CEO CANTIK DAN MANIS

CEO CANTIK DAN MANIS
Arga Razhisky Admaja Di LM Group


__ADS_3

Aku bangun terlambat tidak seperti biasanya karena kemarin aku menyelesaikan berkas berkasku yang tertunda. Hari ini abangku tidak membangunkan diriku seperti biasanya karena semalam aku menyuruhnya agar ia langsung berangkat ke kantor untuk mengerjakan tugas yang aku berikan.


Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju kantorku menggunakan motor sportku. Setelah sampai aku pun memarkirkan motorku dengan benar dan tiba tiba aku teringat akan bertanggung jawab dengan seseorang atas kesalahanku kemarin.


Aku menghembuskan nafas lega karena sekarang aku sedang memakai celana jeans sobek, kaos polos yang bawahnya aku masukan ke dalam celana jeans dan tidak lupa aku memakai jaket levis wanita serta memakai sepatu kets. Aku sering berpenampilan seperti itu karena penampilan itu sangat nyaman bagiku.


Aku memasuki kantorku dan berhenti di depan resepsionis lama yang sudah mengenalku.


“Re, nanti kalo ada seorang cowok yang menurutmu tampan dan membawa kartu nama saya, segera hubungi saya!!!” ucapku sedikit malas.


“Baik nona” ucap Rere ramah kepada bossnya.


“Satu lagi....” aku menggantung ucapanku membuat Rere menelan salivanya, “Jangan sampe kamu keceplosan tentang identitas saya!!!” ucapku sambil menatap tajam ke arah Rere yang tengah menahan rasa takutnya.


“I – iya nona” jawab Rere gugup dan jantungnya berdetak kencang seperti mau copot.


Aku langsung melenggang pergi dari hadapan Rere menuju ruang kerjaku. Sedangkan Rere masih menenangkan dirinya karena sedari tadi ia sedang senam jantung saat berhadapan denganku.


Pasti nona muda memberikan kartu nama palsu kepada pria itu. Aish....nona kau ini sangat licin seperti belut, batin Rere.


Sedangkan di ruang kerjaku, aku tertawa puas karena anak buahku sudah membunuh orang orang berjubah hitam itu.


“Bagus kerjamu sangat bagus, tidak sia sia aku membawamu masuk ke kelompokku” ucapku memuji melalui telefon.


“Terima kasih nona atas pujiannya”


“Kalian istirahatlah tunggu perintahku selanjutnya” ucapku lalu mematikan telfonnya.


Aku tersenyum miring sambil memainkan ponselku lalu menelfon seseorang lagi.


“Halo nona”


“Bagaimana keadaannya?” tanyaku.


“Aman nona, tuan sedang pergi ke kantor cabang di ikuti oleh kami”


“Baiklah, jaga dia dengan baik jangan sampai terluka segores pun!! Atau kalian akan tahu akibatnya, MENGERTI?!” ucapku menekan kata ‘mengerti’.

__ADS_1


“Mengerti nona”


Aku langsung mematikan ponselku dan kembali meneruskan pekerjaanku.


Sementara itu, ada seorang pemuda tampan berpakaian rapi sedang memasuki perusahaan LM Group dengan santai tetapi ia memasang wajah datar dan dinginnya. Siapa lagi kalau bukan pemuda yang tidak sengaja di tabrak oleh Lina Marsheilla. Semua karyawan wanita yang melihatnya langsung berbisik dan berbicara tentangnya.


“*Lihat tuh ada pemuda tampan sekali”


“Yaampun tampan sekali andai saja aku bisa mendekatinya”


“Kok sepertinya gue pernah liat cowok tampan itu deh tapi dimana ya?”


“Kayak oppa oppa korea tuh jeng”


“Wah aku mau satu dong yang kayak gitu*”


Begitulah seterusnya, pemuda itu hanya cuek dan tidak peduli karena ia datang ke LM Group hanya ingin menagih tanggung jawabku saja. Kemudian ia berjalan mendekati lobby di ikuti oleh pemuda yang seumuran dengannya yang berjalan di sampingnya.


“Panggilkan yang punya kartu nama ini!!” ucap pemuda itu dingin lalu menyerahkan kartu namaku.


“Sebentar tuan” ucap Rere ramah lalu menghubungiku.


Aku yang mendapat panggilan dari Rere langsung pergi menuju lobby untuk menemui pemuda menyebalkan itu. Saat aku sampai di lobby aku tidak melihat tamu di sini lalu aku tanya kepada Rere dan dia menjawab pemuda itu menunggu di taman, kemudian aku langsung mencarinya untuk menyelesaikan masalah kemarin. Saat aku sampai di taman aku melihat dua pemuda sedang duduk dan sibuk memainkan ponsel mereka.


“Hekhemm” aku berdehem sambil menatap tajam ke arah mereka namun mereka masih tetap fokus pada ponselnya.


Tiba tiba ada ide jahil muncul di kepalaku.


“AAAA...ADA KECOA DI BAWAH SANA” teriakku pura pura panik.


“AAA......ARGA ADA KECOA AR!!!TOLONG AR!!!” teriak teman pemuda itu dengan panik dan aku hanya cekikikan melihat raut wajahnya yang panik.


“Berisik lo, disini gak ada kecoa bodoh” ucap pemuda itu ketus menatap tajam ke arah temannya.


“Lah terus yang bilang ada kecoa siapa?!” tanya temannya ke pemuda itu.


Pemuda itu hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu, sontak mereka berdua langsung menoleh ke arahku yang sedang berdiri sambil melipat kedua tangan di dada dan menatap tajam ke arah mereka berdua.

__ADS_1


“Eh ada cewek cantik” ucap temannya memasang wajah sok coolnya.


Sedangkan pemuda itu melihatku dari atas sampai ke bawah membuatku merasa risih.


“Cepat ganti rugi yang kemarin!! Saya tidak punya banyak waktu lagi!!” ucapnya ketus.


“Baiklah, apa saya boleh tahu nama kalian berdua?!” tanyaku sambil mengulurkan tanganku.


“Hai cantik, nama gue Sean Dzaky Saputra. Panggil aja tampan” ucap Sean sambil menjabat tanganku dan mengedipkan satu matanya. Lalu melepaskan jabat tangannya.


“Saya Arga Razhisky Admaja” ucapnya dingin lalu menjabat tanganku.


Jadi dia yang bernama Arga Razhisky Admaja CEO tertampan....Ck, tampan dari mananya coba?? cowok ini sangat menyebalkan, batinku.


“Saya Arshe pekerja biasa di kantor ini” ucapku lalu melepas jabat tangannya. “Oh iya, ini cek nya sudah saya tulis nominalnya” ucapku sambil menyerahkan cek nya.


“Baik terimakasih” ucap Arga dingin.


“Kalau begitu saya pamit dulu, permisi” ucapku lalu pergi ke ruanganku.


“Ar, coba lo liat deh nominalnya berapa?!” tanya Sean sangat penasaran dengan nominalnya.


“Hmmm” jawab Arga dengan deheman.


Mereka berdua melihat nominalnya dan tiba tiba mereka berdua langsung membulatkan matanya. Mereka berdua kemudian saling bertatap pandang tidak percaya dengan nominal yang di berikan oleh Arshe.


“Gila....kalo ini sih bisa buat beli mansions baru” kagum Sean. “Cewek itu dapet uang segitu banyak dari siapa coba? Karyawan biasa kan gajinya juga sedikit” gumam Sean memikirkan Arshe bagaimana bisa dia mendapatkan uang sebanyak itu.


Siapa cewek itu sebenarnya, apa cewek itu cewek biasa pada umumnya?, batin Arga.


Arga masih bergulat dengan pikirannya sendiri. Ia sangat penasaran dengan cewek yang bernama Arshe itu namun tidak sekarang karena ia dan Sean harus kembali ke perusahaannya. Akhirnya mereka berdua pergi dari LM Group dengan pikiran yang masih bertanya tanya siapa cewek itu sebenarnya.


Sedangkan aku masih duduk diam di ruanganku memikirkan sesuatu yang mengganjal di otakku.


Mereka berdua udah liat nominalnya belum ya? Kalo udah liat pasti mereka bakal cari tahu siapa aku, batinku.


Hai everybody👋

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, and vote yang membangun yah🙋


Oh iya, jangan lupa rate bintang 5 nya guys biar gw tambah semangat buat ceritanya.


__ADS_2