CEO CANTIK DAN MANIS

CEO CANTIK DAN MANIS
Arga


__ADS_3

Saat Arga sudah sampai di perusahaannya bersama Zexa, ia melihat para karyawannya malah asik memainkan ponselnya masing masing. Ada yang sambil nyemil, muji muji, gibah, dan masih banyak lagi.


Arga yang awalnya santai saja, setelah melihat karyawannya bersantai tiba tiba ia mulai emosi. Bukannya bekerja malah asik menonton handphone, pikirnya.


“SIAPA YANG SURUH KALIAN ASIK MEMAINKAN PONSEL HAH?!” bentak Arga tiba tiba membuat seluruh karyawan tersentak dan langsung menundukkan kepala.


“CEPAT KEMBALI BEKERJA!! KALAU TIDAK AKAN SAYA PECAT KALIAN SEMUA!!” bentak Arga dengan sorot mata tajam menatap semua karyawannya.


Dengan segera semua karyawan kembali ke tempatnya masing masing dan melanjutkan pekerjaannya.


Arga juga langsung pergi menuju ke ruangannya bersama Zexa asisten pribadinya. Di setiap melewati karyawan perempuan, tidak sengaja Arga mendengar cerita tentang perkelahian.


“*Eh tau gak lo, tadi kan Tuan Lucard berantem sama cewek loh. Keren banget sumpah”


“Masa sih ... Terus cewek itu gimana? Masih hidup atau udah mati?”


“Gak tau juga kalau sekarang ... Tadi pas berantem di sini kena tembak tapi gue gak tahu di bagian yang mana ...”


“Kalo tuh cewek masih bertahan sampai sekarang berarti tuh cewek lebih kuat dari pada Tuan Lucard ... Iya gak?”


“Bener tuh ... Semoga aja tuh cewek gak kenapa kenapa ya ...”


“Iya gue juga berharap begitu* ...”


Begitulah yang Arga dengar, entah kenapa ia jadi kepikiran sama Lina. Tapi semua pikirannya ia tepiskan.


Setelah sampai di ruangannya, ia duduk di kursi kebanggaannya sambil memikirkan cerita karyawan karyawannya yang tidak sengaja ia dengar.


Ia melirik ke arah Zexa yang sedang duduk sambil melihat ponselnya. Zexa yang merasa seperti ada yang memperhatikannya langsung menoleh ke arah Arga dan ternyata dugaannya benar bahwa bossnya sedang memperhatikan dirinya entah dari berapa lama.


“Eh, kenapa Tuan kok liatin saya sampai kayak gitu?” tanyanya.


“Ada yang ingin kau sampaikan?” Arga bertanya balik membuat Zexa langsung menelan ludahnya dengan kasar.


Ia ragu untuk memberitahu bossnya tentang kajadian tadi pagi. Dan ia juga baru tahu soal itu saat membuka handphonenya.


Arga yang melihat Zexa melamun membuat dirinya semakin curiga. Ia beranjak menghampiri Zexa dan duduk disampingnya. Zexa yang masih melamun tidak dapat merasakan kehadiran Arga disampingnya.


“Hekhemm ...” Arga berdehem membuyarkan semua lamunan Zexa.


Zexa tersentak melihat Arga sudah duduk disampingnya. Dengan spontan ia langsung mengelus dadanya membuat Arga mengernyitkan alisnya.


“Kau ini kenapa?” tanya Arga bingung.

__ADS_1


“Saya lagi senam jantung Tuan ...” sahutnya.


Arga berdecak. “Apa yang kau sembunyikan dari bossmu ini?” tanya Arga lagi.


Zexa yang sudah pasrah akhirnya menyodorkan ponselnya namun belum Arga terima karena dia sedang bingung.


“Tuan tonton saja video itu. Nanti Tuan juga tahu siapa yang di dalam video itu ...”


Arga langsung merebut ponsel itu dan menonton videonya. Ia membulatkan matanya melihat kejadian di luar perkiraannya. Saat di akhir video ia melihat Lina tertembak entah dari siapa dan berusaha kabur. Arga memijat dahinya yang terasa pusing setelah melihat video itu. Ia langsung mengembalikan ponsel milik Zexa.


“Kenapa Lucard datang kesini sih? Padahal gue mau bahas sesuatu sama Lina jadi gagal deh” gumam Arga sambil bersender di sofa.


“Maaf tuan ...” ucap Zexa sedikit gugup.


“Ada apa?” tanya Arga sambil melirik Zexa.


“Sebenarnya tuan Lucard datang kesini karena ... Dia ingin mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan kita ...” jelas Zexa.


Arga menghembuskan nafas kasarnya. “Apa motifnya?” tanya Arga lagi dengan lirikan tajam kepada Zexa.


Zexa menelan ludahnya susah payah karena mendapat lirikan tajam dari tuannya.


“Sa – saya tidak tahu tuan ....” jawab Zexa gugup.


“I – ingat tuan ...” ucap Zexa terbata bata.


“Lalu, kenapa kau tidak tahu motifnya? Bukan kah kau seorang hacker dan bisa mencari informasi dengan cepat ..... Itu kemampuanmu kan?” tanya Arga dengan tenang.


Zexa memasang wajah masamnya karena ia merasa seperti sedang puji namun merasa seperti orang bodoh.


“Hemm, maaf tuan. Sebenarnya saya sudah mencari motifnya tapi ...” ucapan Zexa terpotong lalu ia memegang dagunya.


“Tapi apa?” tanya Arga penasaran.


“Tapi saat saya tanya kepada partner saya. Dia mengatakan “ Sepertinya Lucard memiliki motif lain bukan hanya mengajukan kontrak kerja sama. Saat aku mengikutinya Lucard diam diam, ternyata Lucard dijaga oleh beberapa orang bertopeng dan bersenjata. Aku juga sempat melihat pengawal Lucard membawa beberapa mayat orang. Kemungkinan Lucard adalah seorang mafia. Katakan kepada tuan Arga, supaya lebih berhati hati jika bertemu dengan Lucard” begitu katanya” jelas Zexa panjang X lebar.


Arga terdiam sembari menutup matanya. Ia memikirkan penjelasan Zexa mengenai Lucard seorang mafia.


Pantas saja di akhir video, Lina tertembak ternyata yang menembak pengawalnya Lucard, batin Arga.


Arga membuka matanya dan teringat dengan Zack yang mengaku sebagai kakak tirinya Lina. Kemudian ia mencari ponselnya dan menelfon Zack.


“Ada apa Ga?”

__ADS_1


“Cepet dateng ke kantor gue!!”


“Loh, ema ....”


Tut Tut Tut


Zack berdecak kesal. “Gue belum selesai ngomong woy!!” Zack marah marah sendiri sambil mencari kunci mobil dan pergi ke kantor Arga.


“Zex, coba kau cari informasi lebih dalam tentang Lucard!!” titah Arga tegas.


“Baik tuan!” sahut Zexa lalu pergi ke ruangannya.


10 menit kemudian, Arga masih menunggu Zack di ruangannya. Ia juga masih memikirkan kejadian tadi pagi dan memikirkan Lucard seorang mafia.


BRAKKK


Pintu ruangan Arga terbuka dengan keras dan terlihat seorang pemuda dengan wajah kesalnya memasuki ruangan Arga dan menutup kembali pintunya. Arga memandangnya dengan tatapan dinginnya.


“Jika pintu ruangan gue rusak, lo harus menggantinya 2X lipat!” ucap Arga dingin.


“Gue belom selesai ngomong, lo malah udah matiin telfonnya. Siapa yang gak kesel coba?! Untung lo temen gue, kalau bukan udah gue gulung gulung lo ....” celoteh Zack.


“Udah ceramahnya?” tanya Arga ketus.


“Udah, sekarang lo mau ngomong apa?” tanya Zack mulai serius.


“Sebenarnya siapa Lina?!” tanya Arga serius.


“Uhuk Uhuk ....” Zack tersedak salivanya sendiri setelah mendengar pertanyaan Arga.


“Lo tadi ngomong apa?!” tanya Zack balik.


Arga berdecak kesal. “Sebenarnya siapa Lina?”


Zack terdiam, ia bingung bagaimana harus menjelaskannya. Di satu sisi ia tidak ingin rahasia Lina terbongkar dan sisi lain ia juga ingin bercerita kepada Arga.


Zack menghembuskan nafas kasarnya. “Sebenarnya .....”


BRAKKK


Zack dan Arga menoleh ke arah pintu. Mereka terkejut melihat wanita yang berdiri di ambang pintu.


Jangan lupa like, coment, and vote yang membangun yah🙋.

__ADS_1


Oh iya, jangan lupa rate bintang 5 nya guys biar gw tambah semangat buat ceritanya.


__ADS_2