CEO CANTIK DAN MANIS

CEO CANTIK DAN MANIS
Aku Membencimu!


__ADS_3

BRAKKK


Zack dan Arga menoleh ke arah pintu. Mereka terkejut melihat wanita yang berdiri di ambang pintu.


Wanita itu menutup pintu lalu berjalan menuju Arga sambil tersenyum nakal. Tiba tiba wanita itu duduk di pangkuan Arga membuat Arga menatap tajam wanita itu. Zack melototkan matanya melihat wanita tak tahu diri duduk di pangkuan Arga.


“Apa yang kau lakukan?!” marah Arga mendorong wanita itu dengan kasar.


“Arga, kamu ini apa apaan sih. Aku ini calon istrimu” ucap wanita itu sembari memegang tangan Arga.


“Kau bukan calon istriku!!” bantah Arga menampik tangan wanita itu dengan kasar.


“Papa kamu saja mengakui aku sebagai calon istrimu. Kenapa kau tidak bisa membuka hatimu untukku Ga?!” ucap wanita itu sok sedih.


“Aku tidak sudi menikahi wanita ular sepertimu, Lidya!!!” ucap Arga penuh penekanan membuat Lidya mendengus kesal.


“Wohoo .... Kenapa lo gak bilang sama gue, kalo lo punya calon istri Ga?!” tanya Zack tiba tiba di tengah perdebatan.


“DIAMM!!!” bentak Arga kepada Zack.


Zack berdecak. “Oke oke ... Gue mau pergi cari Lina dulu. Silahkan menikmati perdebatan Tuan Arga. Hahahahaha .....” tawa Zack lalu melenggang pergi.


“Mau apa lagi kau?!” tanya Arga dingin.


“Tentu saja menemani calon suamiku” jawab Lidya dengan manja.


“Cepat keluar dari disini!!” ucap Arga dingin menatap tajam Lidya.


“Tidak mau!!” tolak Lidya melipat kedua tangannya di dada.


“Aku bilang keluar ya keluar!!” bentak Arga keras.


“Tidakkk!!” bentak Lidya membuat Arga emosi.


“KELUARR!!! SEBELUM AKU BERBUAT KASAR PADAMU!!!” bentak Arga dengan emosi yang sudah meledak.


Akan ku buat kau jatuh cinta padaku Arga, batin Lidya sembari tersenyum licik. Ia lalu pergi meninggalkan ruangan Arga dengan perasaan kesal.


“ARGHHHH ...” teriak Arga mengeluarkan emosinya.


Drttt Drttt Drttt


Arga mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfon. Ia menghela nafas panjang karena yang menelfon adalah papanya sendiri.


“Halo pa”


“ARGA! KENAPA KAMU MEMBUAT LIDYA MENANGIS HAH?!”

__ADS_1


“Kenapa papa selalu percaya sama omongan busuk Lidya pa?!”


“JAGA UCAPANMU ARGA!! Cepat kamu pergi ke hotel XXXX dan temui Lidya disana!!”


“Aku tidak mau pa!! Papa saja sana yang pergi kenapa harus aku!!”


“JANGAN MEMBANTAH UCAPAN PAPA ARGA!! JIKA KAMU TIDAK DATANG PAPA AKAN MENCORET NAMA KAMU DARI KELUARGA ADMAJA!!”


“Baiklah aku akan datang”


Tut Tut Tut


PRANGG


Arga melempar ponselnya dan membentur tembok hingga pecah. Ia sangat kesal dan marah terhadap papanya yang selalu mengatur kehidupannya. Ia langsung pergi ke hotel yang di beritahu papanya dengan perasaan marah.


Di sisi lain, setelah aku membersihkan diriku di markas. Lalu aku mengumpulkan seluruh mafioso untuk berkumpul. Untuk kali ini aku memang melepaskan Lucard begitu saja tapi tidak untuk lain kali.


“Selama beberapa bulan ini kita tidak melakukan pertempuran. Aku ingin kalian menyiapkan diri dan mental kalian lagi!!!” ucapku tegas.


“Emangnya nanti ada pertempuran lagi?” tanya Kevin.


“Sepertinya iya, karena tadi aku bertarung dengan Lucard!” jawabku santai.


“Apakah kau sudah membunuhnya?!” tanya Farhan.


“Tidak, dan sepertinya dia akan membalas dendam kepada kita!! Han, kau persiapkan semua ranjau di sekitar markas kita” ucapku sembari mengeluarkan pistol.


DORRRR


Semua orang terkejut karena aku menembak salah satu mafioso.


“Tidak akan terjadi karena kita akan pindah markas. Pasang seluruh bom di penjuru markas ini!! Jika musuh sudah termakan umpan kita ledakan markas ini!!” jelasku.


“Baik nona. Empf .... Kenapa kau menembak anggota kita nona?!” tanya Farhan bingung.


“Dia mata mata Lucard!” jawabku santai membuat semua orang terkejut.


“Bagaimana kau bisa tahu?!” tanya Kevin.


“Sebenarnya aku sudah lama tau tapi aku membiarkannya saja. Dan sekarang dia sudah tahu rencanaku mau tak mau aku harus membunuhnya!” jawanku santai.


“Ya sudah aku mau pergi dulu. Han, Vin kalian urus semuanya!” pintaku.


“Baiklah” ucap Farhan dan Kevin pasrah.


Aku pergi ke hotelku untuk menemui manager. Aku ingin bertanya tentang perkembangan hotel beberapa bulan ini. Saat aku sampai di hotel langsung masuk ke hotel dan masuk ke lift. Namun sebelum lift tertutup ada seorang pria yang aku kenal memasuki lift yang sama denganku. Aku memutar bola mataku malas melihat pria di sampingku.

__ADS_1


“Kenapa kau disini?!” tanyanya ketus.


“Tuan Arga yang terhormat. Aku kesini karena ada urusan penting!” jawabku sebal membuat Arga mendekatkan wajahnya ke arahku. Seketika aku langsung panik.


“Kau ini CEO LM Group kan?” tanya Arga berbisik di telingaku.


Aku terkejut mendengarnya. “Bu – bukan. Kamu jangan asal bicara!” elakku.


Arga berjalan mendekatiku membuatku berjalan mundur namun aku terpojok dengan dinding lift. Arga semakin mendekat dan tiba tiba ia memepet tubuhku agar aku tidak bisa keluar.


“Kau jangan berbohong Lina Marsheilla!” bentak Arga dengan suara berat.


“A - apa yang ingin kamu lakukan hah?!” ucapku takut karena Arga tampak emosi.


Tiba tiba Arga mencium bibirku membuatku terkejut. Detak jantungku berpacu cepat. Aku memberontak namun tenaga Arga lebih kuat dariku. Lama kelamaan ciuman Arga berubah menjadi lum*tan kasar dan brutal. Aku masih memberontak namun Arga menggenggam tanganku dengan kuat.


TING


Pintu lift terbuka dan aku langsung mendorong tubuh Arga dengan kuat.


“Apa yang kau lakukan Arga?!” bentakku kesal.


“DIAMM!!!” bentak Arga sangat keras.


Aku terkejut karena Arga terlihat sangat marah dan emosi. Arga memegang tanganku lebih kuat dan kasar sembari menyeretku untuk mengikutinya. Seketika aku langsung panik karena Arga membawaku ke arah kamar. Aku berteriak dan memukul mukul Arga. Namun teriakan dan pukulanku sia sia, lorong yang kami lalui sangat sepi dan Arga juga tidak peduli dengan pukulanku.


Arga masuk ke kamar lalu mengunci pintunya. Aku sangat takut dan masih memberontak. Ia menyeretku ke arah ranjang. Lalu ia melemparku dengan kasar ke ranjangnya. Seketika aku sangat takut karena Arga mulai melepas kemeja yang ia pakai.


“Ka – kamu mau apa?!” tanyaku terbata bata.


Arga diam saja tidak menjawab pertanyaanku. Ia melepas semua bajunya dan tersisa celana kerjanya. Ia merangkak mendekatiku yang sedang ketakutan. Tiba tiba ia menciumku dengan paksa. Hembusan nafas beratnya sangat terasa diwajahku yang sangat takut.


“Arga ... Hpmf .... Aku .... Hpmf .... Membencimu!!” ucapku susah karena ciuman Arga yang brutal.


Arga melepas pangutannya dan menatapku dengan tajam. Aku juga menatapnya lebih tajam dengan mata yang berkaca kaca.


“Aku sangat membencimu Arga!!” ucapku penuh penekanan.


“Aku tidak peduli!! Kau harus jadi milikku!!” ucap Arga.


“Aku tidak Hpmff .....” ucapanku terpotong.


Arga kembali melum”t bibirku dengan kasar. Lalu ia melepas baju dengan kasar. Aku terkejut dan mencoba menahan bajuku agar tidak terlepas dari tubuhku. Namun kekuatan Arga sangat kuat, ia berhasil melepas pakaianku dan melemparnya ke sembarang tempat. Ia juga melepas celana jeans ku dengan paksa.


Aku sungguh menangis dengan perlakuan Arga. Ia berhasil melepas semua baju yang aku pakai dan sekarang tubuhku tanpa sehelai benang. Arga mencium seluruh lekuk tubuhku. Kemudian Arga juga melepas celana yang ia pakai sehingga ia juga telanjang bulat. Arga dengan kasar memasukkan kejantanannya ke mahkotaku yang belum pernah tersentuh oleh siapa pun.


“Awww .... Arga sakitt .... Hiks ... Hiks .... Sakitt ....” keluhku dengan tangisan.

__ADS_1


Dengan sentakan kasar Arga, kemudian kenjantannya masuk dengan sempurna. Kemudian ia menggoyangkan pinggulnya dengan bringas. Ia sangat tidak peduli dengan rintihan dan tangisku yang begitu memilukan.


Skip karena ini adegan yang tidak pantas untuk anak anak di bawah umur.


__ADS_2