
Seorang gadis cantik sedang memainkan bulpennya di meja kerja sambil menatap ke atas langit langit ruangan. Kemudian ia berjalan mondar mandir lalu berhenti menghadap jendela. Ia menatap pemandangan di luar jendela yang tampak indah nan asri. Ia juga mulai merasa bosan karena berlama lamaan dikantornya, ia ingin berkegiatan diluar kantor untuk melepas bosannya. Ya! Gadis yang bosan ini tidak lain adalah Lina Marsheilla si gadis yang gampang bosan.
Akhirnya aku memutuskan pergi ke Cafe untuk menghilangkan rasa bosanku dan meninggalkan pekerjaanku sebentar. Aku memacu laju kendaraanku di atas rata rata agar cepat sampai di tujuan. Setelah sampai aku memarkirkan mobilku di parkiran lalu aku keluar dari mobil dan berjalan masuk ke Cafe. Tetapi saat aku akan masuk tiba tiba aku menabrak seorang cowok tampan yang terlihat sangat dingin.
BRUKK
“Kau...kau punya mata gak sih?! Jalan itu liat ke depan bukan ke bawah!!! Liatkan bajuku jadi basah seperti ini!!!” bentak cowok itu sambil menatap tajam ke arahku.
“Maaf aku gak sengaja” ucapku sambil memutar bola mataku malas meladeni cowok seperti dia.
“Maaf? Maaf bisa mengeringkan bajuku yang basah ini akibat ulahmu hah?! Ini baju mahal apa kau bisa membelinya?!!” bentak cowok itu membuat semua orang di Cafe itu menatap ke arah kami berdua.
“Cih, siapa suruh tadi menghalangi jalanku” gumamku namun masih terdengar oleh cowok itu.
“Apa yang kau katakan barusan?!!” bentaknya.
“Ah...bukan apa apa sepertinya pendengaranmu salah” ucapku santai.
Cowok itu menatapku semakin tajam.
“Iya iya aku akan bertanggung jawab, bentar aku ambil dulu di mobil” ucapku lalu berbalik badan.
Namun saat aku akan melangkahkan kakiku, aku melihat beberapa orang yang mencurigakan. Orang orang itu berpakaian serba hitam yang selalu mengikutiku kemana pun aku pergi. Aku tidak bergerak sama sekali karena aku ingin memastikan pandanganku. Tepat sekali orang orang itu memakai lambang Rajawali sama seperti orang orang yang selalu mengikutiku. Tiba tiba suara di belakang punggungku membuatku malas dan sangat mengganggu pendengaranku.
“Hey cepatlah!! Saya tidak punya waktu lama untuk menunggumu berdiri di situ” ucap cowok itu malas.
Sial, lebih baik aku pergi sekarang juga, batinku masih memperhatikan orang orang berjubah hitam itu.
“Lain kali saja!! Aku ada urusan!!” ucapku berteriak sambil berlari menuju mobilku.
“Sial, jangan coba coba membohongiku!! Atau kau akan tahu akibatnya!!!” teriak cowok itu sambil berlari mengejarku.
Saat aku akan membuka pintu mobilku tiba tiba ada sebuah tangan yang mencengkeram tanganku dengan kuat membuatku meringis kesakitan namun aku menahannya. Aku masih belum membalikkan badan karena aku ingin mengambil pisau di celanaku.
__ADS_1
“Aku mohon tolong lepaskan aku!! Aku tidak mempunyai salah dengan kalian!! Kenapa kalian selalu mengikutiku setiap saat?!!” ucapku pura pura memohon.
Seseorang yang mencengkeram tanganku hanya mengernyitkan alisnya karena tidak paham dengan ucapanku. Apa dia mengira aku seorang penguntit bayaran gitu? Pikirnya seperti itu.
“Apa yang kau bicarakan?! Tidak ada gunanya aku mengikutimu setiap saat!!” bentak seseorang itu membuatku terkejut karena suara itu adalah suara cowok yang barusan aku tabrak di depan Cafe.
Aku menoleh sambil tersenyum kikuk lalu aku memasukan kembali pisauku ke dalam saku celanaku.
“Ah...bukan apa apa, maaf telah menuduhmu yang bukan bukan” ucapku seraya menahan sakit karena cowok itu masih mencengkeram tanganku dengan kuat.
Cowok itu menatapku seperti singa yang akan menerkam mangsanya.
“Lupakan!! Sekarang aku mau kau bertanggung jawab atas bajuku yang basah ini!!!” tegasnya sambil menunjuk bajunya sendiri.
“Lebih baik kau pegang kartu namaku untuk menghubungiku, besok aku akan bertanggung jawab. Aku berjanji, sekarang aku sedang buru buru. Aku harus pergi!!” ucapku sambil memberikan kartu namaku yang palsu dan langsung melepas cengkeramannya yang sudah kendor.
“Awas saja jika kau sampai membohongiku!!” ancam cowok itu.
“Apa kau sedang mengancamku hah?!!” tanyaku membentak.
“Kalo IYA memang kenapa?! Tidak ada yang bisa melarangku!!!” ucapnya sambil menekan kata ‘iya’.
“Terserah kau saja!!” ucapku lalu memasuk ke dalam mobilku dan langsung pergi meninggalkan cowok itu.
Cowok itu membaca kartu namaku dengan teliti.
“Ternyata dia karyawan biasa di LM Group lalu mobil siapa yang tadi ia bawa?! Hmm...menarik sekali dia berani membentakku. Tapi apa yang membuatnya memohon seperti itu saat aku memegang tangannya?!” gumamnya.
Cowok itu mengedarkan pandangannya ke segala arah dan tidak sengaja melihat orang berjubah hitam hendak pergi. Ia juga tidak sengaja melihat lambang Rajawali di jubah itu.
Bukankah itu.....ah sudahlah bukan urusanku juga, batin cowok itu seraya pergi menuju mobilnya.
Sebuah jalan yang cukup sepi terjadilah kejar kejaran antara mobil seorang gadis dengan 4 mobil yang mengejarnya. Gadis yang tidak lain adalah Lina yang masih terus memacu laju kendaraannya diatas rata rata.
__ADS_1
“Sial, ngapain tuh mobil pake ngejar aku segala” ucapku kesal sambil memukul setir mobil.
Kemudian aku tersenyum miring lalu menelfon anak buahku.
“Halo Nona”
“Cepat kalian pergi ke gudang xxx sekarang juga dan bawa 25 orang!! Kalian bersembunyi dahulu disana aku akan membawa sebuah mainan untuk kalian” ucapku.
“Baik Nona, kami segera kesana”
Panggilan berakhir dan kini aku tersenyum puasnya. Kemudian aku memacu laju kendaraanku semaksimal mungkin agar cepat sampai di tujuanku.
Kini aku sampai di gedung xxx dan benar saja mobil yang mengikutiku masih setia mengejarku sampai di tempat ini. Aku turun dari mobilku lalu memandang ke arah orang orang berjubah hitam itu yang mulai turun dari mobilnya.
Aku menatap tajam ke arah mereka.
Aku tau orang suruhanmu ini pasti sangat kuat, tidak mungkin orang licik sepertimu akan menyuruh orang lemah yang bisa aku basmi dengan tanganku sendiri. Siapa kau sebenarnya sampai menyuruh orang untuk mengikutiku dan membunuhku, batinku sambil memandang satu persatu orang orang berjubah hitam itu.
“Apa motif kalian mengikutiku sampai sekarang?!! Bahkan kalian ingin membunuhku” tanyaku penuh penekanan.
“Kami hanya ingin kau mati” ucap salah satu orang berjubah dengan santai.
“Ck, tidak semudah itu ferguso!!” ucapku berdecak kesal.
“Hahah...kau terlalu percaya diri NONA MUDA” ucap salah satu orang berjubah itu dengan menekan kata ‘nona muda'.
Aku hanya tersenyum miring dan memberi kode kepada seluruh anak buahku untuk keluar dari tempat persembunyiannya di area gedung ini membuat orang orang berjubah hitam itu sedikit gemetar karena mereka telah kalah jumlah.
“Silahkan kalian semua menikmati mainan yang aku bawa” ucapku santai lalu langsung masuk ke dalam mobil dan langsung melesat pergi meninggalkan tempat ini.
Setelah aku sampai di mansions, aku langsung masuk ke kamar dan membersihkan diriku. Setelah selesai membersihkan diri, aku langsung pergi ke ruang pribadiku untuk menyelesaikan berkas berkas yang tertunda.
Hai everybody👋
__ADS_1
Jangan lupa like, coment, and vote yang membangun yah🙋
Oh iya, jangan lupa rate bintang 5 nya guys biar gw tambah semangat buat ceritanya.