
“KAU AKAN AKU HABISI HARI INI JUGA!!!”
DUAKK, Aku terkena pukulan Lucard cukup keras membuatku langsung tersungkur. Aku yang sudah tidak bisa menahan emosi lagi, akhirnya aku langsung berdiri sambil mengepalkan tanganku.
DUAKK, ARGHH. Lucard meringis kesakitan karena pukulanku sangat keras dan membuatnya tersungkur juga. Tanpa pikir panjang lagi kami berdua berkelahi di perusahaannya Arga. Aku menendang Lucard dan Lucard juga memukulku. Kami saling adu pukul dan tendang karena kami memang tidak membawa senjata. Para karyawan saling takut dan hanya menonton kami dari jarak jauh.
“Wow....wanita itu sangat berani”
“Gila, cewek itu tidak takut sama sekali dengan Tuan Lucard”
“Amazingg”
__ADS_1
“Hebat juga wanita itu”
“Wanita bertopeng itu sungguh keren”
Begitulah ucapan para karyawan yang melihat kami berkelahi.
KREKK....Arghhh!! Shit!! teriakkan Lucard menggema. Aku tersenyum miring lalu menendang perut Lucard dengan keras. Lucard termundur beberapa langkah karena tendangan ku. Aku langsung berlari keluar kantor untuk memancing Lucard berkelahi diluar jika tidak berkelahi diluar kantor Arga bisa rubuh gara gara Lucard.
“KAU JANGAN KABUR, LINA!!!” teriak Lucard sambil mengejarku.
Setelah aku sudah berada di luar kantor, aku langsung berhenti berlari dan menunggu serangan dari Lucard. Akhirnya kami berkelahi lagi dengan tangan kosong.
DUAKK, Arghhh. Aku berteriak karena terkena pukulan Lucard lagi. Aku langsung membalasnya dengan membabi buta. Tanpa aku sadari ternyata Lucard membawa beberapa mafiosonya.
DORRR....ARGHHH!! OH SHIT!!. Teriakku lagi karena terkena tembakan di bahuku. Aku langsung berdiri dan berlari menuju mobilku. Belum sempat aku sampai di mobil, Lucard sudah menahanku. Aku langsung memukul Lucard lagi, saat ini aku sungguh terpojok karena Lucard juga membawa mafiosonya dan ini sungguh di luar pemikiranku.
Oh shit, ternyata Lucard membawa mafiosonya, batinku.
DORR DORR DORRR. Aku langsung mendorong Lucard dengan keras lalu berlari menghindar dan Lucard juga masih mengejarku. Saat sampai di mobilku, aku langsung masuk dan langsung tancap gas.
“KALIAN SEMUA, CEPAT KEJARR MOBIL ITU!!!” teriak Lucard kepada mafiosonya.
“Ck, sungguh merepotkan!!” ucapku.
Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi di atas rata rata. Hanya satu tempat yang terpikir olehku yaitu gedung terbengkalai.
Saat sudah sampai di gedung terbengkalai. Aku langsung turun dan bersembunyi di dalam gedung itu. Aku tahu bahwa mereka masih mengejarku. Aku yang sudah keluar mobil langsung lari menaiki tangga agar sampai di atas gedung.
“KAU DIMANA LINA?! AKU TAU KAU PASTI ADA DI GEDUNG INI KAN ...” teriak Lucard.
Aku yang sedang berlari masih bisa mendengar teriakan Lucard dari bawah sana. Saat aku sudah sampai di lantai 7, aku berhenti sebentar untuk mengatur nafas. Aku melihat sekeliling masih aman dan aku mulai mencari ponselku di saku celana namun tidak ada.
“Sialan ...” umpatku karena ponselku tertinggal di mobil.
“Lina oh Lina ... Dimana kamu sembunyi ...” pekik Lucard yang sudah sampai di lantai 6.
Astaga, dia sudah dekat, batinku.
Tidak mau berlama lama mengatur nafas, akhirnya aku berlari lagi ke atas gedung yang paling tinggi karena gedung ini berlantai 8.
__ADS_1
Setelah sampai di paling atas, aku melihat sekeliling dan tidak ada tempat bersembunyi lagi. Aku sungguh terpojok dan tidak tahu harus apa.
“Rupanya kamu disini ya, Lina ....” ucap Lucard tiba tiba.
Dengan spontan aku menoleh dan melihat Lucard dengan beberapa mafiosonya berdiri sambil memegang pistol. Aku tersenyum miring membuat mereka mengerutkan alisnya.
“Kenapa kau tersenyum hah? Aku tahu ... Pasti kau ingin tersenyum sebelum nyawamu melayang kan?” ledek Lucard sambil memandangku remeh.
“Oh ya .... Aku rasa kau salah ...” ucapku tenang.
“Apa maksudmu hah?” bentak Lucard yang sudah terbakar api emosi.
“Coba kalian lihat kebelakang ....” ucapku sambil menunjuk ke arah belakang punggung Lucard dan mafiosonya.
Lucard dan mafiosonya spontan menoleh ke belakang namun tidak ada siapa siapa. Mereka yang merasa di bohongi langsung menoleh ke arahku lagi dan Lucard bersama mafiosonya melebarkan matanya.
DUAKKK. Lucard tersungkur akibat tendangan memutarku. Aku langsung mengambil pistol Lucard yang terjatuh.
DORR. DORR. DORR. DORR. Aku menembak dengan membabi buta sambil menghindari tembakan dari mafioso Lucard. Aku berhasil melumpuhkan 4 orang dan kini tersisa Lucard dan 2 mafiosonya.
“BRENGSEKKK!!!” geram Lucard terhadapku.
Dia langsung mengambil 2 pistol mafiosonya. DORR DORR DORR DORR. Lucard menembakku dengan membabi buta dan untung saja aku berhasil menghindari setiap tembakan Lucard.
DORR DORR. ARGHHH. Teriak kedua mafiosonya karena belum sempat menghindari tembakanku. Aku sudah emosi langsung berlari mendekati Lucard sambil menghindari tembakan.
DORR DORR. ARGHHH! BRENGSEK!. Umpat Lucard karena tembakanku mengenai kaki dan perutnya. Dia jatuh berlutut di hadapanku dan kedua pistolnya pun sudah tidak ada pelurunya lagi. Aku tersenyum miring sambil mendonggakkan kepalanya Lucard menggunakan pistol yang aku pegang.
“Kali ini aku masih mengampuni nyawamu. Jika kau mencari gara gara lagi denganku, aku akan meledakkan markasmu dan juga aku akan menghancurkan istana kebanggaanmu!!” ucapku tegas lalu pergi meninggalkan Lucard di atas gedung.
Raut wajah Lucard tampak memerah karena emosi. Dia kesal karena harga dirinya seperti di injak injak oleh Lina.
“ARGHHH ....!!!” geram Lucard.
Hai kalian semua👋
Maaf ya up nya lama terus cuma 1 bab. Aku jarang up karena banyak tugas, mon maap nih bikin kalian nunggu lama🙏
Jangan lupa like, coment, and vote yang membangun yah🙋.
__ADS_1
Oh iya, jangan lupa rate bintang 5 nya guys biar gw tambah semangat buat ceritanya.