CEO CANTIK DAN MANIS

CEO CANTIK DAN MANIS
Pesta Ulang Tahun Part 2


__ADS_3

“Aaaaaa....” teriakku sambil menutup mata.


“Awasss....” teriak seseorang.


Seseorang itu langsung menarik tubuhku ke pinggiran jalan, akhirnya aku berhasil menyelamatkan oleh seseorang itu. Aku yang masih menutup mata tidak sadar kalau aku sudah diselamatkan dam sedang berada di dalam pelukkan seseorang itu. Seseorang itu masih menatap wajahku yang terlihat sedang ketakutan. Tanpa dia sadari, dia sedang tersenyum memandangi wajah cantik wanita di pelukannya.


Kau sangat cantik, batinnya.


Cukup lama dalam posisi seperti itu membuatku merasa aneh dan bertanya tanya kenapa rasanya menjadi nyaman bukan sakit. Perlahan lahan aku membuka mataku dan yang aku lihat adalah wajah seorang pemuda yang ku kenal sangat dekat dengan wajahku. Lalu aku memandangi wajah pemuda ini yang terlihat sangat tampan saat tersenyum. Tanpa pemuda itu sadari bahwa yang ditatapnya telah membuka mata, dia terbawa dalam lamunannya sehingga tidak menyadari bahwa wanita di pelukannya sedang menikmati wajah tampaknya.


Tiba tiba aku tersadar dari lamunanku dan terkejut bahwa yang aku pandangi ini adalah orang yang selalu membuatku menahan emosi sehingga aku langsung mendorong pemuda itu sampai terjatuh.


“Aduhh....kau ini sudah di tolongi malah bikin saya kesakitan” pekik pemuda itu.


“Habisnya kamu bikin aku kaget aja...” sahutku sambil menahan tawa.


“Bantuin saya berdiri!!!” ucapnya dingin.


“Enggak mau!!!” tolakku.


“Bantuin!!!”


“Enggak mau tuan Arga Razhisky Admaja”


Ya! Pemuda yang menolongku ini adalah Arga cowo paling menyebalkan. Dia menatapku tajam sambil mengangkat telunjuknya memberi isyarat untuk mendekatinya. Entah kenapa aku menurut saja dengan isyarat Arga dan aku langsung mendekat ke arahnya sambil mengulurkan tangan untuk menolongnya.


“Ngapain kau disini?” tanyanya sambil membersihkan celananya.


“Tentu saja menghadiri pesta ulang tahun Anna. Lalu untuk apa kamu disini?” tanyaku.


“Sama sepertimu...” sahutnya dingin sambil menarik tanganku membuatku terkejut.


“Heh kamu bawa aku kemana hah?” tanyaku sambil memberontak namun yang ditanya hanya diam saja.


Arga menarikku mendekat ke arah bodyguard Ardan membuatku mengernyitkan alisku.


Mau apa cowo ini?,batinku.


Arga menatap tajam bodyguard dihadapannya.


“Biarkan saya masuk!!”

__ADS_1


“Baik tuan, tapi nona itu tidak diperbolehkan masuk” ucapnya sambil menunjuk ke arahku.


“Kenapa?” tanya Arga dingin.


“Nona itu tidak membawa undangan tuan”


Arga langsung mengambil dua undangan disaku kemejanya dan langsung melemparnya ke arah para bodyguard itu. Para bodyguard itu sangat terkejut, mereka sebenarnya takut kepada Arga karena mereka tahu bahwa pemuda dihadapannya itu adalah pemuda terkaya no 1 di dunia bisnis.


“Jangan pernah kalian ganggu wanita ini!! Dia wanitaku!!” bisik Arga di telinga salah satu bodyguard itu membuat bodyguard itu menelan salivanya sendiri.


Arga langsung pergi masuk ke dalam sambil menarikku. Aku cukup terkejut dengan kelakuan Arga yang sudah menolongku 2 kali.


“Kenapa kamu menolongku?” tanyaku namun ditanya tetap diam saja.


Sehingga membuatku kesal akhirnya aku mengoceh sendiri. Sedangkan Arga hanya tersenyum mendengarkan ocehanku. Kini aku dan Arga sudah sampai di dalam rumah Ardan. Di sini sudah ramai orang orang yang menghadiri pesta. Tiba tiba aku sadar bahwa tanganku sedari tadi digenggam oleh Arga.


“Arga...” panggilku sembari tersenyum karena orang orang terlihat melihatku.


“Hemm...” jawab Arga dengan deheman saja.


“Arga...” panggilku sedikit berteriak didekat telinga Arga.


“Apaan sih?” sahut Arga.


“Eh sorry..” ucapnya sembari melepas genggamannya.


Kami berdua mulai bergabung dengan para tamu yang lain. Anna beserta Ardan dan Windi sudah berada di atas panggung untuk memulai acaranya.


“Perhatian semuanya...” ucap Ardan.


Semua tamu yang mendengar ucapan Ardan langsung memusatkan pandangannya ke arah Ardan.


“Saya sangat berterimakasih karena kalian semua sudah datang di acara ulang tahun anak saya yang ke 19 tahun. Saya dan keluarga saya sangat bersyukur mempunyai anak yang sangat baik dan cantik. Anna adalah anak saya satu satunya di keluarga Lend...” ucap Ardan.


Semua tamu sangat terkejut termasuk aku, sedangkan Arga hanya mendengarkan saja karena dia tidak tahu tentang keluarga Lend yang sebenarnya.


“Maaf tuan Ardan, lalu anak perempuan dan anak laki laki waktu itu siapa ya?” tanya seorang pria paruh baya.


“Mereka bukan anak saya, mereka hanya anak haram hasil perbuatan dari mantan istri saya” jelas Ardan.


JEDYARR

__ADS_1


Aku seperti di sambar petir di siang bolong, aku bertanya tanya dalam hati ‘Apa yang di jelaskan Ardan itu benar?’ itulah yang sedang aku pikirkan.


Apa aku dan abangku adalah anak haram? Arghh...tidak mungkin mama melakukan itu, batinku.


“Bahkan anak haram itu berani sekali datang kesini...” ucap Ardan membuat semua tamu terkejut.


Sedangkan Anna dan Windi terus melihatku lalu tersenyum penuh kemenangan. Aku yang mengerti senyuman mereka hanya mengepalkan tanganku. Sedangkan Arga ikut bingung siapa anak haram yang dimaksud oleh keluarga Lend.


“Maaf tuan, siapa anak haram yang anda maksut?” tanya seorang wanita paruh baya.


“Tentu saja anak itu...” sahut Ardan sambil menunjukku.


Semua tamu melihat arah tunjuk Ardan yang mengarah ke arahku. Semuanya terkejut termasuk Arga yang sangat terkejut. Dan para tamu itu ada beberapa yang mengenalku sebagai karyawan biasa di LM Group. Sedangkan Arga sungguh tidak percaya dengan ucapan Ardan yang mengaku bahwa aku seorang anak haram.


Aku tersenyum miring.


“Apa yang kau ucapan kan itu benar TUAN ARDAN?” tanyaku sambil menekan kata ‘tuan Ardan'.


“Tentu saja, itulah alasan saya mengapa namamu tidak ada marga kami...” sahutnya membuatku sadar bahwa namaku memang tidak ada marga dari keluarga Lend.


“Kau itu memang tidak mempunyai keluarga...” ucap Windi si ibu tiri.


“Huuu...dasar anak buangan” ucap Anna lalu tersenyum penuh kemenangan.


Aku sungguh terkejut juga sedih mendengar penuturan Ardan. Aku ingin menangis namun aku menahan air mataku agar tidak jatuh di saat seperti ini. Sedangkan Arga sedang di lema dengan ucapan Ardan ‘apakah itu benar atau tidak' pikirnya. Arga sangat tahu perasaanku saat ini, dia ingin menghampiriku namun langkahnya terhenti saat Arga melihat seorang pemuda yang sangat dia kenal. Pemuda itu berjalan ke arahku sambil menyembunyikan kedua telapak tangannya di saku celananya.


“Kata siapa Lina tidak mempunyai keluarga” ucap pemuda itu tiba tiba.


Semua tamu sangat terkejut mendengar ucapan pemuda itu termasuk aku, Arga, Ardan, Windi, dan Anna yang juga ikut terkejut. Aku langsung menoleh ke sampingku dan ternyata seorang pemuda tampan yang berbicara tadi.


“Siapa kamu?” tanya Ardan kepada pemuda itu.


“Pekernalkan namaku adalah Zack Axelino, kakaknya Lina Marsheilla dan Rendy Marchelino” sahut Zack.


Ardan beserta anak dan istrinya sangat terkejut termasuk aku dan semua tamu disini. Sedangkan Arga terkejut bukan kepalang karena dia tahu bahwa Zack sama sekali tidak mempunyai adik.


Untuk apa dia berkata seperti itu?, batin Arga.


Siapa cowok ini? Kenapa dia bisa berkata seperti itu?, batinku sambil menatap Zack.


Hai kalian semua👋

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, and vote yang membangun yah🙋.


Oh iya, jangan lupa rate bintang 5 nya guys biar gw tambah semangat buat ceritanya.


__ADS_2