CEO CANTIK DAN MANIS

CEO CANTIK DAN MANIS
Rasa Penasaran Arga Dan Sean Terhadap Arshe


__ADS_3

Arga Razhisky Admaja adalah seorang CEO tampan di posisi ke 1 di dunia bisnis dan di posisi ke 2 nya adalah Lina Marsheilla wanita misterius yang tidak pernah diketahui identitasnya. Arga juga tidak tahu identitas Lina karena identitasnya sangat sulit di dapat bahkan di hack oleh orang kepercayaannya pun tidak bisa.


Arga adalah putra kedua di keluarga Admaja yang sangat berpengaruh di dunia bisnis. Anak pertama dari keluarga Admaja yaitu Franz Raditya Admaja. Mamahnya bernama Zahra Aziskia Admaja dan Papahnya bernama Damian Admaja.


Arga juga sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tahu siapa Arshe itu. Orang kepercayaannya sekaligus tangan kanannya Arga adalah Zexa, ia termasuk orang yang sangat ahli dalam mencari data pribadi seseorang.


••••••


Kini Arga sedang berada di Cafe bersama Sean, mereka berdua ingin melepas lelah dan juga sedang menunggu sahabat mereka. Di Cafe banyak para wanita yang melihat ke arah Arga dan Sean karena mereka tampan dan cool. Namun, mereka tidak memperdulikan tatapan para wanita karena mereka berdua paling anti dengan wanita murahan.


Aku yang sedang memasuki Cafe mulai merasa malas melihat tatapan para wanita seakan ingin menerkam kepada dua pemuda yang sedang duduk di pojokan. Aku hanya melihat sekilas pemuda pemuda itu walaupun aku merasa pernah bertemu sebelumnya.


Aku langsung mencari tempat untuk bersantai juga untuk bekerja dan kebetulan hanya ada meja kosong di belakang dua pemuda itu. Aku pun langsung duduk di sana tanpa melihat ke depan dan aku langsung mengangkat 1 tanganku agar pelayan itu datang ke arahku.


“Mau pesan apa nona?” tanya pelayan itu.


“Chocolate milk shake sama kentang goreng aja” ucapku.


“Baik nona” ucap pelayan itu lalu pergi mengambil pesanan.


Kemudian aku mengeluarkan tabletku dari tas yang aku bawa untuk melanjutkan pekerjaan. Kini penampilanku sedikit rapi karena aku memakai dress merah maroon dengan sepatu high heels berwarna senada dengan dressku dan rambutku juga tergerai bebas.


Tidak lama kemudian pesanan ku datang dan langsung di taroh di mejaku lalu pelayan itu kembali ke tempatnya. Aku sibuk meneruskan pekerjaan menggunakan tablet yang aku bawa bahkan aku sesekali juga makan kentang goreng dan meminum minumanku tanpa memperdulikan orang orang yang melihatku.


Sean yang sedari tadi sibuk memainkan ponselnya mulai merasa bosan. Tiba tiba dari arah belakang punggungnya ada seorang pemuda yang juga tampan sedang mengendap endap lalu....


BOO


“ARGA BOTAK YANG JELEK” ucap Sean terkejut sambil beranjak berdiri.


“Hahahahaha.....” tawa pemuda itu pecah karena melihat raut wajah Sean yang terkejut.


“Sean, tadi lo bilang apa?!” ucap Arga penuh penekanan dengan menatap tajam ke arah Sean dan pemuda itu.


“Sorry Ar gue gak sengaja...” Sean hanya menyengir memperlihatkan gigi putihnya. “Nih bocah bikin gue terjedot abang terheran heran” ucap Sean menunjuk pemuda itu.


“Terkejot bambankk” ralat pemuda itu yang tidak lain adalah Vino Adi Wijaya sambil menonyor jidat Sean.


“Aw.....sakit geblekk” ucap Sean kesal.

__ADS_1


“Berisikk!!!” ucap Arga dingin menatap tajam ke arah Sean dan Vino.


“Iya iya kita diem kok” ucap Sean dan Vino.


Saat Sean akan duduk kembali, ia tidak sengaja melihatku yang sedang fokus terhadap tablet dan duduk di belakang mereka bertiga. Sean masih terus mengamatiku sambil berdiri membuat Arga dan Vino mengernyitkan alis mereka karena bingung melihat tingkah Sean.


“Liat apa lo?!” tanya Arga namun tidak ada jawaban dari Sean.


“WOY..” bentak Vino mengagetkan Sean yang sedang mengamatiku.


“Ish apaan sih lo” ucap Sean kesal sambil duduk kembali.


“Liatin apa lo?!” tanya Arga dan Vino.


“Ssstttt....jangan berisik” ucap Sean pelan.


“Ada apaan sih? Bikin penasaran aja lo” Tanya Vino kesal.


“Gue liat Arshe” ucap Sean pelan membuat Arga sedikit terkejut tapi ia bersikap santai.


“Arshe tuh siapa?” tanya Vino penasaran.


“Tuh orangnya duduk di belakang kita...” ucap Sean sambil menunjukku yang sedang fokus terhadap tablet.


“Cantik” gumam Arga.


Sedangkan Vino sedang bertempur dengan pikirannya, ia merasa pernah bertemu sebelumnya ‘tetapi dimana'. Arga dan Vino langsung menatap ke arah Sean kembali membuat Sean mengernyitkan alisnya.


“Apa?!” tanya Sean kepada Arga dan Vino.


“Kayaknya gue pernah liat tuh cewek deh...” ucap Vino sambil memegang dagunya menggunakan satu tangannya.


“Dimana?!” tanya Arga antusias.


“Bentar gue inget inget dulu” ucap Vino sambil mengingat ngingat.


“Hmmm” sahut Arga dan Sean dengan deheman, tiba tiba....


BRAKK

__ADS_1


“GUE INGET!!” ucap Vino keras sambil menggebrak meja membuat pengunjung lain menoleh ke meja mereka bertiga kecuali aku yang tidak memperdulikan mereka.


“Hehehe maaf semuanya...” ucap Vino sedikit berteriak lalu menyengir kuda.


“Hhahahaha...mammam tuh” tawa Sean membuat Arga menatapnya lebih tajam lalu Sean berhenti tertawa saat melihat tatapan Arga yang seperti itu.


“Vin, coba lo cerita!!” ucap Arga dingin.


“Hmm....waktu itu gue lagi makan malem di hotel milik perusahaan LM Group sama klien gue, nah..meja gue sama cewek itu deket banget sama gue dan waktu itu gue juga lagi males dengerin klien gue jadinya gue malah denger pembicaraan cewek itu...” jelas Vino.


“Dia di hotel sama siapa?!” tanya Sean sedangkan Arga menjadi pendengar setia.


“Sama laki laki, yah kira kira lebih tua sedikit dari cewek itu” jelas Vino lagi.


“Terus mereka bicara tentang apa?!” tanya Sean antusias.


“Gue dengernya sih bicara tentang beberapa orang berjubah hitam yang ngikuti cewek itu dan saat cewek itu cerita laki laki itu terlihat khawatir....yang lebih menarik lagi, cewek itu dan laki laki itu adalah kakak adik dan sepertinya mereka dari kalangan keluarga terpandang...” jelas Vino santai.


“What? Berarti Arshe anak orang terpandang...” ucap Sean terkagum kagum.


“Seinget gue namanya bukan Arshe...” ucap Vino santai membuat Arga dan Sean membulatkan matanya.


“Terus siapa?!” tanya Arga dan Sean bersamaan.


“Lina” jawab Vino singkat.


“Bujuk busyettt....apa Arshe punya saudara kembar?” tanya Sean penasaran kepada Arga dan Vino tetapi mereka hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.


Siapa Lina? Dan siapa Arshe?....astaga kok gue jadi penasaran gini sama tuh cewek...tapi kalo tadi di liat liat cantik juga...eh apaan sih sadar Ar lo itu cuma penasaran doang, batin Arga.


Ahkk...gue jadi kepo sama Arshe, batin Sean.


“Kalian berdua kenapa sih? Kok penasaran banget sama tuh cewek?” tanya Vino karena sedari tadi ia merasa seperti di interogasi seperti penjahat.


“Bukan apa apa cuma penasaran doang kok, hehe...” ucap Sean lalu menyengir kuda.


Kini mereka bertiga bergulat dengan pikiran masing masing tentang cewek yang baru saja mereka bicarakan.


Hai everybody👋

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, and vote yang membangun yah🙋


Oh iya, jangan lupa rate bintang 5 nya guys biar gw tambah semangat buat ceritanya.


__ADS_2