CEO CANTIK DAN MANIS

CEO CANTIK DAN MANIS
Bekerjasama Dengan Arga


__ADS_3

Tok Tok Tok


“Masuk!!”


Seorang pemuda yang tampan membuka pintu tersebut setelah mendapat persetujuan dari sang pemilik ruangan. Ia melangkah maju memasuki ruangan dan terlihatlah seorang pria baruh baya yang lumayan tampan. Pemuda itu menghampiri pria yang sedang duduk di kursi kebanggaannya sambil sibuk mengerjakan pekerjaannya.


“Dad...” panggil pemuda itu yang tidak lain adalah putra semata wayangnya.


“Ada ada?” tanya daddy lalu menatap putranya.


“Ada kabar dad” ucap pemuda itu sedikit takut.


“Kabar apa??” tanya daddy serius.


“Anak buahku bilang kalau abangnya hampir celaka gara gara orang yang mirip dengan penampilan anak buahku dad” jawab pemuda itu sambil menundukkan kepala.


BRAKK


Daddy menggebrak meja dengan keras membuat putranya terkejut bukan kepalang.


“Berani sekali mereka membahayakan kedua anakku” Ucap daddy penuh penekanan.


“Lebih baik kamu turun tangan saja!! Pergilah ke Indonesia dan temui kedua saudaramu!!” sambung daddy dengan raut wajah yang sangat khawatir.


“Baik dad” jawab putranya lalu melangkah pergi dari ruangan daddy nya.


Aku akan menjaga kalian berdua sabarlah saudaraku, batinnya.


•••••


Aku terbangun dari tidurku karena aku merasa haus lalu aku melihat jam yang ternyata sudah pukul 05.00 pagi. Awalnya aku malas bangun tapi karena merasa haus juga lapar, aku langsung beranjak menuju dapur. Aku langsung membuka kulkas dan melihat isinya, aku membulatkan mata karena isinya cuma ada telur, soda, wine, dan es batu saja.


“Ahkk...aku lupa beli bahan makanan” aku merutuki diriku sendiri akibat kebodohanku yang setiap hari hanya memikirkan pekerjaan.


Lalu aku melihat bumbu bumbu dan nasi, ternyata bahan untuk membuat nasi goreng masih ada. Kemudian aku memasak nasi goreng saja untukku dan Rendy. Aku juga membuat teh untuk Rendy dan aku hanya meminum soda. Setelah selesai memasak aku langsung menyendokkan nasi gorengnya ke piringku dan piringnya Rendy lalu aku taruh di meja makan.


Aku langsung pergi menuju kamar Rendy karena sekarang sudah pukul 06.00. Aku mengetuk ngetuk pintu kamar Rendy namun belum ada jawaban dari dalam. Aku langsung masuk ke kamar Rendy begitu saja karena pintu kamarnya tidak di kunci dan aku menggelengkan kepalaku melihat Rendy masih terlelap dalam mimpinya, tiba tiba muncul ide jahil dalam otakku.


Satu


Dua


Tiga


“AAAAAAAA.....TOLONG ADA TIKUS” teriakku di dekat telingan Rendy.


“HAAAAA.....LINA MANA TIKUSNYA???MANA TIKUSNYA???” teriak Rendy sambil loncat dari kasurnya karena sangat panik.

__ADS_1


“Huahahahahaha.....” seketika tawaku pecah saat melihat raut wajah Rendy yang sangat panik.


“LINAAA.....” teriak Rendy menggema membuatku langsung berlari keluar kamar Rendy sambil menutup mulut menahan tawa.


Aku makan nasi goreng yang sudah aku buat tadi pagi, beberapa menit kemudian Rendy turun dari kamarnya dan langsung berjalan menuju meja makan karena melihat diriku yang sudah selesai makan.


“Tumben masak” ucapnya seraya duduk di kursinya.


“Lagi pengen aja wlekkk...” ucapku lalu menjulurkan lidahku.


“Serah...” sahut Rendy.


“Jangan marah gitu dong bang...” ucapku dengan nada manja.


“Hmm..”


“Oh iya bang, nanti abang urus berkas yang sama Zindi ya bang” ucapku sambil beranjak menuju kamarku.


“Uhuk uhuk” Rendy tersedak makanannya dan langsung mengambil minum


Aku menahan tawa melihat Rendy yang tiba tiba tersedak karena aku tahu apa alasannya Rendy bisa tersedak seperti itu, kemudian aku pergi menuju kamarku untuk mandi. Setelah selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap yang elegan dan mulai berdandan tipis agar wajahku terlihat tidak pucat.


Setelah selesai bersiap, aku langsung menuju LM Group menggunakan motor sport. Tidak butuh waktu lama aku sudah sampai di kantorku. Aku langsung memarkirkan motorku dan langsung masuk ke dalam kantor untuk menemui Zindi.


BRAKK


“Astaga...nona bikin saya terkejut setiap hari” ucap Zindi sambil mengelus dadanya yang masih senam jantung.


“Apa jadwalku hari ini?” tanyaku tanpa basa basi.


“Nanti jam 9 nona harus ikut rapat penting” jawab Zindi sambil membuka map pekerjaannya.


“Aku tidak mau!!” tolakku karena aku tidak suka ikut rapat yang membosankan seperti itu.


“Baiklah nona saya paham kok” ucap Zindi.


“Oh iya perusahaan A.R.A Company mengajukan kontrak bekerja sama dengan perusahaan LM Group nona” sambung Zindi.


“Untuk apa dia mau bekerja sama denganku??” aku sangat terkejut mendengar itu karena aku tahu perusahaan itu berada di posisi ke 1 di dunia bisnis.


“Dari penyelidikan yang saya dapat, tuan Arga ingin bekerja sama dengan nona karena dia ingin memperketat pertahan perusahaan agar data penting di perusahaan itu tidak bisa di retas oleh para Black Hat Hacker” jawab Zindi.


“Cuma itu doang?” ucapku malas dan di jawab anggukan oleh Zindi.


“Nona kan juga termasuk White Hat Hacker kenapa nona tidak membantu tuan Arga?” tanya Zindi sedikit penasaran.


“Aku cuma tidak mau identitas asliku di ketahui orang lain, dan waktu itu aku juga bilang ke Arga kalau aku bernama Arshe yang bekerja sebagai karyawan biasa disini” jelasku.

__ADS_1


“Hmm....kalau begitu saya akan batalkan saja kontrak kerja samanya” ucap Zindi sambil mencari ponselnya.


Aku terdiam beberapa saat untuk memikirkan kontrak itu.


“Jangan dibatalkan!!!” ucapku tiba tiba membuat Zindi yang sedang mencari ponselnya langsung terdiam.


“Apa nona sedang bercanda?” tanya Zindi sambil melihatku dengan serius.


“Apa wajahku terlihat sedang bercanda?” aku bertanya balik ke Zindi sambil mengeluarkan aura yang bisa membuat orang merasa ketakutan bila mereka di dekatku.


“T – Ti – Tidak nona” sahut Zindi terbata bata sambil gemetaran di seluruh tubuhnya karna merasakan aura yang aku keluarkan.


“Ya sudah, kapan pertemuanku dengan Arga?” tanyaku.


“Sebentar lagi nona, kita akan bertemu dengannya di Cafe xxx” jawab Zindi sambil merapikan map yang akan dibawa.


“Hmm, baiklah” ucapku.


Tidak lama kemudian kami pun beranjak pergi menuju Cafe xxx, di dalam mobil Zindi saat dalam perjalanan menuju ke sana aku hanya terdiam sambil memikirkan cara untuk bertemu dengan orang yang telah menyuruh para orang orang berjubah hitam dengan lambang Rajawali itu.


“Nona kita sudah sampai” ucap Zindi membuyarkan semua lamunanku.


“Ah iya” ucapku sambil memakai topeng yang aku bawa.


Kami berdua memasuki Cafe itu dan menghampiri Arga yang duduk bersama sekertarisnya yang sudah menunggu kami.


“Maaf, sudah membuat tuan Arga menunggu” ucap Zindi meminta maaf dan hanya di jawab anggukan oleh Arga.


“Tidak apa apa, kami juga baru sampai kok” sahut sekertaris wanita itu sesopan mungkin dan pakaiannya pun sangat seksi memperlihatkan belahan dadanya.


Cih, wanita murahan berlagak sopan. Kau sungguh menjijikan!, batinku.


“Silahkan duduk, perkenalkan nama saya Nayla” sambung sekertaris itu.


“Saya Zindi dan ini nona Lina” sahut Zindi sambil duduk bersamaan denganku.


“Cukup!! Aku tidak suka berbasa basi!!” ucapku membentak membuat Zindi dan Nayla terkejut bahkan Arga juga ikut terkejut dengan bentakkan ku.


Suara ini..., batin Arga sambil memperhatikan diriku yang memakai topeng.


“Arshe...”


Maaf baru up sekarang🙏soalnya aku lagi sibuk banget mengurus sekolah dan juga banyak banget tugas yang di kasih sama guruku😪


Jangan lupa like, coment, and vote yang membangun yah🙋


Oh iya, jangan lupa rate bintang 5 nya guys biar gw tambah semangat buat ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2